#

Minggu, 17 Januari 2016

Cara Memulai Bisnis Air Minum Isi Ulang dengan Tepat

Rekomendasi konsumsi air minum untuk pria menurut Institute of Medicine adalah 3 liter setiap harinya atau setara dengan 13 gelas. Sementara untuk wanita 2,2 liter atau 9 gelas. Para dokter menganjurkan orang meminum 8 sampai 9 gelas per hari. Air adalah kebutuhan manusia paling penting nomor 2 setelah udara. Tidak heran bila memulai bisnis ai air minum isi ulang menjadi pilihan tepat bagi anda. Kini cukup banyak bersebaran depot air tersebut. Tentunya bukan tanpa alasan semakin banyak yang membuka bisnis ini.

Ukuran air mineral kemasan (galon) setara dengan 19 liter air. Bila setiap keluarga rata-rata mempunyai 4 anggota keluarga saja, dengan konsumsi 4,4 liter untuk ayah dan ibu, 3,6 liter untuk dua orang anak-anak usia 12 tahun (rekomendasi AS) maka total kebutuhan air minum keluarga adalah 8 liter per hari.

Dengan demikian, setiap keluarga akan membeli (mengisi ulang) air minum galon 3 hari sekali. Katakanlah dalam satu RT idealnya ada 30 Kepala Keluarga saja seperti yang diungkapkan Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Setdako Pekanbaru, Irma Novrita. Bila anda satu-satunya pengusaha depot air minum di RT tersebut, maka ilustrasi itung-itungannya 30 x 8 liter = 240 liter per hari atau sama dengan 13 galon air minum dalam kemasan bila digenapkan.

Cara Bisnis Air Minum Isi Ulang
Umumnya pelaku usaha depot air isi ulang memperoleh keuntungan Rp 2.500 per galon. Maka 13 galon x Rp 2.500 = Rp 32.500. Hm, ini itung-itungan sederhananya ya, bila paling banter kita hanya bisa menjual 13 galon air minum isi ulang per hari. Namun menurut Asosiasi Depot Air Minum (ASDAM), seperti dikutip dari inviro.co.id, kebanyakan depot sedikitnya bisa menjual 40 galon PER HARI. Wah, coba kita kalikan lagi 40 galon x Rp 2.500 = Rp Rp 100.000, lumayan besar. 

Terlepas dari masalah hitung-hitungan diatas, soal laba atau untung kembali pada bagaimana  perencanaan kita sebelumnya dan pengelolaannya ke depan. Inilah yang paling penting.

Ada beberapa hal yang penting diketahui bila ingin memulai bisnis air minum isi ulang. 
  1. Kita harus memperhatikan kebersihan dan keterjaminan peralatan depot serta tempat.
  2. Kita akan sangat perlu memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi sebagai bukti tertulis dari Dinas  Kesehatan bahwa DAM (Depot  Air Minum) telah memenuhi standar baku mutu. Untuk memperolehnya, tim pemeriksa dari Dinkes akan melakukan penilaian teknis dan inspeksi sanitasi.
Dua poin diatas sebenarnya sudah mewakili semua yang perlu kita rencanakan agar sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2014 Tentang Higiene Sanitasi Depot Air Minum.

Berikut ini saya rangkum Persyaratan Higiene Sanitasi sedikit lebih detail yang saya anggap penting berdasarkan peraturan tersebut :
  1. Persyaratah Higiene Sanitasi meliputi tempat, peralatan dan penjamah (penjaga Depot).
  2. Lokasi/tempat harus jauh dari pencemaran, bangunan kuat, bersih, dinding cerah, pencahayaan cukup, ventilasi yang baik, tempat sampah tertutup serta bebas dari binatang pembawa penyakit.
  3. Perlatan dan perlengkapan yang digunakan diantaranya pipa pengisian air baku, tendon air baku pompa penghisap dan penyedot, filter, mikrofilter, wadah/galon air baku atau Air Minum, kran pencucian/pembilasan wadah/galon, kran pengisian Air Minum, kran penghubung dan peralatan desinfeksi harus terbuat dari bahan tara pangan (food grade) atau tidak menimbulkan racun, tidak menyerap rasa dan bau, tahan karat, tahan pencucian dan tahan desinfeksi ulang.
  4. Pastikan mikrofilter dan desinfektor tidak kadaluarsa, tendon air baku terlindungi dan tertutup, wadah galon harus dibersihkan dengan cara dibilas sebelum diisi ulang serta diberi tutup yang bersih, wadah harus diberika ke konsumen dan tidak boleh disimpan di Depot lebih dari 24 jam.
  5. Penjamah adalah penjaga Depot yang harus bebas dari penyakit menular, berperilaku higienis dan menggunakan pakaian kerja yang bersih.


Memilih Lokasi

Selain mempertimbangkan masalah teknis standar mutu lokasi/tempat, kita juga harus melihat aspek pasar, apakah strategis. 

Pilihlah lokasi dimana tidak terdapat pesaing dengan jarak minimal 300 meter rekomendasi saya. Pastikan Depot berada di pinggir jalan atau dimana banyak orang berlalu-lalang. Dekat dengan kost-kostan mahasiswa atau karyawan juga pilihan tepat, karena pada umumnya mereka selalu menjadi pelanggan setia. Bila tidak ada pesaing dalam jarak 300 meter, saya rasa perbedaan selisih harga Rp 300 tidak akan menjadi masalah.

Bila tidak punya dana lebih untuk sewa tempat, bisa membukanya dirumah. Anda bisa merenovasi bagian depan rumah, dan pastikan lokasi strategis.

Memulai Investasi Peralatan dan Perlengkapan

Banyak supplier yang menyediakan paket peralatan untuk bisnis air minum isi ulang ini. Seperti dikutip dari tirtamandiri.com, setidaknya ada 2 jenis depot air minum isi ulang berdasarkan teknologinya :

1. Depot Air Minum Isi Ulang Air Mineral

Depot jenis ini menggunakan teknologi sederhana dalam memproses air, dimana bakteri dibunuh dengan beberapa pretreatment dan desinfektan. Mineral atau partikel dalam air tetap dipertahankan, namun kita akan membutuhkan air dengan kualitas yang baik.

2.  Depot Air Minum Isi Ulang Reverse Osmosis (RO)

Jenis ini bedanya ada di sistem penyaringan. Selain mengolah air dengan pretreatment, digunakan juga penyaringan dengan reverse osmosis. 

Teknologi reverse osmosis ini mampu menyaring partikel terlarut, virus maupun bakteri 95 sampai 98%. Dengan demikian, hasil penyaringan osmosis bisa mendekati kategori air murni, hampir tidak mengandung mineral di dalamnya. Air murni juga bisa memperingan kinerja ginjal kita dalam menyaring kotoran. Namun, untuk memiliki jenis Depot ini kita butuh investasi besar 2-3 kali lipat dibanding Depot air minum biasa.

Salah satu merchant yang menjual paket usaha Depot adalah Fujiro, mulai dari paket 15 juta sampai 60 juta. Silahkan cari saja di Google.

Karyawan

Sebetulnya ini tergantung kebutuhan. 1 orang sebagai penjaga Depot dan 1 orang untuk pesan antar sudah cukup. Setelah usaha berkembang atau pelanggan mulai banyak baru tambah karyawan. Jangan lupa untuk melakukan hitung-hitungan agar usaha tidak rugi.

Guna menekan biaya, anda sebagai pemilik bisa menjadi penjaga Depot, jadi cukup merekrut 1 orang diawal. Mengapa ? ya, karena usaha anda masih baru, belum punya pelanggan loyal dan banyak dikenal, sehingga dikhawatirkan biaya operasional tidak tertutup atau keuntungan yang kecil.

Harga

Air minum isi ulang biasanya dijual berkisar Rp 3.500 – Rp 5.000, ada juga yang lebih mahal tergantung kualitas teknologi yang digunakan. 

Anda bisa membuat perhitungan harga sendiri agar memperoleh keuntungan maksimal, namun tetap bersaing. Cobalah melakukan survei di beberapa depot yang sudah ada. Bila tidak mau ribet hitung-hitungan BEP, carilah depot yang menggunakan teknologi dan skala usaha sama dengan anda, tinggal tiru saja harganya.

Promosi, Apakah Diperlukan ?

Usaha depot air minum isi ulang mirip-mirip dengan usaha warung nasi, yang sebagian besar menunggu pelanggan datang. Bedanya, usaha depot bisa dilakukan dengan sistem pesan antar untuk menjangkau konsumen yang lebih luas dan menjaga loyalitas mereka. 

Pasang saja banner atau spanduk di depan. Anda juga bisa memberikan kartu nama kepada pelanggan yang sudah beli agar mereka bisa menghubungi anda via sms atau telepon serta merekomendasikannya kepada yang lain. 

Sebenarnya, masih banyak yang perlu dibahas namun karena terlalu panjang, jadi saya sudahi saja sampai disini. Silahkan membaca literature lain untuk melengkapi informasi yang anda inginkan.

Fajar M

Pustaka :
http://www.tirtamandiri.com/
http://inviro.co.id/
http://fujiro.com/
|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

0 comments

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon