#

Minggu, 31 Januari 2016

Intermezzo Pengalaman PKL di Peternakan Ayam Ras Petelur Kabupaten Cianjur

Hay, saya fajar. Kali ini saya ingin bercerita pengalaman Praktik Kerja Lapang di salah satu Peternakan Ayam Ras Petelur yaitu di Sehati Farm. Lokasinya berada di Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur. Kegiatan PKL ini dilaksanakan selama 3 bulan mulai dari tanggal 02 Februari 2015 sampai dengan tanggal 07 Mei 2015.

Kok, PKL-nya di peternakan ayam petelur sih ? Kan bau !

Kata siapa, nikmat ko. hehe

Saya kuliah di kampus pertanian, jadi harus memilih apakah di subsektor perkebunan, perikanan atau peternakan dll. 

Tahukah kalian ?

Produksi telur ayam ras di Indonesia mengalami trend peningkatan seperti pada tahun 2010 sampai 2014 (Pusdatin 2015). Begitupula dengan ayam ras pedaging yang trendnya meningkat dari tahun ke tahun. Berbada halnya dengan populasi Sapi, yang seingat saya kecendrungannya menurun, ini salah satu penyebab harga daging sapi membengkak.

Dari situ sebetulnya kita bisa menyimpulkan bahwa permintaan daging dan telur ayam sangat tinggi dan bertambah terus seiring pertumbuhan jumlah penduduk.

Dari data Pusdatin 2015 juga, pertumbuhan konsumsi telur per kapita di Indonesia pada tahun 2013-2014 meningkat, meskipun tidak terlalu tajam sekitar 3 %. Dipikir-pikir, memang sih telur itu kan sumber protein yang murah meriah, namun menyimpan nutrisi yang sangat baik. 


Sehati Farm

Sehati Farm didirikan pada tahun 1998, kebetulan akibat dilanda krisis moneter akhirnya dijual ke pemilik yang baru. Peternakan ini memang mengalami perkembangan, dulunya cuma 16 kandang dan kemarin di tahun 2015 sudah mencapai 43 kandang. Seinget saya, assetnya dulu terjual sampai angka miliaran. Tahu sendiri kan, tahun 1998 uang segitu bisa berkali-kali lipat nilainya dibanding sekarang.

Kandang-kandang di Sehati Farm yang kemudian disingkat SF, dibagi menjadi beberapa blok yaitu blok A sebanyak 12 kandang, Blok B 13 kandang, Blok C 18 kandang, blok D 5 kandang dan blok E 6 kandang (namun kandang-kandang baru sepertinya masih terus dibangun dan beberapa yang rusak tidak dihitung). Karena peternakan ini tidak se-modern PT QL salah satu peternakan ayam petelur modern yang denger-denger sih punya Malaysia, maka setiap kandang harus dijaga oleh 1 orang buruh harian yang disebut "anak kandang".

Anak kandang direkrut dari orang-orang sekitar peternakan, mereka diberi upah mingguan. Aktivitas anak kandang dimulai dari pukul 06.30 pagi, sementara di hari jum'at para anak kandang sudah harus berada di peternakan pukul 06.00 pagi karena kepotong jeda jum'atan.

Bayangkan, satu kandang yang rata-rata memiliki kapasitas 3.000 - 4.000 ekor ayam yang bertelur setiap hari dan harus diberi makan lebih dari 100 kg per hari diurus oleh 1 orang anak kandang saja. Mereka semua umumnya adalah ibu-ibu. Awalnya saya sempat kaget, betapa kuatnya ibu-ibu ini. Saya saja mengangkat pakan satu ember seberat 15 kg hampir sering encok (cowok loh) dan dilakukan secara bergantian 3 orang, sementara ibu-ibu tersebut melakukannya seorang diri, pantas saja suami-suami takut istri...

Sudah gitu, setiap pagi kita sebagai anak kandang harus mengelap tempat minum ayam yang terbuat dari peralon sepanjang 15 meteran kali yak, kebayangkan bentuk kandang ayam petelur yang memanjang, terus kadang tangan kita suka dipatokin ayam, tidak heran bila tangan saya kadang lecet-lecet.

Memang baunya sangat menyengat sekali, bau apa ? bau 'ee-nya lah'. Apalagi ketika pertama kali, rasanya pengen pingsan, tapi anehnya tidak tercium di luar peternakan. Semakin hari kita semakin terbiasa dengan lingkungan peternakan yang tidak luput dari bau ee ayam, kadang menyengat kadang tidak. Kalau lagi kering ee nya tidak terlalu bau, tapi kalau sudah kayak bubur, rasanya pengen jejelin itu ee ke piring makan kalian dehh..hihi

Sekian DUlu...nanti dilanjutkan ok!
|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

0 comments

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon