#

Senin, 30 November 2015

Cara Menjual Ebook Melalui Website Memang Harus Dibangun Dari 3 Hal

Selama seminggu Darren Rowse memperoleh $ 72.000 atau sekitar Rp 756 juta dari menjual E-Book. Ia merupakan seorang Blogger kelas dunia. Mengapa anda harus membangun cara penjualan dari Website ?

Saya tidak akan membahas cara-cara yang ditempuh Darren Rowse. Ia tentu berbeda dengan anda. Hanya satu hal yang saya kutip dari Darren Rowse “Kredibilitas”. Kata ini mewakili semua sistem dan cara yang benar membangun istana penjualan E-Book yang terus-menerus.

2 Kesalahan Fatal Ketika Berbisnis Ebook

Salah kaprah ! Anda mungkin tidak menyadari cara pandang yang dilakukan ternyata salah besar. 
  1. Memasarkan tanpa membangun istana penjualan / sistem.
  2. Promosi dengan gencar tanpa terlebih dahulu membangun value dan keterlibatan.

Saya anggap selesai bila anda adalah tokoh. Tidak perlu membaca artikel ini. Namun, anda yang membaca ini pasti bukan tokoh, karena merasa tidak tahu memulainyaa. Seorang tokoh, ia publikasikan di akun sosial medianya saja pasti ada penjualan. Namun bagaimana dengan kita ? yang bukan siapa-siapa.

Hal yang perlu diingat adalah, ketika anda menjual Ebook bayangkan juga bagaimana buku-buku fisik dijual. Keduanya merepresentasikan hal yang serupa. Buku dari penulis terkenal mungkin cepat laku.
Cara Menjual Ebook Melalui Website

Apa yang dilakukan motivator untuk menjual bukunya ? 

1. Mengumpulkan audiens (target)
2. Memberi nilai kepada mereka (juga membangun ingatan)
3. Baru menjual buku

Ini yang dilupakan, faktanya menjual Ebook sulitnya minta ampun bila tidak melibatkan pihak ke-3. Semua bisa dianggap selesai, bila anda melakukan jalan pintas dengan menggunakan pihak ke-3 untuk menjual Ebook. 
  • Clickbank, 
  • Google Play Store
  • PayDotCom

Ibarat menyewa bangunan jadi yang keuntungannya dibagi dua. Memang bukan berarti tidak tepat, namun apakah arti “value” yang kita maksudkan sebelumnya ?

Setidaknya ada 3 hal yang perlu dibangun untuk menjual Ebook, salah satunya membuat “landing page”.

1. Mulailah dengan membuat sebuah website. Landing page adalah halaman pertama yang dikunjungi prospek (calon pembeli). Bila ia tertarik, mungkin akan ada tindakan lanjutan seperti, subscribe e-mail, klik artikel lain atau pada akhirnya membeli Ebook.

Inilah benang-benang membangun “value” dalam penjualan Ebook secara terus menerus (jangka panjang). 

Pemasaran adalah seni, semua harus kita kaitkan dengan dasar ilmu pemasaran termasuk perilaku konsumen. Saya tidak ingat lagi teori-teori itu. 

2. Membuat audiens (calon pembeli) benar-benar mendalami apa yang ia butuhkan, inginkan dan harapkan. Oleh karena itu, pertama anda harus terlibat dalam komunitas mereka. (misal grup facebook) Pada langkah ini, tugas anda hanya menset-up apa yang benar-benar mereka butuhkan dengan menulis konten-konten atau status-status merangsang minat ceruk. Perhatikan respon, lalu baru berikan jawaban terbaik anda (tanpa promosi Ebook).

Setelah itu, cermati bagaimana posisi anda disana ? apakah mereka mulai tertarik dengan anda ? Bila tertarik, setidaknya mereka akan mencoba melihat profil akun sosial media anda atau apapun info tentang diri anda termasuk meminta pertemanan. Inilah yang kita namakan, mengumpulkan audiens potensial. 

Ingat, cara ini mendatangkan pembeli yang loyal karena memposisikan pemilik Ebook sebagai “sosok”. Sebelum membuat materi Ebook, kenali 3 hal :
Apa kelebihan anda ? Apakah anda punya prestasi di bidang ini? prestasi tidak harus dalam bentuk penghargaan. Berhasil membuat website berpengunjung ratusan ribu juga termasuk prestasi. Apakah anda berpengalaman atau minimal menguasai materi ?
3. Pada langkah selanjutnya, mulai kenalkan karya anda. Caranya bisa dengan memposting status  mengenai studi kasus atau masalah yang dimana bisa ditemukan jawabannya dalam Ebook. Taruh link menuju landing page website.

Bagaimana teknik branding Ebook ? apakah ada ? Ya, brand-nya adalah penulis atau organisasi yang membuat Ebook tersebut. Oleh karena itu, organisasi atau penulis yang dianggap “Kredibel” sangat disukai audiens. 

Dalam ilmu pemasaran, yaitu bauran kita mengenal “Posisioning Produk”. Singkatnya, bagaimana audiens menggambarkan tentang anda sebagai penulis dengan materi Ebook yang lengkap dan menjawab masalah.

Suka atau tidak, anda perlu melakukan ini sebelum memasarkan Ebook :

  • Membuat banyak review tentang penulis/organisasi yang menerbitkan Ebook di internet. Untuk apa ? Ketika melihat Ebook, audiens selalu ingin tahu siapa penulisnya. Anda bisa meminta beberapa website me-review-kannya (dengan biaya tertentu). Ada cara gratis, suruhlah teman anda membuatkan review yang dipublis di forum-forum seperti forum kompas, viva, kaskus, liputan6, detik dan lainnya. 
  • Anda juga bisa menyuruh teman membaca Ebook, lalu minta reviewkan.

Coba pelajari “sistem pemasaran affiliasi”. Ini perlu biaya, kecuali anda bisa membuat sistem affiliasi di website. Ini memungkinkan orang-orang memasarkan Ebook anda dengan imbalan komisi. Terakhir saya lihat, hanya Rp 98 ribu untuk membuat website anda bersistem affiliasi, ada juga yang menjual script Rp 150 ribu.

Namun lupakan affiliasi, jika tidak tertarik dan semua kembali pada value yang bakal menciptakan viral. Landing page website sangat penting agar tidak dipandang sebelah mata.

Contoh landing page :



Ini merupakan landing page audiens (prospek). Landing page biasanya memuat teknik copywriting untuk membuat pembaca tertarik membeli Ebook. Pembahasan mengenai copywriting akan dimuat pada artikel selanjutnya. Stay tuned ! Itulah coretan singkat Cara Menjual Ebook via Website yang mungkin bermanfaat bagi anda. 

 Fajar M

(Kritik dan saran sangat diapresiasi. Say no to COPY PASTE. Bila tulisan anda ingin dimuat di website ini (tema bisnis atau pemasaran), silahkan kirim ke fajar.sos1@gmail.com) 
|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

0 comments

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon