#

Minggu, 26 Juli 2015

Ini Alasan dan Tips Jual Beli Online Aman

    Sebagian orang ada yang khawatir ketika bertransaksi finansial secara online, apalagi ketika mentransfer uang via rekening bank. Alasan mereka takut, ada yang khawatir uang di rekeningnya "disedot", diambil dsb. Padahal itu merupakan hal yang tidak logis menurut pengamatan saya. Selama kita tidak memberikan pin atm atau internet banking kepada pihak lain, rekening anda sebetulnya aman-aman saja. Ketika anda ingin membeli barang via online dari penjual, anda hanya akan diminta menuliskan nama, alamat, no.hp/telepon dan pesanan dan tidak ada satupun penjual yang menyuruh pembeli menuliskan kode pin atm atau internet banking anda. Jika ada, maka baru bisa dikatakan jelas berpotensi penipuan dan secara akal sehat anda tidak mungkin memberikan kode pin anda kepada pihak lain yang tidak dikenal.

     Kewaspadaan terhadap penipuan saat membeli barang via online memang harus tetap ada. Alasan kekhawatiran rekening pelanggan tersedot itu alasan yang kurang berdasar. Kewaspadaan yang sesungguhnya ketika membeli via online adalah apakah setelah kita transfer uang ke rekening penjual, barang yang kita pesan itu akan dikirim ? Kebanyakan penipuan online terjadi pada kasus ini. Biasanya penipu, menjual barang yang harganya agak mahal agar sekali menipu dia dapat memperoleh uang yang banyak. Beberapa tips yang bisa anda lakukan sebelum membeli online sebagai berikut :

  1. Jika anda pernah membeli via online sebelumnya, prioritaskan untuk membeli di penjual       langganan sebelumnya atau utamakan penjual yang dikenal (teman).
  2. Jika baru pertama kali membeli via online pada penjual, utamakan memilih untuk membeli di penjual yang memiliki website resmi contoh produk fashion bola dari www.pemobi-shop.com. Namun, banyak juga penjual jujur yang tidak memiliki website resmi.
  3. Ini yang penting, cari dan lihat testimoni penjual sebelum membeli. Tanyakan, dimana saya bisa melihat testimoni pelanggan anda ? Amati, apakah testimoni itu palsu atau asli. Namun ini belum cukup, testimoni bisa saja dipalsukan.
  4. Jika ada, mintalah akun resmi sosial media penjual di twitter/facebook/bbm/instagram. Lalu anda lihat, aktivitas penjual, sudah berapa lama dia melakukan aktivitas penjualan, jika sudah agak lama maka kemungkinan besar penjual tersebut dapat dipercaya dan tidak ada niat menipu. Jangan lupa, jika ada komentar amati apakah mereka puas dengan pelayanan penjual tersebut.
  5. Berpikir logis, jangan panikan dan mencurigai penjual dengan kata-kata yang tidak enak didengar. Jika anda membeli barang yang harganya hanya Rp 100.000, maka tidak usah khawatir karena nominalnya tidak menggiurkan bagi si penipu karena penipu biasanya manargetkan barang yang harganya relatif terjangkau seperti Smart Phone, Laptop dsb seperti sudah saya jelaskan.
  6. Berdoa dan berpikir positif setelah anda yakin bahwa penjual dapat dipercaya. Jangan lupa setelah deal membeli dan mentrasnfer uang, mintalah nanti mohon kirimkan nomor resi pengiriman barangnya. Jika penjual mengirim barang via JNE, anda bisa mengecek nomor resi tersebut pada website www.jne.co.id, pilih airwaybill atau tracking. Nomor resi ini sebagai bukti bahwa barang benar-benar telah dikirim penjual ke alamat anda.
      Jadi, jual beli online pada dasarnya aman. Membeli secara online memang lebih praktis dan menghemat waktu serta nyaman bisa terhindar dari jalanan macet. Dahulu, jual beli online agak sulit karena masyarakat masih banyak yang gaptek dan tidak punya rekening bank. Namun, memasuki abad 21 ini  jual beli online menjadi tren. Perkembangan jual beli online tidak hanya didukung oleh bertambahnya penjual dan pembeli online tetapi sistem keamanan yang mulai banyak diciptkana. Contoh, adanya polisi online, rekber, situs jual beli yang mewadahi transaksi finansial online dengan aman. Tips dan forum (seperti di kaskus.co.id) yang uptodate menulis laporan nama pelaku penipuan berdasarkan laporan user. Perkembangan teknologi dan informasi, sejatinya telah mengubah dan menjadikan kita dewasa agar bisa aman dan nyaman melakukan aktivitas. Jika anda sudah memulai berjualan atau berbisnis online saya sarankan anda memiliki E-Book "49 Habits Jualan Online" Meski E-Book ini tidak gratis alias beli, namun berisi strategi jitu yang sudah terbukti dan dipraktikan oleh para pembeli E-Book membuahkan hasil. Isinya sangat dalam.

Oleh : Fajar M (ditulis berdasarkan pengalaman jual beli online)
Kritik dan saran diperkenankan untuk memperbaiki artikel ini.
|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

16 comments

30 Juli 2015 11.25 Delete comments

nice info om buat pengalaman

Reply
avatar
30 Juli 2015 11.28 Delete comments

izin bookmark gan pasti butuh nih nantinya hhe

Reply
avatar
30 Juli 2015 11.28 Delete comments

biasanya rekber aja gan kalo baru2 heheee :like: :like:

Reply
avatar
30 Juli 2015 11.40 Delete comments

thaks infonya gan,, yg gini nih yang dibutuhin sama org" yg sering jual-beli online

Reply
avatar
30 Juli 2015 11.41 Delete comments

jual beli online emang gede resikonya sih gan

foxsoft77 blog

Reply
avatar
30 Juli 2015 12.21 Delete comments

terimakasih informasinya mas. sangat bermanfaat

Reply
avatar
31 Juli 2015 00.48 Delete comments

Sipp. disedot dalam ingatan gann ^_^

Reply
avatar
31 Juli 2015 00.50 Delete comments

Benul. tapi ana belum fernah pake rekber -_-

Reply
avatar
31 Juli 2015 00.51 Delete comments

Dont mention it mas broh. ^_^ mantab disedot ilmunya

Reply
avatar
31 Juli 2015 00.52 Delete comments

Iyahh. tapi tuntutan zaman sekarang mah harus bisa ah ^_^

Reply
avatar
31 Juli 2015 00.52 Delete comments

Sama-sama mas. alhamdulillah bermanfaat ^_^

Reply
avatar
31 Juli 2015 05.45 Delete comments

oh gtu ya... ati ati klo beli online... banyak sekarang yg menipu

Reply
avatar
23 Agustus 2015 08.45 Delete comments

Insallah, aman selama kita beli di penjual terpercaya. he

Reply
avatar

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon