#

Kamis, 12 November 2015

Pecel Lele Mulai dari Asal Usul dan Potensi Usahanya

Ekspedisiilmu – Pecel lele, sebuah hidangan lele digoreng sedikit garing (kering) dengan sambal khas jawa beserta lalapannya. Ini merupakan menu favorit saya dan sangat popular di semua kalangan masyarakat. Biasanya banyak ditemukan di pinggir jalan, berkoloni (kalau di daerah saya) dan kebanyakan penjualnya adalah orang Jawa. 

Awalnya agak aneh ketika mendengar kata pecel tapi diikuti kata lele. Umumnya yang namanya pecel itu tidak ada lelenya, hanya terdiri dari rebusan sayuran dengan bumbu kacang. Bukan lagi hal yang perlu dipersoalkan, semua masyarakat mengenalnya dan itu beda dengan pecel sayur. 

Setelah saya membaca dari berbagai sumber, ternyata nama asal pecel lele adalah Pecak lele. Ini merupakan makanan khas Jawa Timur, namun berdasarkan wikipedia.org dari Jawa Tengah. Di berbagai daerah memiliki sebutan berbeda-beda seperti di Jember ‘pecek lele’, di Malang ‘lalapan lele’, kalau di Jawa Barat umumnya disebut Pecel Lele. 

Asal kata Pecak atau Pecek sendiri merujuk pada lauk yang dipenyet atau digeprek lalu diberi sambal. Namun nama itu berubah ketika orang Jawa pergi ke Jakarta dan sekitarnya menjadi Pecel. Padahal pecel sendiri merujuk pada makanan lain yaitu aneka sayuran yang disiram dengan sambal kacang. Selain terkenal di Jawa Barat, nama Pecel ini juga merujuk pada makanan yang sama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Semua ini berubah cerita ketika pergi ke daerah Jakarta dan sekitarnya. Antara beli pecel dan pecel lele merujuk pada dua makanan yang berbeda.  Namun, sekali lagi itu bukanlah yang patut diperosalkan karena kini nama itu sudah dikenal luas.

Mengapa Warung Pecel Lele Mudah Ditemukan Dimana-Mana ?

Pecel Lele Mulai dari Asal Usul dan Potensi UsahanyaYang jelas kita tidak tahu bagaimana usaha ini bisa popular dan berkembang secara cepat. Dalih pertama adalah makanan ini memang tergolong murah meriah dan awalnya dijadikan makanan alternatif dari ayam khususnya ayam goreng. Entah bagaimana, pada perkembangannya warung pecel lele juga menyediakan menu hidangan ayam goreng.  Ini merupakan  hal yang menarik ketika melihat fenomena lapak pecel lele di pinggir jalan yang banyak kita temukan. 

Apakah Ini Potensi Usaha Yang Menjanjikan ?

Kita tentu bisa bilang “YA”. Tak perlu melakukan analisis kelayakan dahulu, kita bisa mengamati potensinya secara langsung dan dengan pendapat spontan yang muncul dari pikiran kita. Boleh jadi, ada warung pecel lele yang tidak laku, namun itu bukan karena pecel lelenya tapi pelaku usahanya. Letak yang kurang strategis atau cara penyajian dan kualitas makanannya bisa jadi kurang meyakinkan. 

Sebagian besar orang mengenal pecel lele karena sambalnya yang khas dan enak. Itulah yang kadang membuat banyak pembeli sering meminta tambah sambal. Sejauh mata memandang, pecel lele selalu diasosiasikan dengan sambalnya yang enak. Setidaknya ada 3 hal yang membuat usaha pecel lele sangat potensial :

  1. Populer (sudah dikenal), kita tidak usah mengenalkan lagi ke masyarakat (menekan biaya promosi).
  2. Bisa dimulai dengan modal yang kecil, buktinya banyak orang Jawa yang notabene berasal dari daerah bisa membuka usaha ini.
  3. Ciri khas sambal yang sering diasosiasikan dengan pecel lele menjadi keuntungan tersendiri. Prinsipnya, makanan pedas selalu memberi kesan ketagihan, ini memungkinkan terjadinya pembelian ulang atau lebih banyak. Entah mengapa orang Indonesia sangat doyan pedas, dan tanpa anda sadari rasa pedas bisa meningkatkan nafsu makan.

Bagaimana komentar anda ? Ada seorang ibu yang hanya lulusan SMP bisa memiliki 7 cabang warung tenda pecel lele dimana setiap cabang omsetnya mencapai Rp 10 juta per hari atau kini omset per bulannya menembus angka Rp 2-3 milyar. Beliau awalnya bahkan berasal dari golongan masyarakat bawah yang merantau. 

Satu lagi yang bisa saya kutip dari kampungwirausaha.com, yang mengisahkan tentang si Ibu tadi, “jualan, jualan....jualan...yang penting itu dek”. Ini sama artinya dengan “action...action....action dekk”. 

Anda yang memutuskan, saya cuma mengisahkan tulisan...

baca juga : Tips Bagi Anda yang Ingin Membuka Usaha Pecel Lele

Fajar M









|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

0 comments

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon