#

Senin, 12 Oktober 2015

Sejarah PT Freeport Indonesia

Asal Usul PT Freeport di Indonesia - Lahirnya Freeport di Indonesia berawal dari kisah sejarah yang panjang di zaman kolonial Belanda. Di tahun 1904 KNAG atau Lembaga Geografi Kerajaan belanda, melakukan sebuah ekspedisi ke Papua Barat Daya. Mereka hendak mengunjungi Pegunungan Salju yang
konon katanya ada di Papua.

Kapten Johan Carstensz merupakan salah seorang yang pernah melihat kilauan salju di perairan sebelah selatan Papua pada tahun 1623. Kisahnya ini ditulis dalam sebuah buku hariannya yang membahas tentang Pegunungan Salju. Namun, kawan-kawan Cartsztensz mencemooh catatan-catatannya tersebut.

Ekspedisi KNAG yang pertama tidak berhasil menemukan gunung es. Meskipun demikian, inilah yang disebut-sebut cikal bakal adanya perhatian besar Belanda terhadap tanah Papua. Ekspedisi militer pada tahun 1907 hingga 1915 merupakan ekspedisi yang pertama kali memetakan wilayah Papua.

Dari sini, banyak ekspedisi-ekspedisi yang dilakukan oleh orang-orang Belanda untuk mencapai puncak Wilhelmina (Puncak Sudirman sekarang). Di tahun 1930 Colijn dan Dozy yangmerupakan dua pemuda pegawai perusahaan minyak NNGPM bercita-cita mencapai puncak Cartensz (Wilhelmina). Dari petualangan merekalah yang menjadi langkah pertama  adanya pembukaan pertambangan di negeri papua, setelah 40 tahun kemudian.

Dozy menemukan Ertsberg (gunung bijih) pada tahun 1936, kemudian data dibawa ke Belanda. Dozy lalu bertemu dengan Jan Van Gruisen yakni seorang Managing Director Oost Maatchappij, yang melakukan eksploitasi batu bara di Sulawesi dan Kalimantan dengan Forbes Wilson (kepala eksplorasi Freeport Sulphur Company). Setelah itu diambilah bebatuan sebagai contoh dan dilakukan penilitian.

Di awal pemerintahan Seoharto, kebijakan untuk segera meningkatkan pembangunan ekonomi diambil oleh pemerintah.  Lahirlah UU Modal Asing No.1 Tahun 1967 karena kondisi ekonomi Nasional yang terbatas.

Langbourne Williams yakni pimpinan Freeport melihat peluang dan melanjutkan proyek Ertsberg. Lalu ia bertemu dengan Julius Tahijo dan bertemu dengan Jend.Ibnu Sutowo (Menteri Pertambangan dan Perminyakan Indonesia saat itu). Pertemuan tersebut intinya berisi permohonan agar Freeport dapat melanjutkan proyek Ertsberg.  Akhirnya Freeport mendapat izin setelah pertemuan demu pertemuan yang cukup panjang tahun 1967. Ini merupakan kontrak Karya Pertama Freeport (KK-I).

 Wilayah Timika adalah hutan belantara sebelum tahun 1967. Adanya  Freeport yang mulai beroperasi, membuat penduduk mulai masuk ke wilayah pertambangan Freeport. Pertumbuhan penduduk pun meningkat di Timika. Rumah-rumah mulai dibangun oleh pemerintah yang bekerjasama dengan Freeport.

Temagaphura merupakan nama pemeberian Presiden Soeharto untuk kota yang dibangun oleh Freeport secara bertahap itu. Saat itu, akses jalan mulai dibangun.

Kontrak Karya II merupakan kontrak terakhir yang dimulai tahun 1991 dan akan berakhir tahun 2021. Namun kabarnya hendak diperpanjang hingga 2041.

Menurut Effendi salah seorang politisi, perpanjangan kontrak Freeport telah mengabaikan perundang-undangan dan peraturan pemerintah. Seharusnya proses perpanjangan kontrak dilakukan 2 tahun sebelum kontrak berakhir (jadi seharusnya proses perpanjangan dilakukan bukan tahun 2015 melainkan 2019).

Isu perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia memang selalui menuai pro dan kontra. Selain karena pertimbangan dampak sosial yang tidak hanya membangun tapi juga dampak lingkungan yang merusak. Sejarah PT Freeport Indonesia seharusnya membuka mata kita bahwa eksploitasi SDA harus juga mempertimbangakn dampak jangka panjang nya terhadap bekas wilayah tersebut. Saat ini Freeport juga mulai berkomitmen untuk menangani dampak atau merehabilitasi area yang terkena dampak pertambangan tersebut. 

Penulis Fajar M
|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

1 comments

17 Oktober 2015 11.17 Delete comments

hmm, jadi tau nih gan. btw freeport itu licik ya gan

Reply
avatar

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon