#

Minggu, 18 September 2016

Panduan Ternak Bebek Pedaging Mulai Dari Teknis Sampai Pemasaran

Bebek merupakan salah satu jenis unggas yang cukup banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Konon, meski pun memiliki tekstur daging yang cukup alot, bebek sangat sering dijadikan sebagai salah satu bahan baku olahan kuliner khas nusantara.
 
Banyak nya jumlah olahan kuliner yang memanfaatkan daging bebek telah membuat permintaan akan daging bebek meningkat. Padahal, pasokan daging bebek setiap tahun nya terus mengalami penurunan.
 
Jika dikaji dari kaca mata bisnis, peluang usaha ternak bebek pedaging tergolong masih cukup potensial. Hal ini dibuktikan oleh semakin tinggi nya angka permintaan bebek pedaging setiap tahun nya, dan semakin menurun nya persentase peningkatan produksi bebek pedaging.
 
Ternak Bebek Pedaging dari Teknis sampai Pemasaran


Nah, untuk Anda yang merasa tertarik untuk terjun ke dalam bisnis ternak bebek pedaging, berikut merupakan sedikit panduan ternak bebek pedaging mulai dari teknis sampai pemasaran yang bisa Anda coba untuk ikuti:
 

Panduan Teknis Ternak Bebek Pedaging

 

1. Persiapan

Dalam tahap persiapan, ada beberapa faktor penting yang harus benar – benar diperhatikan, yaitu:
 
a. Bibit
Pemilihan Bibit Bebek PedagingUntuk bisa mendapatkan hasil berupa bebek pedaging yang berkualitas, Anda harus menggunakan bibit bebek pedaging yang unggul. Normalnya, bibit bebek pedaging yang unggul memiliki ciri – ciri sebagai berikut:
  • Sehat;
  • Lincah;
  • Tidak cacat fisik;
  • Keturunan indukan yang sehat.
Perlu diketahui, dalam usaha bebek pedaging, para peternak bebek biasa nya cenderung lebih suka menggunakan bebek jantan. Hal ini dikarenakan, bebek jantan tidak dapat menghasilkan pendapatan selain dari daging, dan proses pertumbuhan daging bebek jantan biasa nya juga berjalan lebih cepat dari bebek betina.
 
b. Kandang
Disamping harus menggunakan bibit bebek pedaging unggul, Anda juga harus mempersiapkan kandang yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan bebek. Dalam hal ini, setidaknya, Anda harus menyediakan tiga jenis kandang, yaitu kandang starter, kandang grower, dan kandang layer (opsional).
 
Kandang starter merupakan kandang untuk anakan, biasanya berbentuk kotak berukuran 0,5 X 1 X 0,6 m dan digunakan selama kurang lebih 2 minggu pemeliharaan saja. Kandang ini biasa nya diisi dengan 30 – 50 ekor anak bebek dengan sistem penghangat menggunakan lampu atau pun brooder gas.
 
Kandang grower merupakan kandang peralihan dari masa starter ke masa layer. Kandang ini biasanya dibuat dengan ukuran yang lebih lebar dari kandang starter, yaitu sekitar 2X3X0,8 m dan digunakan hingga bebek siap panen atau pun siap menelur.
 
Kandang layer merupakan kandang terakhir, yaitu kandang yang sengaja diperuntukkan bagi bebek yang sudah siap bertelur. Jika target panen Anda adalah bebek pedaging, Anda sejatinya tidak begitu membutuhkan kandang ini.
 

2. Pemeliharaan

Selain harus menggunakan bibit bebek yang unggul dan kandang yang mumpuni, untuk bisa mendapatkan bebek pedaging yang berkualitas, Anda juga harus melakukan aktivitas pemeliharaan dengan baik. Beberapa aktivitas pemeliharaan yang harus Anda lakukan sendiri adalah sebagai berikut:
 
a. Pemberian pakan
Pemberian pakan BebekAktivitas pemberian pakan biasa nya dibagi ke dalam tiga tahapan, yaitu pakan halus (mess) untuk usia 0-16 hari, pakan crumble untuk usia 16 -31, dan pakan kasar untuk usia 31 hari sampai panen. Beberapa bahan pakan yang bisa diberikan adalah jagung, bekatul, tepung ikan, dll.

 
b. Pemberian vaksin dan vitamin
Beberapa vaksin yang awam diberikan untuk ternak bebek pedaging adalah vaksin penyakit Duck Cholera dan vaksin penyakit Salmonelosis.
 

3. Masa Panen

Normal nya, bebek pedaging sudah bisa dipanen setelah berusia 2 sampai 3 bulan. Di usia ini, bebek pedaging biasa nya memiliki bobot rata – rata sekitar 1 sampai 1,8 kg per ekor.
 

 

Panduan Teknis Pasca Panen

Untuk meningkat kan nilai jual hasil ternak bebek pedaging Anda, Anda dapat melakukan beberapa tindakan pasca panen berikut ini:
 

1. Pembersihan Bebek Hidup

Saat dipanen, bebek pedaging biasa nya cenderung sangat kotor. Nah, untuk menarik minat konsumen, sebelum bebek pedaging dipasarkan dalam kondisi hidup, Anda sebaiknya menyediakan tempat khusus untuk mandi bebek, sehingga tubuh bebek menjadi lebih bersih dan terlihat jauh lebih menarik dihadapan para calon konsumen.
 

2. Pemotongan

Khusus untuk sistem pemasaran langsung atau pun pemasaran ke pengolah daging bebek, Anda juga bisa menyediakan layanan tambahan berupa layanan pemotongan, pencabutan bulu, dan juga pencacahan daging bebek.
 

 

Panduan Pemasaran Hasil Ternak Bebek Pedaging

Untuk memasarkan hasil ternak bebek pedaging, Anda dapat menggunakan tiga alternatif sistem pemasaran berikut ini:
 

1. Pemasaran Langsung

Tujuan pemasaran hasil ternak bebek yang pertama sekaligus yang paling menguntungkan adalah ke konsumen akhir (sistem pemasaran langsung). Dibandingkan dengan sistem pemasaran yang lain nya, sistem pemasaran ini memiliki kelebihan berupa harga jual yang cenderung jauh lebih tinggi.
 
Hanya saja, sistem pemasaran langsung biasa nya hanya efektif untuk digunakan oleh peternak – peternak bebek skala kecil. Hal ini dikarenakan jumlah bebek yang bisa dijual secara langsung biasa nya sangat terbatas.
 
Disamping itu, tingkat kepastian sistem pemasaran ini biasa nya juga sangat rendah. Hal ini dikarenakan, tidak setiap hari masyarakat membutuhkan daging bebek untuk konsumsi makan harian mereka.
 

2. Tengkulak/Agen Pemasaran Bebek di Pasar Tradisional

Selain dapat memasarkan bebek pedaging secara langsung ke konsumen akhir, peternak bebek pedaging juga bisa memasarkan hasil ternak mereka ke tengkulak atau pun agen pemasaran bebek yang ada di pasar tradisional.
 
Dibandingkan dengan sistem pemasaran yang pertama, sistem pemasaran ke tengkulak cenderung jauh lebih aman. Pasal nya, tengkulak biasa nya mampu menampung hasil ternak bebek pedaging dalam jumlah yang besar, sehingga tingkat kepastian pemasaran cenderung jauh lebih tinggi.
 
Hanya saja, jika ditinjau dari segi harga, harga jual bebek pedaging ke tengkulak biasa nya jauh lebih rendah dibandingkan dengan harga jual bebek ke konsumen akhir secara langsung. Sehingga, jika Anda ingin mendapatkan keuntungan yang besar, Anda harus bisa menjual bebek dalam jumlah besar (fokus ke kuantitas).
 

3. Pemasaran Ke Pemilik Usaha Kuliner Olahan Bebek

Seperti yang telah disebutkan di atas, jumlah pengusaha kuliner olahan bebek di Indonesia tergolong cukup banyak. Beberapa di antara nya adalah: pengusaha bakso urat, pengusaha bebek panggang, pengusaha bebek peking, dll.
 
Pemasaran Bebek PedagingNah, banyak nya jumlah pengusaha olahan kuliner daging bebek ini bisa dimanfaatkan untuk lahan pemasaran hasil ternak bebek pedaging Anda.
 
Dibandingkan dengan dua sistem pemasaran yang sebelum nya, sistem pemasaran ke pemilik usaha kuliner olahan daging bebek biasanya cenderung jauh lebih menguntungkan. Pasal nya, disamping memiliki tingkat kepastian pemasaran yang tinggi, harga jual bebek ke pengusaha kuliner olahan bebek biasa nya juga tidak terlalu rendah (namun juga tidak setinggi harga jual ke konsumen akhir).
 
Meski pun begitu, para pemilik usaha kuliner olahan daging bebek biasa nya membutuhkan kepastian pasokan, sehingga biasa nya mereka hanya mau bekerja sama dengan peternak bebek skala menengah ke atas yang memiliki pasokan daging bebek dalam jumlah besar.
 
Nah, itulah sedikit panduan menjalankan usaha ternak Bebek pedaging mulai dari teknis sampai pemasaran yang bisa kami bagikan kepada Anda. Sekedar informasi, untuk sistem pemasaran, Anda kami sarankan untuk menggunakan sistem pemasaran campuran, yaitu menggunakan ke tiga sistem pemasaran di atas secara langsung (dengan urutan pemasaran utama ke pemilik usaha kuliner olahan bebek, pemasaran kedua ke konsumen akhir, dan pemasaran ketiga ke tengkulak). Semoga bermanfaat ya!


Sumber gambar :
pixabay.com
klik.kompas.com
|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

0 comments

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon