#

Selasa, 06 Oktober 2015

Di Usia Yang Sama, Mengapa Indonesia Tidak Se-Maju Korea ?

Saya heran kenapa ya di usia yang sama, Indonesia tidak semaju Korea Selatan.

Indonesia dan Korea merupakan dua negara bekas jajahan Jepang yang merdeka pasca Jepang kalah dari pasukan sekutu. Kedua negara tersebut merdeka pada tahun 1945 dan sama-sama bulan Agustus. Namun, negeri ginseng baru terbentuk menjadi sebuah negara Korea Selatan pada tahun 1948. Di usia yang sama, kemajuan Korea Selatan jauh meninggalkan Indonesia. Terlihat begitu kontras.

Saya kira sudah menjadi rahasia umum, Korea Selatan jauh lebih maju dari Indonesia. Beberapa bidang yang umum diketahui dari kemajuan Korea Selatan diantaranya :

1. Teknologi (raksasa elektronik, sebut saja Samsung dan LG)
2. Entertainment (K-Pop, film drama Korea sangat digemari ladies di tanah air)
3. Fashion Style (demam Korea bahkan mempengaruhi pakaian orang-orang indonesia dewasa ini)

Informasi menyebutkan bahwa ada lebih dari 30.000 orang Indonesia yang bekerja di Korea Selatan dengan gaji atau penghasilan lebih dari 10 juta. Kemajuan negeri ginseng ini sudah tidak diragukan dan telah diakui masyarakat dunia.

Indonesia tidak semaju korea selatan
Indonesia | Korea Selatan

Dari Hal Sederhana


Satu hal yang menggelitik pikiran saya, kemajuan Korea Selatan sebenarnya berasal dari hal-hal sederhana.

Ini seperti kata Fahman salah seorang yang pernah berkunjung ke Korea Selatan. Hal-hal tersebut diantaranya :
  1. Disiplin (Seperti orang Jepang, orang Korea memiliki kepribadian yang hampir sama)
  2. Taat Aturan (Fahman tidak pernah melihat warga Korea yang menyebrang jalan selain di sekitar Zebra Cross)
  3. Mencintai Lingkungan (Aliran air sejenis kali di Cheonggyecheon sangat bersih dan jernih bahkan kita bisa melihat ikan-ikan kecil disela bebatuan)
  4. Tolong Menolong 

Namun, lebih dari itu jika kita melirik pada hal yang lebih dasar terdapat kaitan yang sangat kompleks untuk  dibahas. Kata sebagian pakar, ada yang salah dalam kehidupan bangsa ini. Sebetulnya Indonesia punya segalanya untuk maju (dalam konteks sumber daya), hanya saja bangsa kita ini salah urus, lanjut kata pakar.

"Kita begini karena bangsa kita kehilangan karakter". Oleh karena itu, penting untuk menerapkan pendidikan karakter.

Adapun tambahannya, dari kacamata saya masyarakat kita benar-benar bagai pion yang sedang dimainkan dalam papan catur. Artinya, ada pihak yang memusuhi kita secara terselubung dan menghambat kita agar tidak berdiri sejajar dengan mereka. Kita sadar atau tidak, yang jelas kita tidak sedang berada dalam perang terbuka seperti di Suriah, Afghanistan atau Palestina. Justru ini yang lebih sulit dan mengecoh.

Lantas, kita sedang berada dalam indikator apa ?

Kita sedang berada pada penjajahan era baru yaitu dalam bidang ekonomi dan pemikiran. Kita sedang kalah telak. Virus pemikiran yang dibuat sudah  menyatu. Karakter yang dimiliki masyarakat pun lantas terkena dampak tersebut.

Tanpa sadar kita dibuat malas dan dibuat tidak bebas. Setiap bantuan asing tentu membuat kita tidak bebas mengambil kebijakan politik dan ekonomi, apalagi menyinggung kepentingan mereka.

Solusi ?

Sebagai warga negara biasa, lakukanlah yang terbaik dan bisa anda lakukan. Semua bisa berkontribusi sesuai kapasitasnya. Cintailah produk dalam negeri, walau kualitas kurang dikit dan mungkin mahal tapi ini bentuk kontribusi yang bagus mendorong pengusaha lokal. Cintailah anda dan masa depan anda. Kalian harus punya tujuan. 


Taati aturan, biarkan orang lain - sekali kali ingatkan.

Buang sampahlah pada tempatnya, saya malu melihat kali yang bau dan kotor ketika saya ke daerah industri di Jakarta Barat. Baunya minta ampun. Malu dong kita. Harus punya rasa malu. Meskipun itu dampak limbah kalau ditambah sampah sama saja.

Kita tahu, hidup di sini serba sulit beda sama di negara Barat. Alasan ekonomi kadang membuat kita melakukan apapun itu. Tetap taati aturan dan biarlah Tuhan yang mengatur rezeki. Tugas kita adalah mentaati perintah agama dan negara. Saya harap di usia nanti, Indonesia bisa Se-maju Korea Selatan.

Penulis : Fajar M
Dilarang copy paste tanpa menyertakan link sumber.
|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

4 comments

13 Oktober 2015 11.23 Delete comments

Yang jelas lapangan pekerjaan di indonesia masih kurang

Reply
avatar
13 Oktober 2015 12.48 Delete comments

Korea Selatan pembangunan Sumber Daya Manusia nya patut diacungi jempol, jadi meskipun mereka tidak punya sumber daya alam, selama mereka punya SDM unggul industri mereka akan tetap berkembang. Nah, kalau kita (Indonesia) malah sebaliknya :D

Reply
avatar
13 Oktober 2015 13.24 Delete comments

Kalo sepengetahuan saya sih kenapa indonesia sulit maju ya karna sdm nya kurang pelatihan ,tapi giliran ada sdm berkualitas malah diremehin disini ya yg ada mereka kabur semua keluar negri + nyari pekerjaan disini masih berdasarkan title bukan skill beda sama negara2 maju yg kebanyakan mandang skill ketimbang title

Reply
avatar
17 November 2016 18.59 Delete comments

Iya sih emang korsel itu lebih maju di Indonesia ... Dan di negara kita ini susah mau cari kerja kebutuhan ekonominya jg kn

Reply
avatar

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon