#

Minggu, 11 September 2016

Pengalaman PKL mengenai Jenis-jenis Sapi Perah

Kuliah di Jurusan Manajemen Agribisnis Program Diploma Institut Pertanian Bogor, penulis tidak dapat mengelak dari kegiatan Praktik Kerja Lapangan atau yang sering kita singkat dengan istilah PKL. Ya meskipun berangkat dengan setengah hati, mau tidak mau kegiatan PKL harus berjalan. Sebab, jika tidak mengikuti program PKL dengan baik, penulis pasti tidak akan bisa lulus tepat waktu.

Nah, kembali ke beberapa waktu yang lalu (tepatnya sekitar 1,5 tahun yang lalu), di tulisan ini, penulis ingin membagikan sedikit pengalaman PKL penulis di peternakan sapi perah yang ada di daerah Yogyakarta.

Ternyata Jenis – jenis Sapi Perah Ada Banyak!

Jenis jenis sapi perah tropis dan subtropis

Friesian Holstein

Sebelum mengikuti kegiatan PKL, penulis tidak begitu banyak mengetahui tentang dunia peternakan sapi perah. Hal ini dikarenakan penulis pada dasar nya bukan berasal dari jurusan peternakan, melainkan dari jurusan Manajemen Agribisnis yang notabene tidak mempelajari dunia teknis peternakan sama sekali.

Sebelumnya, penulis hanya mengetahui beberapa jenis sapi perah saja, yaitu FH dan Jersey. Dan ternyata, pengetahuan penulisa tentang jenis – jenis sapi perah ini benar – benar cekak.

Setelah terjun ke lapangan selama kurang lebih dua bulan, akhir nya penulis tahu bahwa ternyata jenis – jenis sapi perah ada banyak. Beberapa di antara nya yang penulis jumpai selama masa PKL di peternakan sapi perah adalah sebagai berikut:


Jenis Sapi Perah Sub-Tropis

1. Sapi FH (Friesian Holstein)

Sapi FH merupakan sapi perah dengan populasi terbanyak di dunia. Jenis sapi ini berasal dari Negara Belanda dan telah tersebar di hampir seluruh penjuru dunia. Konon, dalam satu fase laktasi, jenis sapi perah ini dapat menghasilkan susu hingga 12.687 pound.

2. Sapi Jersey

Sapi perah ini pertama kali dikembangkan di Jersey, Britania Raya. Normal nya, di fase laktasi, sapi perah unggul yang memiliki warna dominan coklat ini dapat menghasilkan susu sekitar 8319 pound/tahun.

3. Brown Swiss

Seperti nama yang dimiliki nya, sapi ini memiliki warna dominan coklat (brown) dan dikembangkan di Negara Swiss. Rata – rata produksi susu sapi ini kabarnya mencapai 10.860 pound.

4. Ayrshire

Sama seperti hal nya sapi Jersey, sapi Ayrshire juga dikembangkan di Britania Raya, tepatnya di Skotlandia. Normal nya, di masa laktasi, sapi perah unggul ini dapat menghasilkan susu sekitar 10.312 pound.

5. Guernsey

Sama seperti hal nya sapi Jersey dan sapi Ayrshire, sapi Guernsey juga dikembangkan di Negara Britania Raya, tepatnya di Negara Inggris, daerah Guernsey.Di masa laktasi, sapi perah unggul ini dapat memproduksi sekitar 9.179 pound.


Jenis Sapi Perah Tropis

Dibandingkan dengan sapi perah unggul yang berasal dari daerah sub-tropis, sapi perah dari daerah tropis cenderung memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil. Beberapa jenis sapi perah yang berasal dari daerah tropis adalah sebagai berikut:

1. Sahiwal

Sapi perah ini berasa dari Negara Pakistan. Di masa laktasi, sapi ini dapat menghasilkan susu sekitar 2500 – 3000 kg per tahun.

2. Red Sindhi

Bangsa sapi ini berasal dari sekitaran daerah Kohistan, Hyderabad, dan Karachi. Di masa laktasi sapi ini menghasilkan rata – rata susu sekitar 2000 kg/tahun.

3. Gir

Bangsa sapi ini berasal dari Negara India, tepatnya di sektiaran daerah Bombay. Normalnya, di masa laktasi, sapi ini dapat menghasilkan susu sekitar 2000 liter per tahun.

4. Peranakan FH

Terakhir, jenis sapi perah unggul peranakan FH merupakan jenis sapi perah hasil persilangan sapi FH dengan sapi lokal Indonesia. Di masa laktasi sapi ini dapat menghasilkan susu sekitar 3000 liter/masa laktasi.


Nah, itulah sedikit cerita pengalaman penulis mengenai jenis-jenis sapi perah ketika PKL. Semoga bermanfaat ya!


*Pandu A P
|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

0 comments

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon