#

Minggu, 13 Desember 2015

Langkah Mengatasi Bisnis yang Terancam Bangkrut dengan Contoh Kasus

Mengatasi bisnis yang terancam bangkrut bukan soal teori, kita harus belajar dari fakta dan pengalaman orang lain. Ini cara paling cepat dan tepat, dibanding anda yang pemula menganalisis sendiri tanpa melihat pengalaman senior.  Bagaimana menyikapi usaha yang nyaris bangkrut ? Mari kita diskusikan bersama.

1. Analisis, Apa Penyebab Utama Bisnis “Sakit” Contoh Kasus PT POS dan Pecel Lele Lela

Ketika berada pada Break Event Point (titik impas) anda belum bangkrut. Selagi bisnis masih bisa menutupi semua biaya maka, semuanya belum berakhir. Namun, bagaimana bila laba sudah minus ? Tetap, anda masih bisa bangkit meskipun dengan kesempatan waktu yang lebih sempit, Rangga Umara saja bisa bertahan selama 3 bulan dengan hasil minus. Namun, bisnis yang terancam bangkrut dengan cepat perlu dicari jawabannya. Tidak usah khawatir, kita bisa belajar dari perusahaan-perusahaan yang hampir bangkrut. 

Contoh kasus pada PT Pos Indonesia, perkembangan teknologi internet menjadi penyebab utama PT Pos Indonesia terancam bangkrut karena semakin sedikit masyarakat yang mengirim surat. Sebagai strategi, Dirut Utama PT Pos mendirikan Pos Shop yang menghadirkan toko retail Indomaret dan layanan e-commerce untuk melebarkan sayap. PT Pos melakukan metamorphosis dari postal company menjadi network company. Namun, bila kita dalami lebih jauh, ternyata yang menyebabkan POS dulu sulit berkembang adalah SDM-nya juga. Internal perusahaan sangat kacau khususnya dalam hal laporan keuangan yang sulit dikonsolidasi. 

Mengatasi Bisnis yang Terancam Bangkrut
Pada kasus usaha UMKM khususnya dibidang kuliner, masalah lokasi/tempat sering menjadi faktor utama penyebab bisnis gagal. Rangga Umara, sang innovator Pecel Lele Lela pun mengalami hal serupa di masa awal bisnis. 3 Bulan pertama, usaha Rangga selalu minus, ia tahu bahwa ini karena faktor lokasi. Orang-orang tidak tahu keberadaannya. 

Ini adalah dasar, bila anda tidak bisa menganalisis masalah carilah konsultan. Daya analisis memang perlu dan saya yakin, ini sudah melekat dalam diri pebisnis. Bila mereka benar-benar telah membangun usaha dari titik 0 (berpengalaman), semua penyakit akan terdeteksi dengan mudah.

2. Catat dan Lakukan Tindakan Perbaikan atau Perubahan 

Ketika direksi dirombak dengan menempatkan Ketut Mardjana sebagai direktur utama di tahun 2009 dan Sukatmo Padmosukarso sebagai wakilnnya, mereka bisa mengubah wajah perusahaan dengan semboyan network company-nya serta Pos Shop. Ketut Mardjana pun menjadi salah satu dari 6 CEO BUMN Pilihan Tempo di tahun 2012.

Hal yang bisa kita pelajari, strategi brilian selalu dibarengi dengan kualitas sumber daya manusia. Sebab, biasanya ide brilian lahir dari tim yang kredibel. Bagaimanapun, motor penggerak adalah ujung tombak membangun bisnis. Tidak hanya bertumpu pada tim marketing, semua harus bersinergi untuk menjawab masalah. 

Contoh, Bila tim pemasaran bekerja dengan brilian, menarik permintaan yang melimpah. Namun disisi lain, tim produksi menyatakan tidak bisa menampung semua permintaan tersebut karena masalah bahan baku atau modal kerja yang terbatas. 

Kita lanjutkan cerita Rangga Umara, “fix” karena faktor lokasi Rangga  pindah ke lokasi lain yang ramai. Namun, yang aneh , bekas rumah makan yang tutup karena sepi pembeli, malah dipilih Rangga. Tapi dugaannya tidak meleset, ternyata tempat ini cocok berjualan pecel lele dan cukup ramai meskipun yang laku adalah menu ayam gorengnya. 

Kita bisa belajar soal “Lokasi”. Ini merupakan fakta yang menarik, setiap orang harus punya insting bisnis yang bagus. Ia harus bisa memprediksi selain mengambil peluang. Awalnya saya pikir, bila tempat ini bekas rumah makan yang tutup karena sepi maka jelas seharusnya Rangga tidak memilih tempat tersebut. Namun, pelajaran ini bisa kita petik. 
“Berfokus hanya pada lokasi adalah cara yang salah, anda juga harus melihat variabel lain seperti selera konsumen sampai kompetitor sejenis”
Boleh jadi, ada faktor lain yang menyebabkan rumah makan sebelumnya sepi pembeli, entah itu dari masalah pelayanan, soal rasa atau kebersihan (kepuasan), persaingan untuk pelaku sejenis dan sebagainy. Jadi, ketika terancam gagal, jangan cepat-cepat memutuskan bahwa lokasi tersebut kurang cocok kecuali anda benar-benar punya alasan kuat. Rangga mungkin memiliki alasan kuat untuk pindah.

Bagaimana jika tidak punya uang ? Bisnis sepertinya harus benar-benar ditutup. Oh tidak sobat ! Anda tahu, ujian Rangga tidak sampai disitu. Ia harus meminjam uang Rp 5 juta ke rentenir setelah pemilik sewa menaikkan harga sewa tempat. Lantaran, ia tidak bisa menggaji karyawannya bila harga sewa dinaikan 2 x lipat.

Cobaan lain kian datang ditinggal koki (juru masak), Rangga kelimpungan mencari pengganti. Alhasil, Rangga banyak berkomunikasi dengan rekannya yang adalah manajer di salah satu restoran. Rangga diperkenalkan dengan konsep “SOP”. Dengan Standar Operasional Prosedur, kini Rangga tidak khawatir lagi bila ditinggal Koki, karena semua “ingredient” dan langkah-langkah tertulis dalam SOP.

Satu point penting lagi, “Networking”. Ini bukan hanya soal pemasaran, tapi juga berimbas pada transfer ilmu pengetahuan bisnis. Ketika dihadapi ujian, semakin banyak kenalan, semakin mudah kita bisa sharing masalah. Ini cara paling cepat dibanding menganalisis masalah sendiri. Kita bisa meminta saran mereka yang berpengalaman. Bahkan Rangga menjadikan temannya tersebut sebagai konsultan karena Rangga yakin dengan posisinya sebagai manajer di restoran bisa memandu usahanya.

lihat juga : Cara Menyikapi Keadaan Bangkrut

Bila bisnis mulai bangkit kembali, maka lanjutkan ke nomor 3.

3. Tidak Berakhir Disini, Selalu Perhatikan Ramalan Permintaan dengan Melihat Perkembangan Dunia Informasi.

Mengapa melihat perkembangan dunia menjadi penting ? Ya, abad platinum sangat menuntut anda untuk melek informasi. Apalagi dengan adanya pasar bebas serta MEA, bisa saja tahun depan produk anda digeser oleh produk Thailand. Apalagi bila sudah skala ekspor-impor, pergerakan kurs Rupiah akan lebih diperhatikan. 

Anda mungkin tidak mau ketinggalan dengan contoh kasus Japan Arilines, yang terbantu oleh nilai tukar mata uang Yen terhadap dollar dan euro. Perusahaan ini hampir bangkrut. Selain strategi pemotongan anggaran dengan meminjamkan pilot ke maskapai penerbangan lain, Japan Airlines juga sangat terbantu dengan penguatan mata uang Yen. Perusahaan ini juga mengurangi jumlah rute penerbangan yang kurang menguntungkan.

Apakah melihat perkembangan dunia juga penting bagi usaha UMKM ?

Oh jelas penting sekali. Perkembangan informasi harus bisa diakses oleh pelaku usaha manapun. 

Manfaat yang bisa diperoleh :
  1. Menambah wawasan untuk mengembangkan ide kreatif dan terus melakukan inovasi.
  2. Melihat peluang dan ancaman.
baca juga : Sebab Utama Usaha Kecil Bisa Bangkrut

Intinya ada pada poin ke-2, Akses informasi memungkinkan kita bisa melihat peluang dan ancaman dengan cepat. Kita bisa memprediksi dan menyusun lebih awal strategi bisnis jangka pendek maupun jangka panjang. 

Tiga Langkah Mengatasi Bisnis yang Terancam Bangkrut seperti dijelaskan diatas adalah bersifat umum, namun perlu pendalaman. Tidak usah khawatir, ada baiknya anda membaca banyak buku mengenai manajemen resiko. Namun, belilah buku yang mudah dicerna dan “to the point”. Tidak menjelimet pada teori saja, tapi mudah dicerna. Buku The Power of Kepepet bisa anda coba. Sisihkan uang untuk menguasai ilmu selamanya.


Fajar M.

(Kritik dan saran tinggalkan dalam kolom komentar. Silahkan share artikel ini bila dirasa bermanfaat, namun jangan dijiplak untuk dimuat ulang di situs/blog lain)
|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

1 comments

14 Desember 2015 20.09 Delete comments

Banyak faktor yang bisa menyebabkan bisnis mengalami kebangkrutan, maka dari itu perlu antisipasi sedini mungkin ya mas

Reply
avatar

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon