#

Minggu, 20 September 2015

Menyikapi Keadaan Bangkrut | Pahami ini !

Bangkrut, begitu menyeramkan ! apalagi bila sudah punya istri dan dua orang anak. Sebegitu menyeramkankah ? Ketika dalam keadaan bangkrut aset finansial anda seolah nyaris tidak lagi mampu menyokong hidup. Mau makan sesuatu saja pertimbangannya bukan kepalang. Semua orang mengira bahwa bangkrut itu identik dengan seorang pebisnis, padahal semua profesi tidak luput dari gejala bangkrut. Saya sebut bangkrut sebagai gejala karena ternyata banyak orang tidak benar-benar mengalami kebangkrutan 100% dan itu dapat dengan mudah dikenali tanda-tandanya. Tidak hanya dalam bisnis, lebih luas bahkan anda bisa 
mengalami kebangkrutan hidup. Ketika anda di PHK dan tidak punya uang untuk membiaya hidup, itu juga  merupakan gejala kebangkrutan atau malahan anda telah benar-benar mengalami kebangkrutan hidup. Seram bukan ?

Bangkrut Bukan Akhir Hidup Anda

Nah, apakah ini adalah akhir dari kehidupan anda ? Ada yang menganggapnya iya dan jangan heran ada yang pulang ke rahmatullah dengan inisiatif sendiri karena terlilit hutang dan beban hidup lain (stress). Sampai sejauh itukah ? terlalu jauh menurut saya. Bangkrut bukan akhir dari segalanya, tetapi memang mengakibatkan tekanan mental terhadap diri anda. Pada kondisi ini sebetulnya anda mendapatkan kesempatan emas untuk melihat kemampuan diri anda yang sebenarnya dan mengintrospeksi diri. Inilah yang saya sebut awal atau "starting" yang sempurna untuk memulai kembali. Moment bangkrut adalah kesempatan yang amat berharga dan seharusnya tidak menjadikan anda mengeluh, putus asa dan stress.

artikel terkait : Usaha Kecil Anda Bangkrut ? Ini Sebabnya !

Bangkrut adalah Awal Dimulainya Hidup

Jangan Takut Perusahaan BangkrutKetika anda baru memulai bisnis sebetulnya anda belum benar-benar memulai bisnis 100%. Awal mulai bisnis adalah ketika anda telah mengalami kebangkrutan atau minimal masalah serius pada bisnis tersebut (meskipun pada akhirnya dapat diatasi). Itulah awal mulai bisnis yang sesungguhnya. Ingat itu! Seperti halnya kehidupan, anda belum benar-benar mengalami apa itu hidup sebelum anda diuji dengan musibah. Akhirnya, ketika ujian melanda hidup anda, rasa putus asa dan gelisah datang menghantui diri anda. Orang-orang beriman biasanya akan langsung merenung untuk mengintospeksi diri bukan mengeluh. Banyak orang yang setelah mengalami ujian, mulai mengerti arti kebijaksanaan dalam hidup karena merasakan penderitaan dan mulai mau melihat ke bawah. Begitupun pada bisnis, seorang pemula akan terobsesi mengejar untung, berkembang dan kaya yang tidak jarang mengeksploitasi pegawai karena berpikir efisien banget dalam hal pengeluaran dan biaya. Ini namanya bukan bisnis tetapi "romusha". Makna bisnis singkatnya membangun kegiatan untuk memperoleh profit. Lebih dalam, profit bagi semua elemen yang terlibat dalam kegiatan tersebut , nah termasuk pegawai. Profit yang diperolah pegawai tidak hanya dalam bentuk gaji atau uang, tetapi keuntungan waktu dan tenaga serta batin (kepuasan) atau bahkan jaminan. Inilah yang dinamakan konsep bisnis yang betul. Jika tidak seperti itu, anda belum memulai bisnis yang benar dan sebenarnya.

Pelajari Kitab Anti Bangkrut

Jaya Setiabudi dalam bukunya "Kitab Anti Bangkrut" telah menerangkan panjang lebar tentang apa itu bangkrut dan solusi briliannya. Justru, dari apa yang pernah saya baca dalam bukunya selalu dianjurkan untuk membuat diri kita kepepet (lihat buku "The Power of Kepepet") yang menurut saya bikin cepet bangkrut hidup. Saya awalnya, pikir ini penulis aneh. Baru kali ini saya dengar kita harus selalu dalam kondisi kepepet untuk sukses. Alhamdulillah saya insaf dan tidak lagi suuzan, ternyata ini toh maksud mas Jey (Jaya Setiabudi). Tekanan, ujian dan masalah adalah alat yang paling cepat untuk membuat kita berubah, dewasa dan pintar ! itu inti yang ingin saya sampaikan. Jadi, kenapa harus takut bangkrut ? jika anda masih punya saudara yang tidak sedang bangkrut. Kenapa harus takut bangkrut hanya karena kehilangan aset miliaran ? jika kita masih punya tempat untuk tinggal dan keluarga untuk meminta dukungan. Kenapa harus takut bangkrut ? jika itu membuat kita lebih dahsyat berpikir dan bekerja ! 

Lagipula, kita hidup di dunia hanya sementara dan untuk diuji...sekian.

artikel lain : Langkah Mengatasi Usaha yang Terancam Bangkrut



Penulis Fajar M
Dilarang copy paste tanpa mencantumkan sumbernya. Kritik dan saran diperbolehkan untuk perbaikan artikel ini. 
|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

5 comments

20 September 2015 09.30 Delete comments

anggep aja kesuksesan yg tertunda gan..

Reply
avatar
20 September 2015 09.35 Delete comments

sudah menjadi resiko gan ketika bisnis , pasti ada pasang surutnya pendapatan..

Reply
avatar
23 September 2015 10.27 Delete comments

soal bangkrut itu sudah biasa gan namanya juga bisnis :v

Reply
avatar
24 September 2015 07.58 Delete comments

Jangan sampe deh putus asa gara-gara " bangkrut " :D

Reply
avatar
24 September 2015 08.00 Delete comments

Wah memang kadang bangkrut itu membuat kita putus harapan. Padahal dunia belum berakhir yah kan ?

Reply
avatar

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon