#

Kamis, 31 Maret 2016

Cara Berbisnis Seperti Ini Bisa Kita Pelajari dari Nabi Muhammad SAW

Dalam banyak riwayat disebutkan jika Nabi Muhammad SAW merupakan salah seorang pedagang yang sangat sukses. Konon, karena kemampuan dagangnya yang sangat luar biasa, ia sampai dipinang oleh salah seorang saudagar kaya yaitu Khadijah RA. Kesuksesan Rasulullah Muhammad SAW dalam dunia dagang ini kabarnya tidak terlepas dari prinsip – prinsip bisnis yang selalu ia pegang teguh.

Apa sajakah prinsip – prinsip bisnis tersebut, dan seperti apakah metode Rasulullah Muhammad SAW dalam berbisnis? Berikut informasi ringkasnya telah kami siapkan untuk Anda:

 

Metode Bisnis Nabi yang Harus Ditiru Semua Pebisnis di Dunia 

bagaimana cara berbisnis nabi muhammad saw

Bisnis Harus Dilandasi dengan Kejujuran

Prinsip bisnis Nabi Muhammad SAW yang pertama dan yang paling utama adalah kejujuran. Dalam berbisnis, Rasulullah SAW selalu mengedepankan prinsip kejujuran. Semasa perjalanan bisnisnya, beliau selalu menjelaskan barang dagangannya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya tanpa ditambahi bumbu – bumbu kebohongan sama sekali. Jika barang dagangannya bagus, ia akan mengatakan bagus, sedangkan jika baranga dagangannya rusak, maka ia juga akan mengatakannya rusak. Konon, karena kejujurannya yang sangat luar biasa, Nabi Muhammad SAW sampai digelari dengan gelar AL-Amin atau pun orang yang dipercaya.

 

Untuk Sukses dalam Bisnis, Kita Harus selalu Menghormati Pelanggan

Prinsip bisnis ke dua yang juga selalu diterapkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah menghargai pelanggan. Dalam berdagang, Rasulullah SAW tidak pernah membeda – bedakan pelanggannya berdasarkan kasta tertentu. Siapa pun pelanggannya, entah itu pejabat, saudagar, atau pun penduduk miskin, selalu Belia hargai, dan layani dengan sebaik – baiknya.

 

Hanya Menjual Produk yang Berkualitas

Masih dalam rangka memuaskan dan menghargai pelanggan, Rasulullah SAW juga selalu mengedepankan kualitas barang yang dijualnya. Rasulullah tidak mau pelanggannya kecewa karena barang yang dijualnya tidak berkualitas atau pun berkualitas buruk. Namun, jika pelanggannya memang mau membeli barang tersebut, maka Rasulullah akan mejelaskan titik keburukan / kejelekan barang tersebut dengan sejelas – jelasnya (tanpa ada yang ditutup – tutupi).

 

Tidak Menjelek – jelekkan Bisnis Pesaing

Prinsip bisnis Rasulullah Muhammad SAW yang ke empat adalah tidak pernah menjelek – jelekkan bisnis para pesaingnya. Hal ini seperti hadistnya yang diriwayatkan oleh Muttafaq yang artinya : “Janganlah seseorang di antara kalian menjual dengan maksud untuk menjelek – jelekkan apa yang dijual oleh orang lain.” (HR Muttafaq).

Dalam berbisnis, kita harus selalu mengingat bahwa rezeki sudah diatur oleh Allah SWT. Jadi, apa pun yang terjadi, selama kita sudah berusaha sekuat tenaga, maka itulah rezeki yang diberikan oleh Allah kepata kita. Mau seperti apa pun kita berusaha (baik dengan cara yang halal atau pun cara yang haram), jika rezeki tersebut bukan milik kita, maka kita tidak akan pernah mendapatkannya.

 

Tidak Melalaikan Ibadah

Prinsip terakhir sekaligus prinsip terpenting yang selalu dilakukan oleh Rasulullah SAW dalam berbisnis adalah tidak pernah melalaikan ibadah. Seperti yang kita ketahui bersama, Rasulullah SAW merupakan manusia yang selalu beriman kepada Allah SWT. Konon, meskipun Beliau sedang berdagang atau pun sedang berada di perjalanan dagang, Beliau tidak pernah sekali pun meninggalkan ibadah. Selain itu, Rasulullah SAW juga selalu menyuruh umatnya untuk senantiasa mengeluarkan zakat dan sedekah dari apa yang telah berhasil didapatkannya (baik berupa uang atau pun berupa barang berharga) dari aktivitas perdagangan yang ia lakukan.

Nah, itulah beberapa metode dan cara bisnis Nabi Muhammad SAW yang harus kita terapkan dalam menjalankan bisnis. Semoga bermanfaat ya!

Sumber :
  • http://www.entrepreneurmuslim.com/berbisnis-ala-nabi-muhammad-saw

|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

0 comments

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon