#

Minggu, 30 Agustus 2015

6 Keunikan dan Kelebihan Properti Syariah

Properti syariah hadir sebagai pilihan bagi tidak hanya umat Muslim melainkan juga masyarakat secara umum yang ingin membeli rumah dengan cara aman, bersistem sehat dan sesuai dengan aturan Islam. Umumnya, jika tidak dalam bentuk tunai (cash), maka kredit pembelian rumah menjadi pilihan bagi sebagian besar masyarakat. Sistem bunga adalah variabel yang sering melekat pada kredit pembelian rumah atau properti. Hal ini jelas termasuk riba dalam Islam dan haram hukumnya. Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya menyatakan, “kaum muslimin telah bersepakat berdasarkan riwayat yang mereka nukil dari Nabi mereka (saw) bahwa disyaratkannya tambahan dalam utang-piutang adalah riba, meski hanya berupa segenggam makanan ternak”.

Konsep properti syariah seperti halnya sistem yang berkembang pada bank syariah. Tidak hanya di negara-negara mayoritas Muslim, bank syariah berkembang pesat juga di UK, Denmark, Luxemburg dsb. Ini terjadi karena nilai-nilai dalam sistem syariah terus berorientasi pada etika bisnis yang sehat dan fasilitas pelayanan yang beragam. 
Beberapa ragam keunikan yang ditawarkan oleh developer properti syariah diantaranya :
  • Tanpa bunga
  • Tanpa sita
  • Tanpa denda
  • Tanpa bank
  • Tanpa BI checking
  • Tanpa akad bermasalah
Salah satu properti syariah yang menawarkan fitur tersebut adalah De Alexandria Residence, perumahan 100% syariah yang terletak di Desa Cimanggis, Kecamatan Bojonggede Bogor.








Tagline De'Alexandria Residence adalah "hunian aman dan Islami" sebuah harapan pilihan bagi masyarakat yang rindu hunian Islami sehat dan aman. Hal terpenting adalah dimanapun anda membeli properti pastikanlah properti yang anda beli bebas dari riba.

Riba dalam hutang dan jual-beli banyak bentuknya. Contoh riba utang yang muncul dalam jual-beli yang tidak tunai, misalnya salah seorang sebut saja AA membeli mobil kepada BB secara tidak tunai dengan ketentuan harus lunas dalam lima tahun. Jika dalam lima tahun tidak dilunasi maka tempo akan diperpanjang dan si AA dikenai denda berupa tambahan sebesar 6%,. Praktek ini tergolong ke dalam riba duyun yang haram hukumnya memperoleh tambahan dari denda yang dibebankan (propertisyariah.net).

Beberapa dalil yang menjelaskan haramnya praktik riba diantaranya : firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah 275

"Orang-orang yang memakan (mengambil) riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran tekanan penyakit gila. Hal itu karena mereka mengatakan, bahwasanya jual beli itu adalah seperti riba. Dan Allah menghalalkan jual beli serta mengharamkan riba. Maka barangsiapa yang telah datang padanya peringatan dari Allah SWT kemudian ia berhenti dari memakan riba, maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu dan urusannya terserah keapda Allah. Namun barang siapa yang kembali memakan riba, maka bagi mereka adalah azab neraka dan mereka kekal di dalamnya selama-lamanya"

Selain itu, dijelaskan juga dalam hadits Rasulullah SAW. Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah SAW berkata, ‘Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan !’ Para sahabat bertanya, ‘Apa saja tujuh perkara tersebut wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah SWT kecuali dengan jalan yang benar, memakan riba, mamakan harta anak yatim, lari dari medan peperangan dan menuduh berzina pada wanita-wanita mu’min yang sopan yang lalai dari perbuatan jahat. (Muttafaqun Alaih).

Semoga saja kita senantiasa mendapat petunjuk agar dijauhi dari riba.

Penulis : Fajar M
Dilarang copy paste tanpa menyertakan link sumber. Kritik dan saran sangat diapresiasi untuk perbaikan artikel dalam situs ini.

Pustaka :
http://www.eramuslim.com/peradaban/tafsir-hadits/bahaya-riba.htm#.VeKGf32kbIU
http://propertysyariah.net/blog/pengertian-riba
http://rumahbungas.blogspot.com/2014/10/latar-belakang-lahirnya-konsep.html
|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

2 comments

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon