#

Jumat, 18 Desember 2015

5 Pertanyaan yang Membantu Karir Anda Menjadi Lebih Baik

Anda bisa melihat bagaimana kebanyakan isi profil di Linkedlln, jelas bahwa 3 tradisi rencana karir (lulus kuliah, mendapatkan pekerjaan, bekerja selama 40 tahun ke depan di perusahaan yang sama sampe naik jabatan) tersebut sudah tidak relevan.

Tren dewasa ini terbalik, anggapan bahwa sebagai seorang professional muda, anda akan memiliki banyak waktu dan pilihan dalam karir adalah tidak tepat. Memiliki terlalu banyak pilihan karir akan membuat anda lumpuh dan hilang arah. 

Pasar tenaga kerja terus bergeser akibat perubahan teknologi dan ekonomi, memilih jalan yang benar dari awal dapat membantu anda menghindari stres emosional dan keuangan di tengah jalan. Tentu saja, Anda harus mempertimbangkan faktor-faktor lain ketika mencoba untuk memutuskan karir mana yang akan dikejar. "

Berikut adalah pertanyaan penting  yang harus Anda putuskan :

1. Ahli dibidang apa dan apa yang anda sukai ?

Ya saya tahu. Anda selalu mendengar istilah "mengikuti kata hati". Sementara beberapa orang memiliki gairah yang jelas, banyak dari kita yang kehilangan "puzzle passion" lumpuh dengan ketakutan. Bahkan jika pun Anda memiliki gairah, kemungkinan besar itu sesuatu yang samar dan jauh dari jangkauan, seperti ingin menjadi the next Stephen King.

Masalahnya bukan pada ide mengejar hal-hal dimana anda ahli dan anda cintai, melainkan bahwa aspirasi Anda terlalu luas dan sulit untuk bertindak secara nyata. Pikirkan gairah hidup Anda sebagai titik awal. Jika Anda ingin menjadi Stephen King berikutnya, pecah gairah dan mulai menulis dan mengedit. 

Apakah Anda cukup baik untuk memberikan umpan balik dan pembinaan penulis lain? Menjadi guru menulis atau guru mungkin tepat untuk Anda. Bagaimana benar-benar menggali ke subjek, mensintesis satu ton penelitian dan membimbing arah editorial ? Kemudian menjadi penulis atau editor teknologi mungkin lebih cocok.

2. Apakah Anda Tipe “promotion or prevention focused” ?

Merasa termotivasi merupakan aspek penting dari kepuasan kerja. Tapi penyebab motivasi bervariasi dari orang ke orang. Secara umum, ada dua jenis motivasi utama: fokus promosi dan fokus pencegahan. 

Profesional yang berfokus pada promosi adalah materi  pengusaha. Mereka bekerja dengan cepat, menangkap peluang baru dan berpikir secara abstrak. Kekurangannya adalah mereka dapat bersikap impulsif, terlalu optimis dan cenderung membuat kesalahan besar.

Profesional yang terfokus pada “pencegahan” sebaliknya, berfokus pada mempertahankan status quo. Para profesional ini lebih memilih perencanaan, kehandalan, ketelitian dan berpikir analitis.

Sementara kita semua perlu sedikit pemikiran yang berorentasi promotion- dan prevention, penting untuk menentukan cara Anda bersandar sebelum menyelam menyusuri jalur karir. Seseorang yang prevention-focused, misalnya, akan melakukan jauh lebih baik menjadi pengembang di sebuah perusahaan besar daripada meluncurkan startup (bisnis) sendiri. Seorang promotion-focused kemungkinan akan merasa tercekik dalam tradisi, lebih ingin berkembang di lingkungan yang kreatif dengan risiko yang lebih besar dan manfaat yang lebih besar.

Tanyakan 5 hal ini pada diri anda sebelum memulai karir

3. Apa lingkungan terbaik untuk tipe kepribadian Anda?

Untuk alasan yang sama, hal ini sering membantu untuk melakukan tes kepribadian lebih dalam seperti Myers-Briggs. Ini akan membantu Anda lebih lanjut menentukan hanya apa yang Anda butuhkan dalam lingkungan kerja untuk berkembang. Terutama yang penting adalah menentukan apakah Anda lebih dari seorang introvert atau ekstrovert, sebagai dua tipe kepribadian berbeda dalam kebutuhan mereka.

Introvert, misalnya, mungkin lebih tertarik pada peran yang lebih tenang, sementara ekstrovert akan berkembang dalam hal kesibukan diluar yang menantang. Berbicara di depan umum, kerja sama tim diperlukan dan sering kontak dengan klien juga faktor yang perlu dipertimbangkan.

Introvert dan ekstrovert bisa berkembang dengan baik dan cocok untuk kepribadian yang berlawanan, asalkan mereka bergairah melakukannya dan mampu beradaptasi dengan pekerjaan tersebut. 

4. Jenis gaya hidup apa yang Anda inginkan?

Ini kadang tidak terpikirkan. Anda tidak harus mengejar "Rp 50 juta per bulan". Setiap orang memiliki cara pandang berbeda dalam menikmati hidup. Percayalah, bahwa ada orang yang bahagia dengan gaji Rp 2 juta saja atau 3 juta saja per bulan. Bahkan pekerja sosial sangat puas dengan gaji yang nyaris “0”. Ini adalah cara masing-masing. 

Bila anda terbiasa gaya hidup hedonis, sering makan diluar, jalan-jalan, bermain, pesta dan sebagainya maka gaji besar adalah sebuah kebutuhan. Namun ada juga orang yang mengejar uang demi mendapatkan modal bisnis, namun sebenarnya ia bukan tipe hedonis.

5. Di mana Anda ingin hidup?

Meskipun tidak penting untuk setiap jenis karir, menentukan di mana Anda ingin hidup dapat menjadi bagian penting dari proses pencarian karir. Hal ini terutama berlaku untuk pekerjaan yang difokuskan di daerah tertentu. Jika Anda ingin bekerja di industri majalah, maka Anda mungkin perlu pindah ke New York City atau Jakarta.

Apakah Anda mencari gaya hidup metropolitan dengan restoran dan atraksi budaya di setiap sudut? Atau apakah Anda membutuhkan keindahan dan ketenangan suasana pedesaan ?

Memutuskan karir yang tepat untuk Anda bisa menjadi proses yang luar biasa. Daripada berfokus pada identifikasi jalur langsung, pertama menentukan kebutuhan dan tujuan Anda sendiri, dan kemudian sinkronkan temuan Anda dengan apa yang dunia tawarkan.

dikutip dan terjemahkan dari : brazen blog
|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

2 comments

19 Desember 2015 02.09 Delete comments

yang paling menyebalkan dalam wawancara adalah tidak ada jawaban yang benar mutlak..hmmm... :(

Reply
avatar
22 Desember 2015 14.49 Delete comments

5 pertannyaan yang buat berfikir 7 x sebelum menentukan jawabannya

Reply
avatar

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon