#

Jumat, 23 Oktober 2015

Kisah Inovatif Nadiem Makarim Pendiri Go-jek

Nadiem Makarim merupakan penemu ide inovatif sekaligus pendiri Go-Jek. Berlatar belakang dari keluarga  yang bukan pengusaha tidak membuatnya urung untuk menjadi pengusaha. Mungkin sudah tidak asing bagi kita, namun banyak yang belum tahu asal usul ojek ada di  Indonesia. Maka dari itu, mari kita bahas mulai dari sejarah Ojek sampai Go Jek.

 Sejarah Ojek

Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi, Darmaningtyas memaparkan menurutnya Ojek sepeda motor pertama kali ada pada akhir tahun 1980 di Jakarta. Adanya ojek ini bersamaan dengan rencana kebijakan pemerintah yang hendak menghapus keberadaan becak di Ibu Kota.

Awal mulanya, dahulu becak dijadikan sebagai alat transportasi bagi warga untuk berangkat dari rumah ke jalan raya. Peran becak mulai digantikan oleh ojek sepeda motor. Ojek itu sendiri merupakan insiatif warga yang dimanfaatkan pula oleh warga yang membutuhkan jasa ojek tersebut, begitu lanjut Darmaningtyas seperti dikutip dari megapolitan kompas.

Dunia Ojek lebih Dalam

Eksistensi ojek sendiri biasanya didekingi oleh tokoh warga (masyarakat) yang biasanya  mengontrol ojek-ojek di setiap pangkalan. Umumnya ada biaya untuk bergabung dan pungutan bulanan yang ditentukan oleh tokoh warga tersebut.

Dengan demikian tidak sembarangan tukang ojek bisa mangkal. Darmaningtyas atau disapa Tyas bercerita bahwa jumlah ojek bertambah banyak saat terjadi krisis tahun 1997-1999.

Tahukah anda ? sebetulnya ojek merupakan alat transportasi yang tidak diatur dalam undang- undang. Maka, ojek tidak diakui sebagai transportasi umum.

Ide cemerlang Pendiri Go-jek

Ide inovatif bisnis ini bermula dari pengalaman Nadiem sendiri (Pendiri Gojek). Ia memiliki mobil, namun baginya naik motor lebih efisien digunakan sehingga ia jarang menggunakan mobilnya untuk bepergian. Apalagi di Jakarta yang terkenal macet.

Dari situ, Nadiem menjalin hubungan dengan berlangganan ke tukang ojek sebagai sarana transportasinya. Kisah Kreatif Gojek ala Nadiem MakarimIni membuat Nadiem berpikir, ojek yang sudah terpercaya punya banyak fungsi bagi kehidupan di Jakarta. Meskipun mendapat banyak penentangan dari para tukang ojek tradisiunal (pangkalan), namun Nadiem sendiri sebenarnya malah ingin membantu para tukang ojek meningkatkan penghasilan mereka.

Nadiem Makarim merupakan nama lengkapnya, pendiri Gojek. Kedua orang tua Nadiem bukanlah seorang pengusaha. Ayahnya seorang pengacara asal dari Pekalongan Jateng, sedangkan ibunya bekerja di bidang non profit.

Nadiem mengenyam pendidikan sekolah dasarnya di Jakarta. Ia hijrah ke Singapura saat remaja untuk melanjutkan SMA. Kemudian, ia hijrah lagi ke Amerika berkuliah mengambil jurusan International Relations di Brown University, AS/ Nadiem juga sempat mengikuti Foreign Exchange di London School of Economics selama 1 tahun lamanya.

Studi S2 nya pun ia lanjutkan di Harvard Business School hingga ia memperoleh gelar MBA (Master of Business Administration).

Adanya fondasi berbasis teknologi mobile, membuat ojek yang awalnya tersebar dimana-mana dan sulit dijangkau mampu menghubungkan mereka dengan pelanggan. Jadi sebetulnya ini mempermudah tukang ojek mencari pelanggan. Tidak menyia-nyiakan waktu menunggu lama di pangkalan.

Gojek sendiri mengusung  konsep mobile application baru pada tahun 2014. Strategi Nadiem cukup sederhana, untuk menjalin hubungan yang loyal dengan mitra alias para tukang ojek yaitu memperjuangkan penghasilan yang lebih besar untuk mereka.

Jika dilihat banyak aspek positif dari adanya Gojek mobile application ini. Pertama bisnis ini memberikan pendapatan pajak bagi negara, karena Nadiem kini dengan adanya Gojek, sektor Ojek sudah ada yang mampu membayar pajak.

Manfaat lain seperti diungkapakannya, banyak mobil dan motor kini ditinggal di rumah. Ini tentu mengurangi kemacetan. Adanya konsep Gojek sendiri meningkatkan profesionalitas tukang gojek dalam menjawab tantangan zaman.

Sekarang ini semua serba digital dan berbasis kemudahan. Itulah mengapa kita semestinya beradaptasi. Menyinggung soal kebijakan, adanya bisnis Gojek ini membuat Nadiem berharap adanya aturan dari pemerintah tentang transportasi ini agar jelas. Sebab dilihat dari sejarah hingga sekarang, transportasi ojek sepeda motor belum punya aturan dan memang tidak dibuat aturannya oleh pemerintah karena kurang direstui oleh Kementrian Perhubungan dan Krolantas Polri. Ini lantaran sulit bagi ojek sepeda motor memenuhi persyaratan minimum keselamatan penumpang.

Fakta tersebut rasanya kini sudah punya titik terang. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Purnama atau akrab disapa Ahok berkeingingan mengintegrasikan Gojek dengan Bus Transjakarta dalam konsep Smart City. Beliau pun lantas menawarkan bentuk kerjasama tersebut kepada pihak Gojek agar Busway dan Gojek nantinya lebih mudah merencanakan perjalanan.

Nah itulah kisah inovatif Nadiem Makarim Pendiri Gojek yang nge-hits di tahun 2015 ini.

Penulis Fajar M

Sumber :
teknologi.news.viva.co.id
www.kompasiana.com
megapolitan.kompas.com
ehpedia.com
profilpedia.com

|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

3 comments

25 Oktober 2015 12.02 Delete comments

inovasi yang bagus namun sayang pemerintah tidak membantu dalam hal akses dan pengertian kepasa masyrakat tentang adanya aplikasi gojek ini

Reply
avatar
25 Oktober 2015 20.29 Delete comments

pilihan itu bagus juga, tapi apa gunanya ya ?

Reply
avatar
26 Oktober 2015 08.06 Delete comments

Sekarang Gojek malah merambah segmen bisnis yg lain, sangat inspiratif sekali pendiri Gojek ini.

Reply
avatar

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon