#

Selasa, 13 Oktober 2015

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA / AEC) ?

Indonesia dan 9 negara telah menyepakati perjanjian Masyarakat Ekonomi Asean atau disingkat MEA atau dalam bahasa inggris AEC (ASEAN Economic Community) yang mulai berlaku pada tanggal 31 Desember 2015. Apa itu MEA ? MEA adalah sebuah pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara dimana sistem perdagangan bebas dilakukan antar negara-negara ASEAN.

Mengapa MEA dibentuk ?

Salah satu alasan dibentuknya MEA adalah untuk meningkatkan daya saing negara-negara ASEAN khususnya bersaing dengan Cina dan India dalam menarik investasi asing. Dalam rangka peningkatan lapangan kerja dan kesejahteraan, maka penanaman modal asing sangat dibutuhkan oleh negara-ngeara ASEAN.

Adanya pembentukan pasar tunggal MEA akan memudahkan arus barang dan jasa masuk ke negara-negara
ASEAN.


Bagaimana MEA mempengaruhi Generasi Muda ?

Adanya MEA tidak hanya menyebabkan persaingan arus barang masuk ke negara-negara kita, melainkan juga besarnya kemungkinan persaingan tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia. Ini tentu menuntut kita sebagai generasi muda agar segera mengevaluasi diri untuk dapat bersaing.

Dita Indah Sari, (Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi) mengatakan, Adanya MEA akan mengapus aturan-aturan yang sebelumnya menghalangi perekrutan tenaga kerja (karyawan) asing.

Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC)
Persaingan tenaga kerja yang ketat akan terjadi di sektor tenaga kerja profesional, begitu kata Dita Indah Sari. Beberapa pimpinan asosiasi profesi cukup optimis tenaga kerja ahli kita mampu bersaing. Lanjutnya, kendala generasi muda kita ada di kemampuan berbahasa, namun sekarang mulai banyak kemajuan dalam penguasaan bahasa asing khususnya bahasa inggris.

Karakteristik Masyarakat Ekonomi ASEAN

MEA sendiri merupakan wujud dari tujuan integrasi ekonomi di tahun 2020 untuk kepentingan negara-negara anggota ASEAN. Adapun karakteristik Masyarakat Ekonomi ASEAN sebagai berikut :
1. Pasar dan basis produksi tunggal.
2. Kawasan ekonomi kompetitif
3. Wilayah pembangunan ekonomi yang merata
4. Daerah yang terintegrasi penuh dalam eknomi global.

MEA Peluang atau Ancaman ?

Negara-Negara MAsyarakat Ekonomi ASEANMEA seperti dua sisi koin bagi Indonesia. Bisa menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memimpin perdagangan di Asia Tenggara, namun disisi lain bisa-bisa Indonesia hanya jadi lapak dagang negara-negara tetangga.

Kadin atau Kamar Dagang dan Industri Indonesia menyebut bahwa potensi Indonesia memimpin persaingan sangatlah besar karena Indonesia merupakan negara terbesar di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, Total penduduk Indonesia saja adalah diatas 40 % total penduduk ASEAN.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani, melanjutkan bahwa potensi Indonesia juga didukung oleh fakta bahwa 50 % perekonomian ASEAN ada di Indonesia.

Oleh karena itu, sebagai generasi muda mari kita jadikan momentum MEA untuk meningkatkan kualitas diri kita agar tidak kalah dalam persaingan dunia kerja dan terus ciptakan produk-produk inovatif dengan
harga terjangkau. 

Penulis : Fajar M
|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

2 comments

13 Oktober 2015 21.18 Delete comments

jujur ane masih tanda tanya mengenai MEA ini tapi dengan adanya artikel ini saya jadi mengerti hhe

Reply
avatar
15 Oktober 2015 06.33 Delete comments

wah baru tahu mas... makasi infonya

Reply
avatar

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon