#

Kamis, 21 Januari 2016

Langkah Memulai Bisnis Tanaman Hias

Prospek bisnis tanaman hias baik dari jenis tanaman hias daun maupun bunga sepertinya sangat cerah seiring pertumbuhan pembangunan dan kebutuhan akan kawasan yang nyaman dan asri. Tata kelola kota seperti taman kota mulai banyak dibenahi di berbagai kota. Contohnya di Kota Bogor yang baru-baru ini dilakukan banyak pembenahan di beberappa taman misalnya Taman Kencana dan area taman di sekitar Lapangan Sempur.

Pertumbuhan bisnis properti juga menjadi sinyal bahwa masyarakat membutuhkan tidak hanya sekedar tempat tinggal, melainkan hunian yang nyaman dan asri. Apalagi Indonesia merupakan negara yang masih berkembang, ke depan pertumbuhan pembangunan perumahan sampai perkantoran akan semakin menggeliat seperti di negara-negara maju. Kita lihat saja hotel yang di daerah saya bertumbuh pesat, cukup berjalan sekitar 5 menit dari satu hotel ke 3 hotel lainnya. Artinya jaraknya sangat berdekatan. Tentu saja, tanaman hias sangat dibutuhkan agar tercipta suasan hotel yang nyaman, segar dan indah.

Selain itu, kini mulai marak pemberian souvenir berupa tanaman mulai dari tanaman hias, sayur hingga bibit tanamn buah. Contohnya usaha Fathul Maki seperti dikutip dari ayogitabisa.com, ia memperoleh orderan Adenium berukuran mini 15 cm (dibuat kecil)  dengan jumlah yang besar yaitu 7.000 tanaman pada orderan pertama dari sebuah perusahaan. Pemilik Isatana Alam Dewi Tara yang berlokasi di Depok ini mengatakan bahwa mereka memesan Adenium untuk souvenir. 

Fathul Maki mengemas Adenium mini ke dalam wadah mika secara tak sengaja dan ternyata terlihat menarik saat dijual.  Ia melakukan pengemasan berbeda ini lantaran harga Adenium dan Anthurium yang terpuruk. Alhasil Fathul mulai fokus mengembangkan bisnis tanaman untuk souvenir, ia menambahkan tanaman lain diantaranya pucuk merah, Melati dn sansiviera. Tanaman souvenir ini dibanderol mulai dari Rp 15.000 sampai Rp 25.000 per pot. 

Bisnis ini bisa sangat manis bila ditekuni. Sebagai gambaran umumnya ada 2 jenis tanaman hias yang saya kenal :

Contoh dari Jenis Tanaman Hias Daun

1. Aglaonema (Sri rejeki)
Aglonema merupakan jenis tanaman hias daun yang berasal dari rawa-rawa dan hutan tropis di Asia Tenggara, Bangladesh, China utara dan selatan.

2. Anthurium

Contoh Tanaman Hias Daun Anthurium
Salah Satu Jenis Anthurium

Anthurium memiliki jenis yang banyak antara 600 sampai 800 spesies, disebut juga “Bunga Flamingo” karena bentuk dan strukturnya.



3. Bromelia
Bromelia merupakan tanaman yang berasal dari Amerika, tanaman gantung ini cocok diletakan menempel di dinding.

4. Calathea
Catahea merupakan tanaman hias yang daunnya sangat dekoratif, asalnya dari Benua Amerika beriklim tropis.

5. Coleus
Contoh Tanaman Hias Daun Coleus
Coleus
Coleus adalah jenis tanaman yang berasal dari daerah tropis seperti Afrika, Asia sampai India Timur.

6.Tanaman Paku (Pteridophyta)

7. Philodendron

8. Puring (Codiaeum variegatum)

9. Tillandsia

10. Sansevieria


Contoh Tanaman Hias Daun
Sansevieria


Dan sebagainya.


Contoh dari Jenis Tanaman Hias Bunga (dikutip dari kebunbibit.id)


1. Krisan Ungu
Contoh Tanaman Hias Bunga Krisan
Krisan Ungu


2. Dwarf Phalaenopsis

3. Yellow Hibicus Fusion

4. Thunbergia Battiscombei

5. Sedap Malam

6. Nagasari

7. Orange Amaryllis Belanda

8. Mawar Oranye Colorado

9. Melati Kampung

10. Lantana Pink
Contoh Tanaman Hias Bunga Lantana Pink
Lantana Pink


Dan sebagainya.

Jenis tanaman hias lainnya juga masih ada bila dilihat dari bagian tanamannya, yaitu tanaman hias batang, buah dan kaktus.

Nah, anda bisa memilih tanaman seperti apa yang hendak dibisniskan. Agak sulit ketika saya mencari data statistic permintaan tanaman hias di Indonesia. Kebetulan saya menemukan data statistik Produksi Tanaman Hias di Indonesia dari situs resmi Kementrian Pertanian (pertanian.go.id). 

Data Produksi Tanaman Hias tahun 2010-2014 di Indonesia

Mungkin ini bisa menjadi gambaran, jenis tanaman hias mana yang menurun produksinya, bisa menjadi indikasi kurang diminati pasat atau kendala budidaya serta luas lahan. Namun, umumnya peningkatan produksi sejalan dengan permintaan pasar, seperti peningkatan produks daging ayam yang cenderung meningkat dibanding daging sapi. Krisan merupakan salah satu jenis tanaman bunga yang menjadi primadona dan sering saya dengar eksistensinya di wilayah Cianjur ketika saya PKL.

Lantas bagaimana sih step memulai usaha tanaman hias ? 

Tentukan Lokasi

Kenapa lokasi ini saya tempatkan di diawal, karena sumberdayanya sangat terbatas. Anda mungkin tidak memiliki banyak pilihan karena selain butuh dana juga lahan atau tempatnya terbatas. Jangan khawatir, anda tidak perlu membayangkan lokasi seperti di Nurseri yang memiliki asset besar. Semua bisa diawali dari apapun yang kita miliki. Bila anda hanya punya rumah berpekarangan , boleh dijadikan lokasi untuk perbanyakan tanaman.

Modalnya pun bisa dimulai dengan investasi yang kecil. Anda bisa membangun pembibitan di halaman rumah dari bambu dan ditutupi paranet, satu bedengan tempat penyungkupan serta alat-alat sederhana untuk perbanyakan tanaman.

Anda bisa membudidayakan tanaman hias dalam pot. Contohnya Anthurium, perbanyakannya bisa dilakukan melalui cara generative (biji) dan vegetative (stek) memakai pot tanah. 
Perhatikan lokasi anda apakah termasuk dataran rendah atau tinggi, sebagian tanaman ada yang tumbuh optimal bila berada di dataran tinggi bersuhu rendah. 

Tentukan Jenis Tanaman

Nah, silahkan tentukan jenis tanaman yang cocok dengan keadaan geografis lokasi. Sebagai saran, jangan membudidayakan banyak jenis secara sekaligus. Setiap tanaman mungkin memiliki perlakuan yang berbeda., jadi cukup ribet dan perlu belajar banyak. Fokuskan pada beberapa saja. Sebetulnya usaha anda bisa menjadi sangat optimal bila mampu menyediakan 1 jenis tanaman hias dalam jumlah yang cukup besar ketimbang beragam jenis tapi tidak sanggup melayani permintaan partai besar. 

Pilihlan beberapa tanaman yang trendnya tidak musiman, atau pasarnya abadi sebagai cadangan pondasi. Kenapa, karena di pasar ada 2 golongan tanaman hias berdasarkan permintaanny, pertama yang stabil dari tahun ke tahun dan kedua permintannya meledak saat sedang trend dan turun drastic saat trend mulai tenggelam. Anda bisa memilih beberapa jenis tanaman yang stabil permintaanya dan sebagian lain yang mengikuti trend. Ini kombinasi yang bagus, agar anda juga bisa mengambil momentum memperoleh keuntungan besar saat trend-trend muncul.  

Perawatan Tanaman

Perawatan tanaman tidak kalah penting. Pastikan anda membaca terlebih dahulu dari berbagai sumber khususnya buku-buku pertanian tentang bagaimana melakukan pembibitan untuk tiap-tiap jenis tanaman. Misal memahami fisiologis tanaman, bila ingin melakukan perbanyakan secara generative kita harus tahu karakteristik biji matang dan waktunya agar perkecambahan berhasil. Bila biji belum matang, sangat tidak baik untuk perbanyakan. Anda juga bisa melakukan perbanyakan dengan cara vegetative, kethui cara merangsang pertumbuhan tunas dan menghilangkan dominnsi batang utama sehingga batang dan anakan bisa tumbuh.

Jangan lupa pemupukan dimulai pada umur 1 bulan setelah bibit ditanam, setelah itu diulang secara continue selama seminggu sekali hingga terakhir sampai sebulan sekali. Lebih lengkap silahkan baca referensinya di http://www.satujam.com/budidaya-tanaman-hias/.

Alat-alat yang digunakan untuk perbanyak kadang harus disterilkan, ini guna mencegah tanaman terserang cendawan atau bakteri. Pelajari juga mengenai lingkungan tumbuh diantaranya media tanam, suhu, cahaya serta kelembapan yang cocok untuk tanaman. 

Penyiraman umunya dilakukan 1-2 kali sehari seperti pada tanaman Anthurium. Daun yang mulai tua atau rusak segera potong. Anthurium juga memiliki karakteristik tidak tahan terkena sinar matahari langsung, jadi kondisikanlah misal di pagi hari saja berikan sinar matahari.

Cara Berjualan

Ada banyak cara mempromosikan produk tanaman hias.

1. Sewa Gerai
Pernahkah anda melihat tanaman-tanaman hias di di pinggir jalan ? Saya tidak tahu mekanisme izin tersebut, anda bisa menanyakan kepada para penjual bagaimana soal izin membuka lapak di pinggir jalan. 

Kita juga bisa menyewa lapak di sentra tanaman hias yang resmi seperti di Ragunan, Pusat Tanaman Hias BSD City dan sebagainya. Umumnya biaya sewa dikenakan per tahun antara Rp 5 sampai 10 juta untuk setiap kavling, dari tahun ke tahun mungkin harganya akan meningkat.

2. Open House
Bila biasanya presiden yang melakukan open house di istana negara, kini anda pun bisa melakukan open house, namun temanya berbeda. Jadikanlah rumah anda seperti nursery, bila anda tanam di pekarang rumah, silahkan buat masyarakat sekitar tahu bahwa anda punya tanaman hias yang menarik.  

3. Melalui Pameran
Ini juga cara yang bagus bila kebetulan anda tidak boke-boke amat. Silahkan ikuti setiap pameran yang ada. Contohnya Festival Buah dan Tanaman yang pernah diadakan di kampus IPB Bogor. Umunya sewa stand pameran untuk 1-3 hari berkisar antara Rp 450.000 sampai Rp 1.000.000, beragam tergantung fasilitas, ukuran dan jenis stand.

4. Menitipkan Tanaman
Ini cara termudah, titipkan lah ke kerabata atau penjual tanaman hias yang anda kenal. Namun, sebagai saran pilihlah penjual yang dapat dipercaya dan amanah agar tanaman anda aman dan tidak dicuri. 

Coba obrolkan saja dengan penjual tanaman hias di pinggir-pinggir jalan atau bahkan yang memiliki gerai.

5. Mempekerjakan Tukang Gerobak Keliling
Kita juga bisa mempkerjakan orang-orang yang menganggur di sekitar kita. Upahlah mereka per hari, jajakan dengan cara berkeliling ke pemukiman penduduk khususnya di perumahan. Istilahnya jemput bola, banyak yang awalnya tidak tertarik menjadi tertarik. Kadang mereka juga memiliki kesibukan sehingga tidak sempat pergi ke gerai hanya sekedar untuk membeli tanaman hias.

6. Pemasaran via Online
Promosikanlah di situs jual beli online gratis seperti bukalapak, tokopedia, OLX, kaskus dsb. Bila perlu, buatlah website resmi sebagai landing page. Bila anda ingin membuat website, bisa baca artikel saya ini “Tutorial Membuat Website dari Blogspot dengan Custom Domain”.

Jangan lupa maksimalkan promosi di sosial media, buatlah fanpage di facebook, akun twitter serta Instagram. Silahkan baca artikel saya yang lain tentang :

Cara Berjualan di Facebook dengan Strategi Promosi Tepat
Teknik Berjualan di Instagram

Saya kira, pembahasan sudah terlalu panjang. Sekian yang bisa saya sampaikan. Anda boleh request topic bila ingin mendalami lebih jauh tentang bisnis tanaman hias ini. Kontak saya melalui form contact atau tinggalkan komentar pada artikel ini.

Fajar M

Pustaka :
http://www.ayogitabisa.com/
http://www.pertanian.go.id/
http://www.obunga.com/
http://www.wismakreatif.com/
http://www.booth-partisi.com/
http://www.satujam.com/
|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

0 comments

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon