#

Jumat, 16 Oktober 2015

Cara Memulai Usaha Kaos Distro

Cara Memulai Usaha Kaos Distro dapat dipelajari dengan mudah jika anda tahu konsepnya. Usaha distro sangat menjanjikan dan punya pangsa pasarnya masing-masing. Tidak semua clothing distro punya
target pasar yang sama. Misal, brand distro bertema musik akan berbeda dengan brand distro bertema photography. Niche (ceruk) pasar mereka lebih spesifik yaitu seputar hobi yang berbeda.

Kombinasikan Antara Ide dan Potensi Pasar

Ini sangat penting karena menyangkut visi atau idealisme. Keduanya kombinasi yang tidak bisa dipisahkan (menurut saya). Kenapa ? Sebab jika ide bagus tapi pasarnya sepi, bukan bikin usaha namanya tapi organisasi sosial. Namanya usaha harus mempertimbangkan aspek pasar supaya laku dan memperoleh profit. Bahkan nulis artikel di web ini saja harus melihat trend orang suka baca apa, berapa ribu orang yang mencari topik tentang cara memulai usaha kaos DISTRO. Saya pikir, kreatifitas sangat erat dengan usaha ini. Apalagi jika anda anak desain dan teman anda anak marketing, sempurna !

Ide yang dimaksud disini mulai dari tema dan desain sablon juga semua atribut yang melekat pada kaos (baju) dan kaosnya itu sendiri. Contoh ide sederhana, tema musik rock tapi memuat desain tulisan positif. "Its Time to Rock, but Take a Bath First". Tulisan ini saya kira unik, saatnya nge-rock, tapi mandi dulu ya. Tema rock, menasihati dan sedikit humoris. "Likes Hard Rock, doesn't mean you have to be a sinner", "Rock Music is my choice, but heaven is purpose of life". Saya rasa ide desain tidak hanya termuat dalam tulisan saja, anda bisa memadukannya dengan gambar sketch, gambar 3D dan sebagainya. Jika tema musik rock adalah temanya, maka target pasarnya tentu anak muda (mayoritas) yang suka musik rock. Anda bisa bekerjasama ikut mensponsori acara-acara music rock atau bila tidak ada dana, berbaur saja jadi peserta dan coba kenalkan kaos desain anda ke teman baru anda agar mereka tertarik dan menjadi bahan perbincangan. Itu cara promosi offline-nya.

Memulai Usaha Kaos Distro Banyak Caranya

Bentuk Tim

Ini penting juga dan mempengaruhi faktor kesuksesan bisnis. Carilah partner minimal satu orang (anda dan 1 teman anda). Syaratnya satu jago desain dan satu lagi mendalami pemasaran.

Pikirkan Lokasi Clothing Company dan Distro anda

Ingat ya clothing itu konveksinya, sedangkan distro itu metode distribusinya yaitu mendirikan outlet-outlet. Wah, butuh modal besar sepertinya. Satu-satu, nanti saya jelaskan juga bagi yang bermodal minim. Bagi anda yang kebetulan punya modal besar namun rasanya sulit merangkap sebagai produsen sekaligus distributor atau sebaliknya. Anda bisa mendirikan clothing company-nya saja atau distribution outletnya saja. Jadi, anda bisa bekerjasama. Sekarang banyak loh yang punya outlet distro tetapi tidak punya clothing company. Jadi mereka cuma memasarkan produk clothing orang lain. Salah satunya Backyard Kemang (pernah baca), dia menawarkan kerjasama konsinyasi barang distro bagi produsen-produsen kaos distro.

Namun, apabila anda ingin mendirikan clothing company sekaligus outlet distribusinya maka, perhatikan jarak dan letak. Jarak yakni antara CC (clothing company), pasar bahan dan outlet, kalau letak yaitu antara distro dan target pasar. Jika anda punya modal oke, beli mesin jahit diantaranya minimal mesin potong kain, mesin jahit high speed, mesin obras, dan mesin overdeck, lebih bagus lagi punya mesin jahit rantai dan setrika uap. Untuk peralatan sablon sendiri antara lain meliputi mesin, Screen, Rakel, Meja sablon plus Meja pembuatan Film, hot press, Pasta, Pewarna, Obat emulsi, Obat pembersih dll.

Bagi anda yang punya modal minim, anda bisa membeli kaos polos (kualitas distro, banyak yang jual), lalu anda beli misal 1 lusin dan sablon kaos itu di tempat sablon. Banyak juga, penjual kaos polos yang sekaligus
Tampilan Outlet Distro yang Menarikmenawarkan fasilitas sablon kaos langsung. Jadi mempermudah anda, seperti kalau di daerah saya di Sukasari ada (Bogor). Tinggal tugas anda menjadi creator desain. Namun, jika anda tidak bisa mendesain, cari teman anda yang jago desain bayar semampunya (dengan metode pendekatan ala teman) atau bila ada uang pakai jasa desain bisa cari di internet atau di daerah sekitar anda seperti toko digital printing yang suka cetak banner biasanya ada jasa desain.

Strategi Harga Kaos Distro

Harga mahal tidak berarti selalu tidak laku. Contohnya, brand terkenal yang menggunakan kualitas bahan yang sebetulnya tidak jauh beda bisa laris meski harganya mahal. Jangan takut, jika harga pokok produksi (modal per 1 kaos siap jual) anda tinggi. Mungkin, meski mahal tapi anda punya kualitas maka anda harus main di brand image dan penekanan kualitas. Target market anda pun lebih ditekankan ke yang punya duit. Soalnya kasian, bila yang ga punya duit minta ke orang tua, sedangkan orang tuanya kurang mampu, anda nanti dapat dosa (joking).

Intinya, pikirkanlah antara target market yang sebelumnya  sudah anda tetapkan (poin pertama di atas) dan biaya produksi kaos. Cara melihatnya dari target market dahulu kalau bisa, baru pikirkan produksi nya. Ketika target market anda adalah Mahasiswa Universitas Indonesia (mayoritas orang kaya misalnya), maka tonjolkan kualitas dan brand image meski harga mahal.

Pemasaran Kaos Distro

Ini berhubungan dengan poin 2 di atas. Jika anda hanya mendirikan clothing company saja, maka lebih baik anda memasarkan secara grosir atau bekerjasama dengan outlet-outlet distribusi kaos dengan sistem konsinyasi (komisi). Anda juga bisa memasarkan langsung ke konsumen via online (toko online/online shop), ini jauh lebih murah dibanding mendirikan toko offline (outlet). Biaya buat toko online paling kurang dari Rp 800 ribu juga ada. Anda juga bisa buat sendiri melalui platform blogspot.com dan beli domainya di Idwebhost (kalau anda tahu banyak tentang blogging), ini biayanya makin murah lagi cuma Rp 120 rb per tahun (sewa domain saja) atau 10 rb per bulan. Anda kelola sendiri toko online nya.

Apabila anda mendirikan outletnya saja (karena belum tahu banyak tentang produksi kaos) anda bisa melakukan cara yang sama dengan cara bagi yang mendirikan clothing company, namun ini sebaliknya. Anda cari clothing company yang mau diajak kerjasama untuk menitipkan produk mereka di outlet kita dengan sistem konsinyasi.

Satu lagi, jika anda yang bermetode "beli kaos polos lalu sablon di tempat penyablonan kaos" (tidak buka clothing dan distro) bisa memanfaatkan pemasaran online. Bisa dengan buka toko online seperti tadi dijelaskan (website) atau promosi di media sosial (Instagram, Wa, Facebook dll). Ini cukup ampuh bagi anda yang belum punya uang untuk mendirikan outlet maupaun clothing company.


Saya kira itulah langkah-langkah atau cara memulai usaha kaos distro yang bisa saya sampaikan. Anda bisa menggali lebih dalam cara berbisnis distro di banyak sumber. Pasti bisa.

baca juga : Bisnis Distro Menguntungkan atau Hanya Trend ?, Langkah Memulai Bisnis Kuliner

Penulis Fajar M
|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

1 comments

19 Oktober 2015 20.48 Delete comments

memang anak-naka jaman sekarang kebanyakan berburu baju dan aksesoris ke distro. Termasuk saya :D

Reply
avatar

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon