#

Rabu, 27 Januari 2016

Menilik Potensi Bisnis Sarang Walet dan Bagaimana Trendnya

Mungkin anda heran bagaimana harga sarang walet bisa begitu mahal, ya kita semua mungkin akan bertanya-tanya. Daya pikat burung umumnya berasal dari keindahan suara, warna bulunya dan bentuk tubuhnya, semakin langka dan khas semakin mahal. Namun, tidak ada yang istimewa dengan burung walet, berwarna hitam pekat, suara tidak menarik dan bentuk tubuh yang gitu-gitu ajah.

Lantas mengapa pengusaha rela membangun sebuah gedung dan menggelontorkan dana sampai ratusan juta hanya untuk tempat bersarang walet ? Ternyata rahasianya ada pada harga sarang walet yang fantastis. Sejak tahun 1982 bahkan orang-orang Jakarta sudah memburu sarang burung walet sampai ke Palembang. Lama juga ya, lantas bagaimana trend nya sekarang ?

Sarang Walet Itu Terbuat dari Apa ?

Potensi Bisnis Sarang Burung Walet dan trendnya
Sebenarnya, sarang walet itu makhluk macam apa sih, sejenis tumbuhan atau hewan ya ? Sarang walet terbuat dari air liur burung walet, biasanya bertempat di tempat gelap dan lembap yaitu goa-goa di tebing yang susah dijangkau. Inilah alasan lain kenapa harganya mahal. Setiap hari, sepasang burung walet mengoleskan air liurnya secara bergantian untuk membuat sarang. Mereka hanya membuat satu helai sarang per hari, jadi butuh waktu sekitar 33-34 hari untuk membuat sarang utuh.

Sarang Walet Dibalik Harganya Menyimpan Sejuta Khasiat

Keistimewaan sarang walet adalah memiliki banyak khasiat. Mulai dari :
  1. Menjaga performa tubuh, 
  2. Obat awet muda,
  3. Meningkatkan vitalitas, 
  4. Memelihara kecantikan,
  5. Penghambat kanker

Sarang walet bisa dijadikan makanan. Di China sendiri, dianggap sebagai makanan lezat berkhasiat, sudah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Selain itu, dulu sup sarang walet awalnya menjadi hidangan di kalangan keluarga dinasti di China, tidak heran menjadi istimewa dan kemudian harganya mahal. China pun menjadi pengimpor sarang walet paling potensial bagi Indonesia dan merupakan pasar terbesar.

Terlepas dari apakah khasiat yang dikandung sarang walet benar atau tidak, mari kita bahas bagaimana opini tersebut bisa muncul. Menurut dr Cheng Ce seperti dikutip dari smallcrab.com, sebenarnya air liur dari kelenjar glandula sub lingualis itu mampu meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga bukan berarti mengobati penyakit. Konkretnya, fungsinya sebagai makanan suplemen yang menstimulus kinerja organ-organ tubuh jadi lebih baik. Hasilnya, kekebalan tubuh kita meningkat dan penyakit menyingkir, begitu kata spesialis kanker dari China tersebut. Kandungan nutrisnya memang tidak bisa disangkal, mulai dari protein berbentuk glikoprotein, 17 asam amino esensial dan non esensial yang telah dikembangkan untuk melawan stroke dan kanker, 6 mineral dsb.


Harga Sarang Burung Walet menurut Jenisnya

Sarang Putih

Sarang yang seluruhnya terbuat dari air liur (saliva) adalah sarang putih. Namun terkadang ada campuran bulu-bulu halus sedikit. Umumnya sarang putih ini diperoleh dari sarang walet di gedung-gedung yang sengaja dikelola pengusaha. 

Kisaran harga sarang walet gedung ini mencapai Rp 10 juta-18 juta per kg, sementara sarang yang diperoleh dari gua lebih murah antara Rp 5 juta-8 juta per kg.  Ada juga sarang putiih yang memiliki serat-serat merah seperti darah atau biasa disebut Sarang Merah, harganya mencapai Rp 17 juta per kg. Acuan harga tergantung pada kualitas, semakin bagus bentuknya dan bersih cenderung semakin mahal.

Sarang Hitam

Sarang ini adalah dari campuran air liur dan bulu-bulu walet. Bulu-bulunya kadang sangat banyak sehingga memberi kesan warna sarangnya hitam. Umumnya diperoleh dari sarang di gua karena lembab akhirnya walet mencampur dengan bulunya agar sarang cepat kering. Bobot liurnya hanya 50-60%.

Harga jenis ini berkisar antara Rp 1 juta – 4 juta per kg. Beberapa negara selaku konsumen yang menyukai sarang jenis ini yaitu Malaysia dan Singapura.

Sarang lumut

Jenis ini biasanya terbuat dari air liur dan lumut. Kandungan liurnya sangat sedikit sekitar 2-3 gram saja. Jenis sarang lumut ini banyak ditemukan di tempat-tempat lembab seperti gua di tebing-tebing. Harganya cukup murah sekitar RP 100.000-200.000 per kg.


Trend dan Potensi Bisnis Sarang Walet 

Sarang walet merupakan komoditas ekspor, memang karena di Indonesia belum banyak orang doyan makanan yang terbuat dari sarang ini. Berbeda halnya dengan Cina, makanan dari sarang walet sangat popular ketika Hari Raya Imlek. Biasanya dipakai sebagai bahan makanan atau minuman. Harga satu kg-nya bisa menembus Rp 15 juta.

Namun, sekitar tahun 2007-2008 harganya sempat mengalami penurunan karena mulai banyaknya pengusaha yang melirik bisnis ini sehingga produksi melimpah. Berbeda halnya saat tahun 2004 yang masih Rp 13 jutaan. Di Sumsel sendiri pada tahun 2014 sempat jatuh hingga ke angka Rp 2-3 jutaan saja per kg, seperti dikutip dari sumsel.tribunews.com.

Kini kabar manis pun datang, dimana pasar ekspor China mulai dibuka kembali setelah pada tahun 2011 CNCA menutup sementara pembelian sarang walet dari Indonesia. China adalah konsumen sarang walet terbesar. Berkat pertemuan yang dilakukan Menteri Perdagangan Indonesia dengan Tiongkok serta proses yang panjang, kini Indonesia bisa menembus langsung pasar ke Tiongkok China.  Ekspor ini berhasil dilakukan pada awal 2015 lalu, yang menjadi momen paling ditunggu-tunggu para pengusaha sejak 5 tahun silam.

Berdasarkan data dari Badan Karantina Pertanian seperti dikutip dari finance.detik.com. negara tujuan ekspor sarang walet diantaranya Kanada, Hongkong, Italia, Jepang, Kamboja, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Amerika Serikat, Australia, Belgia, Makau, Belanda sampai Korea. Sementara yang terbesar adalah ke Hongkong sebesar 300.820 kg pada tahun 2014, diikuti Singapura 80.218 kg dan terakhir Vietnam 50.584. 

Eddy Purnomo, Kepala Bagian hukum dan Humas Badan Karantina Pertanian lebih lanjut mengemukakan bahwa dengan potensi produksi sarang walet Indonesia sebesar 400.000 kg per tahun, maka potensi nilai ekspor per tahun bisa mencapai Rp 4,8 triliun. 

Para pengusaha juga disarankan memasarkan produknya melalu e-commerce atau jual beli online. Hal ini mengingat masyarakat Tiongkok yang doyan belanja online. Tercatat transaksi online disana mencapai  2,2 triiun dolar AS, seperti dikutip dari antaranews.com. Tiongkok sendiri memberikan standar yang ketat dalam import dari Indonesia, sehingga baru 8 prosesor saja yang dinyatakan layak mendapat izin ekspor sarang walet. Ini membuktikan bahwa Indonesia semakin selektif dan melek kualitas.


Sarang Walet sebagai Bisnis Kuliner

Restoran ini berada di Batam milik wanita keturunan Tionghoa seperti dikutip dari bisnis.liputan6.com, menyajikan menu sup sarang walet. Satu porsinya dibanderol Rp 125.000. Yenny mengatakan ini, harganya sebanding dengan manfaat kesehatan yang dirasakan pelanggan. Mayoritas penikmatnya adalah orang Batam dan Singapura. 

Yenny, mengaku menjual juga sarang walet kering siap santap bisa digunakan untuk obat maupun konsumsi sehari-hari. Ia juga memiliki dua jenis yaitu sarang walet gua dan ternak, untuk sarang walet ternak warna putih dihargai Rp 14-16 juta per kg.

Hari libur adalah yang paling ramai, mereka membeli sedikit-sedikit biasanya 100 gram karena harganya mahal. 

Usaha Yenny sendiri membuktikan bahwa potensi sarang walet untuk diolah menjadi produk kuliner bisa direalisasikan. 

Penutup

Dibukanya kembali keran ekspor ke China, membuka harapan kembali pelaku usaha Sarang Walet. Namun, tetap saja tantangan masih terus ada. Perusahaan harus lulus persyaratan spesifik baik dari pihak Indonesia maupun China untuk bisa ekspor ke negeri tirai bamboo tersebut.  Pengontrolan ketat dilakukan oleh Badan Karantina Indonesia. 

Terlepas dari adanya peluang ekspor tersebut, semuanya tetap kembali pada diri pelaku usaha. Bila ingin menangkap peluang, harus terus berbenah dengan hasil produk berkualitas dan higienis. Sebab, seperti kita tahu bahwa Indonesia merupakan salah satu produsen sarang walet terbesar mengingat didukung oleh kekayaan alam yang melimpah, seharusnya kita bisa menggeser negara-negara lain.

Pasar di Indonesia pun bisa saja dikembangkan, karena nutrisi sarang walet yang luar biasa bisa bermanfaat bagi segmen pasar tertentu. Seperti mbak Yenny yang membangun usaha kuliner sup sarang walet. Meskipun mahal, pelanggan tetap saja berdatangan bahkan dari Singapura yang letaknya jauh sekalipun.

Bagaimana, keputusan anda ? 

Fajar M


Pustaka :
http://marisukses.com/
http://smallcrab.com
http://www.binasyifa.com/
http://sumsel.tribunnews.com/
http://bisnis.liputan6.com
http://antaranews.com
http://umkmjogja.com
|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

2 comments

7 Juni 2016 11.39 Delete comments

Wah... ternyata sangat bermanfaat sekali ya gan, cuma harganya selangit . buat ornag kecil tidak akan mungkin terjangkau. thx artikel yang sangat menginspirasi. Salam

Reply
avatar
1 September 2016 13.07 Delete comments

mudah mudahhan bisa terwujud..............
Astungkare...

Reply
avatar

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon