#

Jumat, 04 Desember 2015

Grafologi - Teknik Membaca Kepribadian Lewat Tulisan Tangan

Tahukah anda ? Ketepatan ilmu grafologi dalam membaca kondisi riil psikologis seseorang ternyata mendekati  sempurna. Dikatakan, paling tidak 80% sampai 90% kepribadian sejalan dengan kondisi kejiwaan. 

Sebenarnya apa sih definisi grafologi ? 

Grafologi adalah ilmu yang digunakan untuk mengetahui kepribadian serta karakter manusia melalui tulisan tangan atau coretan. 

Grafologi juga dikenal dengan istilah handwriting analysis. Ini banyak digunakan oleh para dokter dalam memeriksa atau mengatasi masalah kejiwaan pasien. Manfaat grafologi lainnya banyak digunakan untuk membangun kepribadian anak didik, juga dipakai ketika menentukan seorang karyawan untuk menjabat posisi tertentu. 

Mengapa tulisan mencerminkan kita yang sesungguhnya ?

Alasannya, gerakan psikomotorik menulis dipengaruhi oleh proses psikis dan otak. Rangsangan-rangsangan kecil pada otak menyebabkan tulisan tangan tiap-tiap orang memiliki keunikan atau ciri yang sangat khas. Jadi, tulisan tangan adalah hasil dari gabungan gerakan-gerakan pada otak dan pembawaan (karakter) psikis seseorang bukan hasil karya otot tangan semata. 

Sejarah Grafologi

“graphi” adalah asal kata grafologi dalam bahasa Yunani, yang berarti “tulisan” atau “coretan”. Beberapa ilmuan kontemporer dalam bukunya mengistilahkan dengan sebutan handwriting analysis. Ada juga yang mengatakan “brainwriting” atau tulisan otak sebagai grafologi. Yang jelas semua mengacu pada ilmu membaca karakter dan sifat sesorang lewat tulisan tangan.

Grafologi sendiri merupakan cabang ilmu Psikologi yang dipelajari pada mata kuliah Psikografik atau Psikodiagnosik yang dikembangkan R. Rophal dari Universitas Hamburg Jerman. Sebenarnya ada 2 metode dalam grafologi (membaca karakter dan kepribadian lewat tulisan), pertama teknik Perancis dan kedua adalah teknik Jerman. 

Perbedaan 2 Teknik Grafologi

  • Teknik Perancis lebih cenderung menganalisa per huruf, yang kemudian digabungkan.
  • Teknik Jerman melihat dari tulisan seseorang secara keseluruhan.

Teknik Perancis biasanya dipelajari terlebih dahulu oleh pemula.

Grafologi di Indonesia

Perkembangan grafologi di Indonesia belum maksimal. Lantaran belum banyak ahli-ahli grafologi yang mampu membawa ke tengah-tengah masyarakat secara luas. Di Indonesia, grafologi ditempatkan sebatas teori pada mata kuliah Psikologi sebagai alat bantu Psikodiagnostik (Tes Psikologi) di kota-kota besar. 

Manfaat Grafologi

Membaca kepribadian lewat tulisan
Dalam bidang pendidikan, ilmu ini banyak dimanfaatkan untuk mengetahui bakat dan minat siswa. Selain itu, grafologi juga digunakan pada bidang forensik, kriminalitas dan pengembangan karakter (kepribadian). 

Para ahli juga menggunakan ilmu ini untuk mendiagnosis penyakit mental, seperti juga yang dilakukan Polisi untuk memperoleh gambaran kesehatan mental tersangka. Beberapa institusi juga menggunakannya untuk membaca kepribadian calon karyawan atau bawahannya, itulah mengapa kadang ada tes menulis saat proses rekrutmen.

6 Cara Membaca Kepribadian dan Sifat Seseorang lewat Tulisan (Grafologi)


1. Besar Kecilnya Tulisan

Tulisan berukuran kecil : Menunjukkan sifat pendiam, ilmiah, namun sering menyendiri. Biasanya nalarnya logis dan mempunyai otak cemerlang. Ini dibagi lagi jadi 2. Bila tulisan kecil tapi jelas dan mudah dibaca, menunjukkan ia pandai, punya daya konsentrasi kuat, namun kadang sering menonjolkan ilmunya. Sementara, tulisan kecil tapi sulit dibaca, menandakan ia bertipe mandiri dalam hidupnya.

Tulisan berukuran sedang : Menunjukkan tipe orang yang terpaku pada tradisi kuno atau bersifat formil modern. Umumnya ia cekatan dalam penggunaan logika dari dasar referensi keputusan-keputusannya. 

Tulisan berukuran besar : Menunjukkan ia memiliki ambisi besar namun murah hati dan kerap mengharapkan orang lain menghargainya. Ia juga kadang sering membicarakan hal-hal yang tidak penting. Tipe ini sangat hati-hati, suka bikin perhatian bagi sekelilingnya, banyak “ekting” karena “caper” (cari perhatian), selalu ingin tampil beda dan di depan, gemar berpetualang sertai ikut kata hati (jiwa).

tipe orang yang tulisannya besar, sedang dan kecil


2. Gaya Tulisan

Gaya sambung biasa : mudah bergaul, senang memberi solusi, bisa meneirma ide orang, umumnya disenangi temannya.

Gaya sambung berbentuk petak : mudah dipengaruhi, sembrono (karena suka menganggap enteng persoalan).

Gaya sambung berliku (banyak liku-likunya): sangat formil, sering mengungkapkan status namun hati-hati, pendiam, sering menyendiri, umumnya punya banyak bakat atau keahlian.

Gaya lurus dan lancip : agresif, tekun ketika mengerjakan sesuatu, kadang enggan kompromi. Bila huruf awalnya saja yang lancip, tandanya ia punya konflik psikologis yang kadang agresif. 
Gaya campuran (tulisan sambung tidak karuan) : sukar membaca atau pemikir cepat, kreatif namun mudah tersinggung bila anda kritik. Bila bertolak belakang dengan kehendaknya, sulit untuk minta bantuan kepadanya.

3. Kemiringan Tulisan

Miring ke kiri : sikap tertutup (introvert), konservatif, sangat individualis, segala sesuatu diukur dari penilaiannya sendiri. 
ciri orang dengan tulisan miring ke kiri

Miring ke kanan : ramah, aktif, bersikap terbuka (extrovert), berani dengan tantangan. (Presiden Soekarno memiliki gaya penulisan miring ke kanan).

ciri orang dengan tulisan miring ke kanan

Tegak : tidak suka diatur orang lain, selfish, kebebasan adalah hobinya namun tetap suka memilih hal positif.


4. Tekanan Tulisan

Tekanan halus : bersifat tenang.

Tekanan kuat (tercetak jelas bila dilihat dari belakang kertas) : bersifat kaku dan formal, sulit menyesuaikan diri.

ciri orang dengan tulisan menekan kuat (timbul)


5.  Bentuk Huruf Awal

Bentuk jangkar : cenderung kurang dewasa, kurang percaya diri menjalani hidup, bersikap pasif

Bentuk busur (huruf awal seperti ditarik mirip busur) : cepat puas dengan hasil, berpandangan kuat pada nilai religious.

Bentuk memanjang (huruf awal ditulis pelan) : lambat ketika bekerja, boros waktu. Namun bila bentuk  digoreskan secara cepat dari bawah menunjukkan sifat agresif, pekerjaan cepat selesai dan gemar bereksperimen.

baca juga : 7 Kebiasaan Buruk yang Membuatmu Tidak Sukses

6. Bentuk Huruf Akhir

Huruf akhir memanjang : murah hati, jiwa sosialnya tinggi. Bila memanjangnya keatas, berarti ia suka kemewahan, meski idealis dan bersemangat. 

Huruf akhir menyilang : bila perbuatannya keliru orang tipe ini tidak segan mengkritik dirinya sendiri.
ciri orang dengan tulisan huruf w menyilang


Membangun dan Mengembangkan Kepribadian Lewat Grafologi

Ini bisa menjadi awal yang baik mengetahui karakter dan pembawaaan diri sendiri. Grafologi bisa membantu anda mengenal lebih jelas seperti apa anda..

Bila ternyata anda bukanlah seperti yang diharapkan, maka ini bisa menjadi bahan introspeksi diri. Andai kata, anda selalu ingin disenangi dan dikenal banyak orang, namun faktanya anda tipe orang yang tertutup (introvert). Maka, segera setelah mengetahui ini perbaiki kebiasaan tersebut. Ini juga pernah saya alami. Saya sendiri adalah tipe introvert, namun seiring berjalannya waktu mulai bisa teratasi khususnya semenjak masuk kuliah. Sekarang saya gampang akrab dengan orang baru, bahkan seringkali selalu minta kontak mereka, apalagi ketika “nyambung”. 

Beberapa kebiasaan saya akhir-akhir ini, yang diyakini menjadi salah satu pendorong perubahan kepribadian :
  1. Sering berbicara pada diri sendiri (bukan berarti orang gila), saya sering berbicara dengan diri sendiri ketika ada masalah, tantangan, keinginan, harapan, impian, kekesalan atau kekecewaan. Isinya selalu saya buat positif karena saya sering menonton Mario Teguh (hehe), dan banyak buku mengungkapkan hal spektakuler mengenai pembicaraan yang positif. Percaya atau tidak ketika telat bangun shalat subuh saya seketika sering spontan langsung bicara “haduh dasar ente jar komitmen komitmenn”. Ini beneran loh terjadi, karena sebelum tidur saya selalu bersumpah bangun pagi maksimal jam 5. Pernah sesekali saya merasa ada yang membangunkan dengan suara “sssuiittt” sebanyak 2 kali, ketika saya kelamaan tidur siang. Bukannya takut, saya malah bilang terimakasih (haha), sebab bila tidak bangun saya bakal dimarahin karena bisa telat jaga server.
  2. Meyakini semua ada hikmahnya. Ini sebenarnya yang sulit diterima oleh siapapun. Ketika mengalami kegagalan dan ujian berat, sukar meyakini bahwa apakah ini yang Allah berikan ?. Astagfirullah, akhirnya karena sering baca-baca kemampuan saya menyikapi hidup jadi lebih baik. Bahkan, titik balik kekecewaan dan adrenalin hidup saya diuji ketika saya menjadi salah satu orang yang menyebabkan tragedi kebakaran dan menimbulkan keributan setelah kejadian. Tragedi ini sampai masuk Koran radar Bogor, sempat masuk ranah musyawarah antar keluarga. Kaki dan tangan saya dipenuhi luka lecet dan terasa panas karena berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, bahkan sempat bertindak sembrono karena saya berada dibawah kabel listrik yang terbakar. Saya mengeluarkan air mata diatas sajadah (karena langsung dimarahin dan disuruh shalat tahajud-kejadian dini hari), ingat perkataan Mario Teguh Golden Ways “Orang-orang hebat disana, belum pernah tidak diuji dengan masalah besar”.
  3. Meyakini “yang saya lakukan hari ini akan terlihat hasilnya di masa depan”. Artinya, aktivitas yang kita lakukan hari ini mencerminkan kualitas hidup kita di masa yang akan datang. Ini yang juga mulai saya yakini.

Dengan demikian, grafologi bukanlah alat yang bisa mengubah kepribadian anda. Ini hanya alat pendeteksi, seperti apakah rupa anda ? Baru setelah mengetahui seperti apa anda, tinggal anda yang memutuskan. Hanya kamu sendiri yang bisa mengubah kepribadian. Namun, dengan membaca karakter lewat tulisan (grafologi) bisa menjadi titik balik untuk membangun kualitas diri ke depan. Semoga bermanfaat. Like dan share bila artikel ini dirasa bermanfaat.

Fajar M

(Silahkan share artikel ini ke sosial media, namun dillarang menjiplak untuk dimuat ulang di blog/website lain. Bila tulisan anda ingin dimuat di situs ini silahkan hubungi saya pada navigasi contact)

Pustaka :
Fikri I. Menggagas Grafologi Islam; Studi Tentang Konsep Pengembangan Kepribadian Dengan Pendekatan Tulisan Tangan Arab

|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

1 comments

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon