#

Minggu, 27 September 2015

2 Hal Yang Perlu Anda Tahu Saat Ikut Job Fair

"Tidak usah pakai amplop ya, kita cuma butuh CV saja". Kalimat tersebut diucapkan oleh seorang karyawan dari perusahaan terkemuka ketika saya ikut Job Fair di event "UI Career and Scholarship Expo" September 2015. Job Fair atau Bursa Kerja merupakan ajang (acara) - saya lebih senang menyebutnya festival dunia kerja atau pameran lowongan kerja. Saya kira sudah tidak asing, ketika anda lulus entah tamat SMA atau kuliah - anda dan teman-teman anda pasti berbondong-bondong untuk mencari pekerjaan dengan mengikuti acara-acara Job Fair. Acara Job Fair tidak hanya diselenggarakan oleh satu organisasi atau event organizer yang membidangi dunia kerja.
Beberapa penyelenggara acara Job Fair yang pernah saya ikuti diantaranya :
  1. Job For Career - GBK Jakarta, diselenggarakan oleh jobforcareer.com (Agustus 2015)
  2. Job Fair BTM Mall - Bogor, diselenggarakan oleh okekerja.com (September 2015)
  3. Bursa Kerja Cibinong Square - Bogor, diselenggarakan oleh Terminal HRD (September 2015)
  4. Bursa Kerja Expo 2015 - Gor Padjadjaran Bogor, diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor (September 2015)
  5. UI Career and Scholarship Expo - Kampus UI Depok, diselenggarakan oleh Career Development Center UI (September 2015) 

 Bursa Kerja Selalu Dipadati Peserta

Acara job fairBukan lagi menjadi rahasia publik, event bursa kerja selalu dipadati peserta yang sedang mencari pekerjaan. Event bursa kerja terpadat dari yang pernah saya ikuti adalah pada event bursa kerja "Job For Career" di GBK Jakarta Agustus kemarin. Puncak lautan peserta selalu terjadi pada siang hari antara jam 10.30 siang hingga jam 1 siang. Motivator pengisi acara pun bahkan kesulitan masuk (sayangnya saya tidak sempat ambil foto). Satu hal yang seringkali membuat saya dan mungkin peserta lain bingung, yaitu tentang surat lamaran kerja. Kok ?

Fakta Menarik Saat Job Fair

Saya bingung dan kesulitan, apabila harus menulis satu-satu nama perusahaan, alamat dan posisinya di surat lamaran kerja karena begitu padat dan sesaknya lokasi. Belum lagi, saya kadang heran ada employer (perusahaan) yang antusias menerima lamaran peserta dan ada pula perusahaan yang pasif dan tidak peduli seolah tidak butuh pelamar kerja bahkan dari sejak stand baru dibuka.

Ada 2 hal fakta menarik yang harus anda tahu saat ikut Job Fair :
  1. Perusahaan nyatanya tidak butuh surat lamaran kerja, lampiran fotokopi sertifikat dan embel-embel lain kecuali CV anda. Yang benar saja ? Ini sudah saya bahas di awal paragraf artikel ini. Mengapa perusahaan cuma butuh CV ? saya kira alasannya sederhana, inti proses penyeleksian adalah dari CV sudah cukup karena memuat informasi yang lengkap dan singkat. Setelah perusahaan tertarik baru anda dipanggil dan disuruh melengkapi dokumen-dokumen pendukung.
  2. Kemeja putih panjang, celana hitam dan sepatu pentofel tidak penting. Siapa yang akan memerhatikan penampilan kalian ditengah lautan peserta memadati lokasi acara job fair ? 
Jangankan melihat sepatu peserta, melihat pinggang peserta pun tidak kelihatan. Namun berpenampilan rapih menjadi PENTING, ketika peserta job fair sedang lengang (sepi, belum pada datang, biasanya pagi saat acara baru dibuka) sebab employer (perusahaan) akan dengan mudah melihat penampilan anda. Beberapa kasus, bahkan sering ada perusahaan yang langsung tertarik terhadap peserta dan langsung membuka sesi interview.

Pengalaman job fair membuat saya berpikir bahwa jumlah pencari kerja yang dahsyat besar membuat posisi tawar para pencari kerja semakin rendah. Artinya, pelamar kerja bisa saja mudah didikte dengan insentif yang pas-pasan (walaupun gaji sudah UMR) saat diterima bekerja. Jumlah pencari kerja yang begitu banyak
Bursa Kerja
ini menjadi peluang pasar bagi event organizer yang membidangi dunia kerja. Ironis, namun positif dan menguntungkan satu sama lain. Di satu sisi, EO bisa memperoleh profit dan di sisi lain pencari kerja bisa dipertemukan dengan perusahaan yang sedang membuka lowongan kerja.

Job Fair enak dong bisa COD-an sama perusahaan ? enak dijidat lu ? Job Fair itu dorong-dorongan, sumpek, padet, susah jalan, panas dan hareUdang (sundanya gerah), terus bayar lagi. Memang menderita sih, tetapi itu awal perjuangan kita untuk berkarir dan dari sinilah kita kenal kerasnya hidup. Kita mulai mengalami bagaimana susahnya orang tua mencari nafkah keluarga untuk menghidupi anda. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami terhadap ibu dan ayah kami - aamiin.

Hati-hati memilih karir dan ketahui tipe karyawan yang dicari perusahaan :
3 Kesalahan Memilih Karir
Penulis : Fajar M
Saya akan sangat menghargai anda untuk mencantumkan link sumber artikel ini jika ini bermanfaat dan anda jadikan referensi.

Sumber gambar :
www.hetanews.com
|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

5 comments

1 Oktober 2015 08.22 Delete comments

mantap gan thanks informasinya tentang job fair,semoga bermanfaat amin

Reply
avatar
2 Oktober 2015 18.10 Delete comments

Makin banyak pencari kerja, makin ketat persaingan ini, semoga gw di masa depan bisa dapet kerja yang kayak aminnn

Reply
avatar
2 Oktober 2015 18.21 Delete comments

kalo begini masih sangat banyak indonesia membutuhkan lapangan kerja

Reply
avatar

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon