#

Minggu, 30 Oktober 2016

Mau Tahu Berapa Gaji Pegawai Google ? Benarkah Google seperti Taman Bermain ?

“Google”, siapa yang tidak kenal dengan raksasa teknologi yang satu ini? Mayoritas orang di seluruh penjuru dunia pasti sudah “kenal baik” dengan rangkaian produk – produk buatan Google.

Ya, sangking banyak nya produk buatan Google, konon, saat ini google telah mempekerjakan ribuan tenaga kerja yang berasal dari berbagai Negara dan latar belakang pendidikan. Konon, menurut sumber yang kami baca, sampai saat ini Google masih menjadi salah satu perusahaan teknologi paling diincar para pencari kerja.

Tinggi nya minat para pencari kerja untuk bisa bekerja di Google terjadi karena kabarnya perusahaan asal Amerika Serikat yang satu ini berani memberikan gaji yang luar biasa besar dan fasilitas super lengkap untuk setiap karyawan mereka.

Lantas berapa gaji karyawan google yang sebenarnya? Dan apa saja kah fasilitas karyawan google yang kabar nya super lengkap itu? Berikut rangkuman lengkap nya telah kami racikkan untuk Anda:


Gaji Karyawan Google

Tidak dapat dipungkiri, sampai saat ini gaji memang masih menjadi salah satu pertimbangan utama para pencari kerja ketika hendak memilih perusahaan bakal tempat mereka bekerja.

Normal nya, setiap pencari kerja pasti ingin bekerja di perusahaan yang berani membayar mereka paling tinggi, yang tentu nya juga sesuai dengan beban kerja yang nanti nya akan mereka tanggung.

Gaji Karyawan

Nah, berbicara mengenai gaji, di Google besaran Gaji ditetapkan berdasarkan dua hal, yaitu pertama adalah berdasarkan tingkatan / jabatan yang dipegang dan yang ke dua adalah berdasarkan dengan prestasi / pencapaian kerja.

Untuk besaran nya sendiri, menurut informasi yang kami dapatkan dari situs portal berita jppnn.com, untuk ukuran enginer pemula saja, Google berani membayar sekitar 500 juta hingga 4 milyar rupiah per tahun, sedangkan untuk ukuran manajer yang notabene memiliki tanggung jawab yang luar biasa besar, Google berani membayar sekitar 6 hingga 20 milyar rupiah per tahun (ke dua posisi bekerja di Amerika Serikat).

Luar biasa besar bukan? Yups, untuk ukuran penduduk Indonesia angka tersebut memang tergolong luar biasa besar, namun untuk ukuran standar kehidupan di Amerika Serikat, angka gaji di atas sejati nya masih tergolong level menengah ke bawah.

Meski pun begitu, jika dibandingkan dengan gaji yang ditawarkan oleh perusahaan – perusahaan teknologi yang lain nya, gaji yang ditawarkan oleh Google di atas masih tergolong lebih tinggi.


Budaya dan Fasilitas Karyawan Google

Tidak hanya berani membayar karyawan mereka dengan gaji yang superior, demi membuat karyawan mereka betah “tinggal menetap” alias tidak resign sekaligus meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja, Google juga memberikan fasilitas super wah yang bisa dinikmati oleh setiap tenaga kerja mereka.

Budaya kerja di Google

Tercatat, di kantor utama mereka yang ada di Mountain View, ada beragam fasilitas super wah yang mungkin menurut kebanyakan orang terkesan berlebihan seperti: fasilitas café, bar, karaoke, game studio, gym, salon, tempat penitipan anak, laundry center, kolam renang, dapur umum yang lengkap dengan aneka masakan nya, lapangan futsal, dan berbagai macam fasilitas lain nya. Super duper lengkap bukan?

Di samping itu, Google kabar nya juga memiliki budaya kerja yang super unik. Ya, alih – alih menetapkan budaya kerja otoriter nan disiplin seperti apa yang diterapkan oleh beberapa perusahaan teknologi yang lain nya (seperti Sony dan Samsung), Google cenderung lebih banyak menggunakan budaya kerja santai yang tidak begitu membebani tenaga kerja mereka.

Dalam hal ini, setiap tenaga kerja diberi kebebasan untuk beristirahat dan meninggalkan pekerjaan mereka kapan saja mereka mau (dalam kondisi normal).

Jadi, kapan pun karyawan Google merasa bosan dan penat dengan beban kerja yang mereka tanggung, mereka diperbolehkan untuk meninggalkan ruang mereka sejenak, untuk menikmati beragam fasilitas yang telah disediakan oleh Google untuk menghilangkan kepenatan mereka.

Tak heran, di jam kerja sekali pun ada banyak tenaga kerja Google yang meninggalkan tanggung jawab mereka sejenak untuk bermain video game, atau sekedar melihat anak mereka di tempat penitipan anak yang memang telah disediakan oleh Google di kantor nya.

Satu budaya lain nya yang juga tidak kalah unik dan menarik adalah budaya pengembangan potensi diri yang diterapkan oleh Google. Budaya ini merupakan budaya kerja suka – suka dimana setiap tenaga kerja diberi kebebasan selama satu hari kerja penuh untuk menjalankan project impian mereka sendiri dengan menggunakan seluruh fasilitas yang dimiliki oleh Google.

Sayang nya, meskipun project ini terkesan keren dan luar biasa bagus, setiap hal yang dihasilkan dari project tersebut akan diakui menjadi milik Google. Jadi jangan heran jika Google dapat menelurkan banyak sekali inovasi spektakuler di dunia teknologi.


Sisi Lain Bekerja di Google "Bagai semut di Alam Semesta"

Menjadi lilin di tengah kegelapan mungkin akan sangat berguna, namun ketika lilin dinyalakan di siang hari bolong, maka kegunaan nya pun tak akan begitu kentara.

Bekerja di Google bagai Semut

Mungkin itu lah yang paling cocok digunakan untuk menggambarkan kondisi para tenaga kerja Google.

Ya, meski pun Google berani memberikan “upah” yang luar biasa besar ditambah dengan fasilitas dan budaya kerja yang juga sangat luar biasa, nyata nya tidak semua karyawan Google merasa bahagia.

Konon, sangking besar nya perusahaan teknologi yang satu ini, banyak tenaga kerja Google yang sering merasa “tidak berguna” atau tidak bisa memberikan kontribusi yang nyata bagi Google. Hal ini dikarenakan setiap orang yang bekerja di Google sejati nya merupakan orang – orang pilihan yang kesemuaan nya akan berpacu untuk bisa menghasilkan kinerja nyata demi bisa meraih “posisi kerja” yang lebih baik.

Hal ini diperparah dengan system penilaian Google yang kabar nya hanya mengandalkan system penilaian yang kasat mata saja alias hasil kerja. Oleh karena nya, jangan heran jika di perusahaan ini banyak orang yang pada akhir nya menjadi begitu terobsesi dengan untuk menghasilkan sesuatu hingga merelakan waktu liburan mereka.

Konon, menurut penuturan beberapa tenga kerja Google yang kami kutip dari situs portal berita CNN.com yang menyebutkan bahwa: 
"Saya belum pernah melihat siapapun itu di Google yang betul-betul mengambil hari libur di akhir pekan atau sengaja cuti untuk berlibur,"
Selain itu, ada pula yang merasa minder dan pada akhir nya malah memutuskan untuk keluar alias resign dari perusahaan teknologi yang super besar ini.

"Google terlalu besar. Saya bekerja di sana selama tiga tahun dan memang susah meninggalkan perusahaan yang tenar ini. Akhirnya saya berani resign karena ada satu alasan absolut: sebagai individu, pengaruh keberadaan saya untuk perusahaan sangat kecil," sebut salah seorang mantan karyawan mereka.

Nah, jadi apakah Anda masih ingin bekerja di raksasa teknologi Google? Atau mau buka usaha sendiri aja supaya bisa menyaingi Google? Apa pun itu, kerjakan dengan sungguh – sungguh ya!


Pandu A.P


Sumber gambar :
commons.wikimedia.org
flickr.com
pl.wikipedia.org

|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

0 comments

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon