#

Selasa, 24 November 2015

Tips Memulai Bisnis Franchise Yang Penting Diketahui

Penting bagi anda mengetahui tips sebelum memulai bisnis franchise agar bisa sukses dan berkesinambungan. Franchise sendiri mengandung arti usaha waralaba dalam bahasa Indonesia.
Pahami dulu dengan betul apa itu bisnis dengan sistem Franchise !

Secara terminologi, franchise adalah :
sistem bisnis dalam bentuk kerjasama dengan pemilik usaha tertentu agar seseorang diberikan hak menjual, memasarkan atau menjalankannya berdasarkan kesepakatan. 


Bentuk kesepakatan tersebut biasanya dengan bagi hasil atau royalty. Anda harus paham bahwa franchise berarti “memberi hak”. Sebetulnya judul pada artikel ini memiliki 2 sudut pandang :

1.  Apakah anda ingin menjadi franchisor (pemberi hak waralaba kepada orang lain)
2. Atau anda hanya ingin menjadi franchisee (memilih/mengambil franchise untuk dijalankan) 

Bila anda Franchisor

Bila anda ada di posisi nomor 1, maka tips yang harus anda perhatikan dan tanyakan pada diri sendiri sebelum memulai me-franchise-kan usaha adalah :
    Tips Memulai Bisnis Franchise
  • Apakah anda mampu membaca potensi lokasi dan mengetahui mekanisme sewa lokasi usaha ?
  • Bagaimana konsep dan desain outlet atau tempat usaha yang anda rencanakan ? Tekankan ciri khas.
  • Apakah anda mampu menyediakan dan menyuplai bahan-bahan, barang atau produk kepada franchisee ? utamakan efisiensi biaya ?
  • Sudahkan anda memikirkan tentang prosedur mulai dari sistem kerjasama, standar pelayanan atau teknis yang harus dieri tahu kepada franchisee. ?
  • Apakah anda bisa menyediakan tenaga kerja sesuai kebutuhan franchisee ? 
  • Apakah anda punya waktu untuk mensurvei lokasi dan mengontrol usaha franchisee ? Posisikan bahwa disini anda juga berperan sebagai konsultan.
  • Apakah anda sudah memahami PP No 42 Tahun 2007 tentang kriteria bisnis yang boleh diwaralabakan yaitu seperti ada ciri khas, terbukti memberi keuntungan, memiliki standar pelayanan yang ditawarkan (SOP), berkesinambungan, mudah dijalankan dan memiliki hak kekayaan intelektual yang terdaftar.
  • Berapa royalty yang akan ditetapkan ? umumnya berkisar 5-15 persen dari penghasilan kotor franchisee.

Namun, jangan khawatir dengan pertanyaan-pertanyaan diatas. Sebab semua itu pasti akan melekat pada diri seorang pebisnis. Hal yang diperlukan adalah menyederhanakan teknis usaha agar franchisee bisa dengan mudah menjalankan usaha waralaba anda, ini yang penting. Selain itu, usahakan anda punya standar pelayanan yang jelas, ini penting untuk menjaga kualitas pelayanan yang akan berdampak pada brand image bisnis atau produk. Langkah terakhir, buatlah prospektus penawaran waralaba yang memuat tentang informasi seperti : data identitas franchisee, sejarah singkat usaha, struktur organisasi, laporan keuangan, alamat usaha dan jumlah cabang, dsb. Usaha waralaba (franchise) sebetulnya sangat potensial bila dilakukan dengan benar.

Anda tidak perlu berkecil hati mengenai peraturan-peraturan, berdasarkan pengalaman beberapa franchisor mem-franchise-kan usahanya secara kekeluargaan. Artinya, ya obrolkan saja tentang bisnis anda kepada orang lain, bila mereka tertarik silahkan action !. Mengapa saya berkata demikian ? karena saya pernah kenal dengan franchisor makanan tahu pedas. Kerjasamanya simple tidak dipusingkan dengan aturan, yang penting jalan dahulu saja kalau masih merintis, ketika mulai berkembang maka baru perkuat dengan payung hukum, mengurus legalitas dll. 

Bila anda Franchisee

Memilih menjalankan bisnis franchise adalah cara pintar memulai usaha, apalagi untuk pemula. Kelebihannya tidak usah diperdebatkan lagi. Terutama bila produknya sudah punya nama atau terkenal dan selalu menjadi pembicaraan orang-orang. Ini menandakan sinyal “laku”. Beberapa tips bagi anda yang ingin memulai bisnis franchise sebagai franchisee diantaranya :

  1. Berapa budget yang anda miliki ? Bila besar pilih franchise yang sudah punya nama, meski mahal. Namun bila budget kecil, pilih franchise berdasarkan peluang yang anda lihat.
  2. Franchise apa yang menarik dan potensial ? Misal franchise makanan. Usahakan selain potensial, juga menarik bagi anda agar totalitas menjalankannya.
  3. Dimana lokasinya ? Strategis, sesuai target pasar, pesaing rendah. Bila anda menjual es cappuccino cincau, dekat dengan kampus adalah pilihan tepat. 
  4. Bila perlu ambil alih usaha franchise yang tutup (take over). Namun ingat, kenali apakah mereka tutup karena tidak laku ? Bila demikian, bisa anda ambil alih dan cari lokasi baru yang lebih strategis. Ini lebih menguntungkan dan mungkin bisa lebih hemat biaya.
  5. Pelajari penawaran. Jangan tergiur dengan insentif keuntungan yang tinggi. Lebih baik anda pelajari dulu berkaitan dengan informasi usaha yang dimiliki franchisor, jumlah cabangnya, sesekali coba cari di google bandingkan dengan franchisor lain yang usahanya sama, kualitas dan kterjaminan suplai bahan, kemudahan teknisnya dan lain-lain. 
  6. Apakah butuh pegawai ? Yak, bila anda tidak punya waktu rekrutlah pegawai. Beberapa mungkin direkomendasikan oleh pemilik usaha waralaba. Cari pegawai yang jujur, lebih ok jika anda mengenalnya dan tahu alamat rumahnya. 

Satu lagi yang tidak boleh dilupakan, Jalankanlah bisnis dengan cara yang benar. Banyak usaha franchise yang sebetulnya potensial dari segi produk dan pasar namun berakhir dengan kegagalan. So, perhatikan cara anda berjualan, baik dari segi pelayanan, maupun pemasaran. Jangan sungkan untuk meminta feedback agar anda tahu, sebetulnya pelanggan puas atau tidak. Ada cara sederhana untuk melihat kepuasan pelanggan, yaitu dengan melihat diantara mereka pasti ada yang datang kembali (pembelian ulang). Apalagi jika banyak yang datang kembali, ini menandakan bisnis berhasil.

Last words, hal terpenting adalah “passion” ketika memilih usaha waralaba. Gabungkanlah antara passion dan peluang (pasar). Ini kadang yang tidak dipikirkan. Bisnis yang sesuai passion akan berjalan secara berkesinambungan dan totalitas, sementara bisnis yang punya peluang pasar akan lebih mudah sukses. Menulis artikel saja harus melihat pasar, apa yang sering dicari orang untuk dibaca-apalagi menjual produk. Sekian dari saya, semoga menambah wawasan dan menjadi referensi terbaik untuk anda.

baca juga : 20 Contoh Penawaran Bisnis Waralaba dan Modalnya
Contoh Usaha Waralaba/Franchise Modal Kecil Gratis Ongkir


Penulis : Fajar M

|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

0 comments

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon