#

Minggu, 26 Juni 2016

Cara Memulai Usaha Perikanan Tangkap Mulai dari Produksi Sampai Pemasaran

Tahukah Anda Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di Dunia? Dan tahu kah Anda luas wilayah Indonesia cenderung didominasi oleh wilayah perairan? Ya, Indonesia memang merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, dan sekitar 2/3 dari wilayah Indonesia adalah wilayah perairan.

Jika merujuk pada fakta di atas, maka dapat dipastikan, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk dijadikan sebagai sentra bisnis perikanan. Dengan memanfaatkan luas wilayah perairan Indonesia, kita dapat mengeruk keuntungan yang tidak terhingga jumlahnya, baik melalui usaha perikanan tangkap, usaha perikanan budidaya, usaha wisata perairan, dan berbagai macam usaha perairan lainnya.

Nah, dari sekian banyak jenis bisnis sektor perikanan yang bisa dijalankan di Indonesia, menurut pengamatan kami, salah satu usaha yang paling potensial adalah bisnis perikanan tangkap.

Untuk Anda yang tertarik untuk menjalan usaha perikanan tangap, berikut merupakan sedikit panduan cara memulai usaha perikanan tangkap mulai dari produksi sampai pemasaran.

Panduan Cara Memulai Usaha Perikanan Tangkap


Beginilah memulai usaha perikanan tangkap

Produksi

Sejatinya dalam usaha perikanan tangkap aktivitas produksi pada dasarnya hanya berupa aktivitas penangkapan ikan di alam saja, yaitu bisa di sungai, atau di laut. Meski pun terlihat sepele, aktivitas penangkapan ikan diperhatikan dan juga direncanakan dengan sebaik – baiknya. Dalam hal ini, Anda harus bisa merencanakan dan juga menetapkan beberapa hal berikut ini:
  • Ukuran Kapal yang akan Digunakan
  • Jumlah Bekal yang Dibutuhkan
  • Jumlah ABK yang Diperlukan (Dalam Skala Menengah – Besar)
  • Lama Aktivitas Pelayaran
  • Metode Penangkapan yang Akan Digunakan
  • Metode Penanganan Hasil Tangkapan di Kapal
  • dll


Penanganan Pasca Tangkap

Untuk meningkatkan nilai tambah, Anda sebaiknya melakukan penanganan pasca tangkap dengan baik, yaitu dengan menerapkan berbagai macam teknik dan metode pengolahan ikan yang ada pada saat ini, seperti pendinginan, pembekuan, atau bahkan pengalengan (bergantung pada skala usaha dan juga jangka waktu per fase pelayaran). Hal ini perlu dilakukan agar kesegaran ikan hasil tangkapan Anda bisa tetap terjaga, sehingga harga jual ikan hasil tangkapan Anda pun bisa lebih tinggi.

Khusus untuk Anda yang ingin mendapatkan nilai tambah yang lebih besar, disamping melakukan tindak penanganan pasca panen di atas, Anda juga bisa melakukan tindakan pengolahan hasil ikan tangkapan Anda menjadi ikan olahan dengan jalan pengasapan, penggaraman, dan upaya pengolahan lainnya.

Dengan menjalankan upaya pengolahan dengan baik, dapat dipastikan harga ikan hasil tangkapan Anda akan menjadi lebih besar, sehingga keuntungan Anda pun pada akhirnya akan mengalami peningkatan.

Pemasaran

Dalam aktivitas pemasaran, ada beberapa alternatif yang bisa digunakan, yaitu dengan memasarkan sendiri ke konsumen akhir, dengan menjual ikan tangkapan ke pengepul atau pun juragan ikan yang ada di sentra tempat pengumpulan ikan, dan dengan menjual ikan hasil tangkapan ke para pengusaha pengolahan ikan.

Normalnya, jika dikaji dari segi besaran keuntungan, metode pemasaran langsung ke konsumen cenderung jauh lebih menguntungkan. Hanya saja, untuk menerapkan metode pemasaran ini, dibutuhkan upaya yang tidak sedikit dan tidak mudah, terutama jika ikan hasil tangkapan yang dipasarkan sangat banyak.

Khusus untuk Anda yang benar – benar pemula dalam usaha ini, penulis cenderung lebih merekomendasikan untuk memasarkan ikan hasil tangkapan ke pengepul ikan yang ada di TPI (Tempat Penampungan Ikan).

Nah, itulah sedikit panduan mengenai cara memulai usaha perikanan tangkap mulai dari produksi sampai pemasaran yang bisa kami sampaikan kepada Anda. Semoga bermanfaat ya!


|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

0 comments

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon