#

Rabu, 13 Januari 2016

Cara Budidaya Ikan Gurame dan Potensi Bisnisnya

Potensi Bisnis dan Budidaya Ikan Gurame – Melihat dari potensi bisnisnya, budidaya ikan gurame memang menjadi primadona, selain karena bisa meningkatkan pendapatan petani juga dipengaruhi permintaan pasar yang cukup tinggi. Ikan ini merupakan ikan asli perairan Indonesia. Gurame telah
tersebar ke wilayah Asia Tenggara dan Cina dan dikenal karena dagingnya yang gurih dan lezat. Gurame  sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat Indonesia serta termasuk salah satu komoditas pemenuhan gizi masyarakat.

Berikut ini adalah alasan mengapa budidaya ikan gurame sangat potensial :
  1. Permintaan gurame relatif tinggi. Masih banyak permintaan yang belum terpenuhi. Di Jakarta saja kebutuhan gurame konsumsi sebesar 10-15 ton per hari. Pasar ekspor seperti Amerika, Malaysia, Brunei, Singapura dan Jepang masih terbuka lebar, dengan standar mutu tertentu.
  2. Harga jual gurame lebih tinggi dibanding ikan jenis air tawar lain. Harga ikan gurame relatif stabil dalam kisaran Rp 20 ribu – Rp 25 ribu sejak tahun 2000.
  3. Tersedianya pakan gurame sepanjang tahun, baik untuk pembenihan maupun pembesaran.
  4. Melalui BBI (Balai Benih Induk) oleh pemerintah benih gurame banyak dihasilkan, kita juga bisa membeli benih dari pembudidaya.
  5. Segmen usaha budidaya gurame cukup banyak mulai dari apakah anda mau terjun di pembenihannya, pendederan, pembesaran atau distribus/pemasaran.
budidaya ikan gurame dan potensi bisnisnyaBeberapa sentra perikanan ikan umumnya berada di pulau Sumatera, NTB dan Jawa, sementara untuk luar negeri yaitu Jepang, Thailand dan Filipina.

Beberapa jenis gurame yang dikenal masyarakat yaitu gurame angsa, gurame jepun, blusafir, bastar, paris dan porselen. Jenis porselen unggul dalam hal menghasilkan telur. Bila indukan gurame bastar per sarang menghasilkan 2 ribu – 3 ribu butir, maka jenis porselen bisa mencapai 10 ribu butir.

Baiklah, sekarang mari kita coba melihat cara buddiaya ikan gurame

Persyaratan Lokasi

  1. Lokasi pemeliharaan yang terletak pada ketinggian 50-400 meter dpl dapat membuat gurame tumbuh dengan normal.
  2. Pilihlah lokasi kolam dari jenis tanah liat/lempung, cukup mengandung humus dan tidak berporos. Tanah ini bisa mencegah massa air yang besar dari kebocoran sehingga anda bisa membuat pematang atau dinding kolam.
  3. Kemiringan tanah untuk kolam usahakan sekitar 3-5% agar pengairan lebih mudah secara gravitasi.
  4. Air bersih dan dan tidak berlumpur (khususnya dasar kolam) serta tidak tercemar harus diperhatikan dalam memelihara ikan gurame.
  5. Tingkat ph air atau keasamaan yang baik antara 6,5 – 8.
  6. Suhu air dijaga berkisar 24-28 derajat celcius.

Penyiapan Kolam

Dalam penyiapan kolam anda perlu memutuskan apakah anda akan membudidayakan gurame untuk pembesaran, pendederan atau pemijahan. Berikut ini spesifikasi kolam berdasarkan keperluannya :
  1. Kolam induk, luas sekitar 10 m persegi, kedalaman 50 cm dengan kepadatan 10 jantan dan 20 betina)
  2. Kolam pemijahan, luas 200/300 m persegi dengan kepadatan  1 indukan memerlukan 2-10 m persegi (tergantung teknik pijah). Kolam lebih baik berpasir dengan kedalaman air 75-100 cm. Anda perlu menyediakan juga media penempel telur seperti kakaban atau injuk dll.
  3. Kolam pendederan, luas kolam antara 50-100 m persegi dengan kepadatan 5-5- ekor per m persegi. Kedalaman air 30-50 cm.
  4. Kolam pembesaran, selepas pendederan biasanya gurame akan masuk ke kolam pembesaran. Kepadatan diusahakan jangan lebih dari 10 ekor per m persegi.
  5. Kolam pemberokan, kola mini berguna untuk tempat pembersihan gurame sebelum dijual.


Penyiapan Peralatan


Hapa (kotak dari jaring untuk menampung induk atau benih sementara), waring, jala, seser, ember, baskom macam-macam ukuran, cangkul, arit, pisau, timbangan kecil dan atau besar serta ‘secchi disc’ untuk melihat (mengukur kadar kekeruahan adalah peralatan yang umum digunakan.

Adapun peralatan untuk panen gurame diantaranya :
  1. scoopnet (warring)  halus, ayakan penandean 5 cm,
  2. ayakan penglembangan diameter 100 cm,
  3.  keramba kupyak,
  4. fish bus (guna mengangkut gurame untuk jarak dekat),
  5. tempat penyimpanan ikan,
  6. keramba kemplung,
  7. ayakan penyabetan dari bamboo,
  8. delok /oblok (pengangkut benih),
  9. sirib (guna menangkap benih ukuran 10 cm keatas),
  10. lambit (guna menangkap gurame ukuran besar/konsumsi),
  11. seser (berfungsi seperti scoopnet tapi lebih besar)
  12. jaring segiempat (guna menangkap indukan atau gurame konsumsi)

Pembibitan

Pemilihan indukan gurame yang baik cirri-cirinya adalah :

1.       Ukuran kepala agak kecil
2.       Bentuk badan normal (panjang dan berat badan perbandingannya harus ideal)
3.       Gerakan lincah
4.       Warna cerah dan mengkilap
5.       Tidak terdapat luka
6.       Susunan sisik licin dan teratur
7.       Bermulut kecil, tidak berjanggut dan bibir indah seperti pisang
8.       Umurnya kisaran 2-5 tahun

Untuk pemeliharaan induk, masukan 20-30 ekor pada kolam seluas 10 meter persegi. Beri makan secara teratur. Indukan dengan berat 2-3 kg masing-masing diberi makan daun-daunan 1/3 kg setiap sore hari. Dedak halus yang diseduh air panah bisa jadi makanan tambahan dan berikan 2 kali seminggu, takarannya ½ blek minyak tanah per pemberian.

Apabila indukan sudah matang gonad, segera masukan ke kolam pemijahan. Cara-cara pemijahan yaitu :
  1. Selama 5 hari kolam keringkan, sambil perbaiki kolam seperti bagian tanggul dan dasar kolam.
  2. Beri kapur dan pupuk. Pemupukan pertama (dasar) bisa dengan pupuk kandang, dosisnya 7,5 kg/100 meter  persegi. Diamkan atau biarkan hingga 3 hari.
  3. Beri tanaman ganggang buntut anjing pada dasar kolam
  4. Lalu isi kolam dengan air yang telah dicampur pupuk TSP 500 gram/100 meter persegi, diamkan hingga 1 minggu, kemudian isi lagi hingga kedalaman air 75 cm.
  5. Induk bisa ditebar sebanyak 30 ekor betina dan 10 ekor jantan per 100 meter persegi kolam. Biasanya induk betina akan melepas telur-telur ke media/sarang 1-2 hari setelah berlangsung pemijahan dan telur-telur tersebut akan disemproti sperma oleh gurame jantan sampai pembuahan sel telur terjadi.  Berkisar 20-30 hari kemudian, indukan yang dipelihara dengan baik bisa dipijahkan kembali.

Larva ikan gurame

Bagaimana dengan pemeliharaan bibit/benih ? Pada kolam pendederan benih-benih yang sudah berusia 1 sampai 2 bulan (sejak menetar) bisa dibesarkan. Sebelumnya anda perlu juga melakukan pengeringan kolam atau sawah, pemupukan, perbaikan pematang dll sampai semua siap. Setelahnya baru tebar benih dengan kepadatan 30 ekor per meter persegi (ukuran benih 5-10 cm). Beri rayap atau dedaunan untuk makanan selama pemeliharaan benih dengan dosis 20-30% dari berat badan rata-rata. Lama pendederan antara 1-2 bulan. Satu kali seminggu beri dedak halus yang diseduh dengan air panas dengan takaran 1 blek minyak tanah per 100 ekor benih sebagai makanan tambahan.

Pembesaran

Anda bisa melakukan pembesaran dengan teknik monokultur atau polikultur. Penjelasan teknik tersebut sebagai berikut :
  1. Monokultur, gurame dipelihara secara sendiri (khusus). Bibit/benih yang disebar untuk ukuran 10-15 cm yaitu 500 ekor per 1.500 meter persegi luas kolam. Bibit/benih yang ditebar usianya harus sudah 2 bulan.
  2. Polikultur, pada teknik ini gurame bisa dipelihara bersama ikan mas, mujaer, lele, tawes atau nilem. Ini bisa dijadikan alternative sambil menunggu panen gurame, sebab pertumbuhan gurame relatif lambat kadang butuh 1 tahun.

Seperti halnya ketika melakukan pendederan, pada kegiatan pembesaran  pemberian pupuk juga perlu dilakukan. Pemupukan ini dilakuan hanya satu kali selama pemeliharaan. Anda bisa menggunakan pupuk kandang dan pupuk kimia. Ini dilakukan agar makanan alami tersedia. Setiap 100 meter persegi kolam beri 7,5 kg pupuk kandang. Sedikit-demi sedikit air disisakan sampai ketinggian 10 cm dan diamkan sampai 3 hari. Setelah itu, beri pupuk buatan seperti TSP atau bisa juga pupuk Urea. Setiap 100 meter persegi kolam, beri 500 gram pupuk buatan. Anda perlu menebarkan pupuk secara merata ke kolam sampai sudut-sudut kolam.

Bagaimana untuk pemberian pakan ? Biasanya pakan yang diberikan adalah berupa pelet sebagai makanan pokok. Hanya saja jika sulit, bisa diberi dedaunan yang perannya juga cukup baik untuk pakan gurame. Contoh dedaunan tersebut : daun ketela pohon, genjer kimpul, ketimun, kangkung, labu, daun papaya dan dadap. Beri pakan secara teratur. Agar pertumbuhan cepat beri pakan dengan kuantitas dan kualitas tinggi.

Perlu diperhatikan bahwa kolam harus selalu dibersihkan atau kuras setelah panen. Lakukan pemupukan kembali agar tumbuh pakan-pakan alami dan kolam menjadi subur. Ini baik bagi pertumbuhan gurame.

Panen dan Pascapanen

Untuk Panen Pendederan. Ketika benih sudah berusia 1 bulan panen bisa anda lakukan. Pertama, surutkan air telebih dahulu sedikit-sedikit, saluran air masuk diperkecil. Pasang jaring yang lembut di pintu pengeluaran  untuk menampung bejih. Biasanya benih bisa mencapai bobot 0,3 gram per ekor bila dirawat dengan baik.

Giring benih hingga masuk ke petak kecil setelah air kolam mulai surut. Lalu seroklah benih dan masukkan ke dalam keranjang panen. Anda harus mesortir dahulu karena biasanya ketika diserok ada hewan-hewan atau material lain yang ikut masuk. Baru setelah itu gurame dimasukkan ke kolam pemberokan , perlu penyeleksian agar bersih terlebih dulu. Biasanya pembersihan benih selama 1 hari agar ikan ketika dikirim tidak mabuk.

Sementara panen hasil pembesaran umunya dilakukan saat ikan sudah berumur 2-3 tahun. Pada ikan yang berumur 2 tahun akan memiliki panjang sekitar 25 cm dengan berat 0,3 kg/ ekor. Sementara gurame yang berumur 3 tahun panjangnya sekitar 35 cm dengan berat 0,7 kg/ekor. Anda perlu hati-hati agar ikan tidak terluka saat penangkapan karena bisa menurun kualitasnya. Gunakanlah air bersuhu 20 derajat celcius (rendah) untuk pengangkutan gurame hidup. Pagi atau sore hari adalah waktu yang tepat untuk pengangkutan. Pastikan jangan terlalu padat saat pengangkutan.


Nah itu dia gambaran cara budidaya dan potensi bisnis dari usaha ikan gurame. Sebetulnya penangannya cukup mudah bila anda paham. Gurame memang menjadi salahs atu ikan konsumsi yang digemari. Harganya yang relatif mahal membuat usaha membudidayakan gurame sangat menguntungkan meskipun butuh waktu yang lama. Cobalah lakukan pola pemeliharaan agar gurame bisa dipanen minimal satu bulan sekali.



Febrian R. 2011. Peluang Usaha Pembesaran Ikan Gurameh. Yogyakarta : STMIK AMIKOM Yogyakarta
http://warintek.bantulkab.go.id/


|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

1 comments

17 Januari 2016 10.08 Delete comments

Wah.. potensinya ternyata besar jg ya...

Reply
avatar

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon