#

Jumat, 12 Februari 2016

Cara Pemindangan Ikan Laut untuk UKM

Sebelum melakukan pemindangan, kita perlu persiapkan bahan dan alat pemindangan. Bahan dan alatnya seperti ikan segar, garam, air, badeng serta kayu bakar. Perlu anda ketahui bahwa pindang adalah hasil olahan ikan yang direbus dan dilakukan penggaraman.

Pengertian pindang ikan secara lengkap mencakup ikan yang digarami dan dibumbui lalu kemudian direbus atau diasapi sampai kering agar lebih awet dan tahan lama.

Ikan Pindang
sumber : id.wikipedia.org

Jenis Ikan yang Umum Dijadikan Pindang

  • Ikan kembung
  • Ikan tuna
  • Ikan cakalang
  • Ikan tongkol
  • Ikan layang
  • Ikan selar
  • Ikan japu
  • Ikan tembang
  • Ikan lemuru

Ikan berukuran besar biasanya dipindang dalam bentuk potongan, sementara yang kecil berbentuk utuh.

UKM bisa membeli bahan baku ikan laut langsung di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) seperti yang dilakukan oleh Pak Harun pelaku usaha pindang Ikan Gebyar Cakalang Sukabumi. Selain harganya lebih murah, ikan juga masih segar. Bila memiliki modal kita bisa menyimpan stok ikan dalam cold storage untuk mengantisipasi masa-masa sulit seperti cuaca buruk sehingga nelayan tidak melaut yang menyebabkan pasokan berkurang. Jawa Tengah merupakan penghasil utama pindang terbesar di Indonesia, disusul Jawa Timur dan Jawa Barat.

UKM bisa datang ke lokasi TPI dengan membawa mobil bak seperti yang dilakukan Pak Harun. Beliu membeli ikan segar setiap hari. Lokasi usaha juga tidak jauh dari TPI sehingga memudahkan distribusi bahan baku.

Persiapan Bahan dan Alat Pemindangan

  1. Ikan segar
  2. Garam, sebagai pengawet dan pemberi cita rasa pindang.
  3. Air, kita bisa menggunakan air bersih dari PDAM seperti yang dilakukan pada usaha Pak Harun. Nantinya air ini digunakan untuk mencuci ikan serta perebusan.
  4. Badeng, merupakan wadah ketika melakukan proses pemindangan. Badeng ini digunakan mulai dari proses pemasakan hingga pemasaran.
  5. Kayu Bakar, Pak Harun lebih memilih menggunakan kayu bakar untuk memasak dibanding menggunakan kompor. Alasannya rasa pindang akan lebih nikmat.

Proses Produksi atau Cara Pemindangan Ikan

a. Pemilihan dan Pencucian Ikan

Ikan bisa kita kelompokan terlebih dahulu berdasarkan tingkat kesegaran dan ukuran ikan. Kemudian kita cuci bersih agar lendirnya hilang. Pencucian dan pembuangan isi perut perlu dilakukan untuk ikan yang berukuran besar (lebih dari 1 kg). Pembuangan isi perut ikan bisa dilakukan dengan menariknya dari lubang operculum sehingga tidak terjadi kerusakan pada perut ikan. Sementara pada ikan kecil cukup dicuci saja.

b. Penyiapan Wadah

Badeng merupakan wadah yang digunakan untuk membuat ikan pindang. Badeng pada usaha Pak Harun terbuat dari aluminium atau besi/seng. Pastikan badeng dicuci agar tidak ada kotoran menempel, setelah itu letakkanlah palang bambu dan anyaman bambu dibagian dasar wadah, ini berguna untuk memberi ruang air ketika perebusan.

c. Penyusunan dan Penggaraman

Ikan yang sudah bersih bisa kita susun dalam wadah badeng secara berlapis-lapis. Caranya tubuh ikan disimpan secara vertical sehingga perut ikan membawahi punggung ikan yang ada dibawahnya, sementara kepala ikan mengahadap ke ekor ikan lain. Taburi garam pada setiap lapisan sampai ikan yang paling atas. Seteleh selesai, tambahkan air bersih ke dalam wadah sampai terendam seluruh lapisan ikan.

d. Perebusan

Selanjutnya, tutup wadah badeng dengan kertas semen bersih (sudah dicuci). Panaskan diatas tungku yang berbahan bakar kayu. Menurut Pak Harun, rasa ikan pindang lebih khas bila menggunakan bahan bakar kayu dibanding kompor. Proses perebusan berlangsung antara 6-8 jam. Ukuran ikan yang dipindang akan mempengaruhi lama perebusan, jadi tergantung. Bila sudah terlihat ada retakan-retakan pada tubuh ikan khususnya bagian kepala dan punggung ikan, tandanya ikan telah masak.

Jangan lupa sering-sering mengecek kuntuk melihat kematangan ikan. Bila sudah matang, buanglah air perebusan dengan cara membuka penutup lubang dinding bagian bawah wadah. Pada usaha Pak Harun, air perebusan tersebut biasa dimanfaatkan warga sekitar sebagai bahan pembuatan petis ikan.

e. Penyimpanan

Ketika proses pengemasan dan penyimpanan, ikan pindang dibiarkan berada dalam wadah pemindangan yang ditutup rapat. Pastikan penutupan dilakukan dengan benar agar mutu pindang ikan tidak menurun. Ketika dipasarkan, pindang sangat rentan terkontaminasi kotoran dari luar, oleh karena itu pastikan wadah tertutup rapat. Simpan atau letakkan pindang ikan di ruangan kering dengan temperetur rendah agar memperoleh daya awet yang tinggi. Selanjutnya, ikan pindang siap dipasarkan!

Nah itu dia proses produksi ikan pindang. Keawetan ikan pindang umumnya antara 3-7 hari tergantung metode yang digunakan. Kandungan air yang cukup tinggi merupakan penyebab pindang ikan tidak memilik daya awet yang panjang. Produk pindang air garam ini bisa disebut produk setengah diawetkan.

Memasarkan Ikan Pindang
sumber : id.wikipedia.org
Pindang ini biasanya dipasarkan ke pedagang-pedagang eceran secara langsung. Pak Harun langsung memasarkan pindang ke pedagang di pasar Bogor, Cibinong, Citeureup, Ciampea serta Cipanas.

Keunggulan lain dari pindang adalah nilai gizi yang relatif masih tinggi sehingga bisa dijadikan sumber protein hewani. Bagaimana ? Tertarik berbisnis ikan pindang ?

Fajar M

Pustaka : 
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Pindang
  • http://media.unpad.ac.id/thesis/230110/2008/230110080064_4_7695.pdf
|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

0 comments

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon