#

Sabtu, 14 Mei 2016

Memberikan Apa Yang Dibutuhkan Bukan Dinginkan

Oleh : Irta Meilanie Putri

Seseorang pasti menginginkan apa yang dia inginkan tercapai, walau hal tersebut belum tentu tercapai, karena pasti banyak orang menginginkan hal yang sama dengan dia. Disini saya akan menceritakan seorang anak yang baru saja lulus dari sekolah menengah atas dan ingin sekali berkuliah di perguruan tinggi negeri. Pada hari itu datanglah pendaftaran perguruan tinggi negeri. Banyak sekali jalurnya mulai dari SNMPTN / jalur undangan sampai yang terakhir adalah UMBPTN.

Gedung Kampus Diploma IPB


Anak ini tidak terlalu cerdas dikelas namun masih berkutat di rangking 3 sampai 5 besar dan anak ini yakin pasti dia akan mendapatkan perguruan tinggi negeri dengan 2 jurusan yang diinginkanya, Suatu hari dibukalah jalur undangan perguruan tinggi negeri pertama yaitu Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) program S1 dan program D3. Anak ini hanya menginginkan 2 jurusan yaitu kedokteran dan ilmu kelautan, daftarlah dia ke fakultas kedokteran yang ada di daerah Jawa Tengah dan jurusan kelautan yang berada di daerah Bandung yang pastinya negeri dan bonafide untuk program S1, dan Program D3 di perguruan tinggi yang ada di Bogor yang niatnya program D3 hanya untuk cadangan. 

Suatu hari datanglah pengumuman D3 diperguruan tinggi negeri yang bonafide namun jurusanya tidak begitu diinginkan oleh anak tersebut, dan nyatanya anak tersebut lolos. Walau pun bukan jurusan kedokteran atau kelautan.

Namun saat pengumuman program S1 tiba dia tidak lolos, kecewa pasti karena teman satu grupnya lolos dan nilainya dibawah dia. Dengan penuh pengorbanan dan niat anak tersebut mengikuti cara lain masuk PTN yaitu seleksi tulis atau Seleksi Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), sekaligus ujian mandiri, anak ini sudah berusaha dengan les intensif namun hasilnya pun nihil, 3 kali tes yang dilalui namun hasilnya nihil. 

Bingung pastinya dirasakan namun apa boleh buat mungkin ini jalanya, setelah lebaran ternyata ada lagi tes masuk perguruan tinggi negeri yang dinamakan UMBPTN atau ujian masuk bersama perguruan tinggi negeri, ragu melanda namun dukungan sang ayah tetap. Dengan membaca bismillah daftarlah dia untuk mengikuti ujian tersebut letak ujianya cukup jauh dari rumah anak ini. Tapi hal itu tidak membuat dia putus asa, sampailah hari dimana tes terakhir dan penentuan itu datang. Sang ayah membawa mobilnya benar-benar kencang karena takut terlambat, sampailah dilokasi. 

Ternyata peserta tes dilanda kebingungan karena lokasi mendadak pindah pada hari itu. Ditambah banyak peserta yang mengikuti tes jauh dari rumah dan bingung untuk pindah tempat menggunakan kendaraan apa karena tidak tau tempatnya. 

Benar- benar menjengkelkan pada hari itu, tanpa dikenal orang yang di dekat anak itu mengajak beberapa orang yang kebingungan untuk mencari tempat tes yang baru untuk ikut ke mobilnya dan mencari lokasi baru bersama, langsung ditelfon ayahnya untuk kembali ke depan gerbang tempat tes pertama. Ternyata lokasinya tidak terlalu jauh namun karena tidak tau tempatnya jadi sedikit lama, sampai di sana larilah dengan kencang anak tersebut bersama teman yang baru dikenalnya setelah itu kami langsung masuk ke kelas untuk tes dan kelas kami pun berbeda-beda sampai diruangan ternyata tes sudah dimulai dan anak itu terlambat sekitar 10 menit namun anak ini tetap berusaha tenang untuk mengerjakan. 

Tenang rasanya selesai sudah tes ini. ini harapan terakhir anak itu, dan teman yang baru dikenalnya tadi ntah kemana hanya sekilas itu perkenalan sekaligus perpisahanya, namun doa anak itu semoga kalian masuk jurusan yang kalian inginkan. Saat menunggu pengumuman keluar anak itu dilema karena D3 yang didapatnya harus diberi keputusan apakah diambil atau tidak. Jika diambil diharapkan membayar uang semester pertama dan sudah memasuki perkuliahan matrikulasi yang seminggu hanya 3 kali. Takut jika tes terakhirnya tidak lolos akhirnya dia memutuskan untuk mengikuti perkuliahan D3, sebulan mengikuti perkuliahan D3 datanglah hari pengumuman yang ditunggunya dan hasilnya alhamdulilah tidak lolos. 

Bingung apa yang dirasakan namun percayalah bahwa itu yang terbaik, anak ini menunggu apa hikmah dari dia berkuliah di tempat D3 ini, sambil menjalani perkuliahan akhirnya ditemukanlah jawaban kenapa tuhan memberikan tempat ini tidak tempat lain, yaitu manfaat dari D3 sendiri berkuliah hanya 3 tahun, bisa melanjut S1 sambil bekerja tanpa meminta uang lagi pada orang tua, pastinya akan lebih cepat mencari uangnya dan Alhamdulilah inilah jawabannya. 

Bayangkan jika anak ini diterima di kedokteran dengan waktu kuliah di jurusan tersebut, maka 2 kali lipat dari D3. Ditambah ternyata passion anak ini adalah senang bisnis dan berkomunikasi depan khalayak apakah hal itu akan diperoleh dengan jurusan kelautan? tentu tidak. Ternyata Allah sudah mengetahui apa yang akan dibutuhkan dari anak ini kedepanya, bukan dari yang diinginkanya.



TENTANG PENULIS


Irta Meilanie Putri seorang mahasiswa semester 4 IPB.  Lahir di Bandung, 12 Mei 1996 kini tinggal di Bogor.  Bila anda ingin menghubunginya silahkan kontak via e-mail : irtaputri@yahoo.com 

|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

0 comments

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon