#

Minggu, 02 Oktober 2016

Pilih Mana? Bisnis Besar Gampang Kolaps atau Bisnis Kecil Tapi Berkesinambungan?

Pengusaha mana sih yang tidak ingin bisnis nya berkembang dengan pesat? Semua pebisnis yang ada di seluruh penjuru dunia ini pasti ingin bisnis nya bisa berkembang dengan pesat dan tentu nya juga “berkesinambungan”.

Konon, demi bisa mengembangkan bisnis nya dengan lebih cepat, banyak pebisnis yang mencoba peruntungan dengan jalan meminjam dana ke bank atau pun ke institusi – institusi lain nya.

Pilihan Antara Bisnis Besar dan Kecil

Melakukan pinjaman dana ke bank atau pun lembaga keuangan lain nya sejati nya sah – sah saja. Namun penting untuk diketahui, meminjam dana untuk tambahan modal ke lembaga keuangan secara tidak langsung akan menambah beban usaha Anda, dan dalam kondisi tertentu terkadang dapat membuat bisnis Anda mengalami kemunduran atau bahkan kolaps.

 

Ingat! Pinjaman Kadang Menjebak!

Menurut pengamatan penulis, sampai saat ini masih terlalu banyak pengusaha yang over percaya diri terkait dengan permasalahan pinjaman. Sangking percaya diri nya terhadap hitung – hitungan dan forecasting pendanaan yang telah dibuat nya, terkadang para pengusaha menjadi terlena dan cenderung menjadi “serakah”.

Normal nya, ketika hendak melakukan / mengajukan pinjaman dana ke lembaga keuangan tertentu, para pengusaha biasa nya cenderung lebih mengedepankan poin “benefit” dibandingkan dengan poin “resiko” nya.

Pinjaman Mengikat Bisnis KitaPadahal, ketika usaha dijalankan / dikembangkan dengan menggunakan modal pinjaman, hal yang sejati nya lebih penting untuk diperhatikan adalah resiko. Mengapa? Karena, ketika Anda menjalankan bisnis dengan modal pinjaman, disamping bisnis Anda akan menjadi lebih terbebani, jika sewaktu – waktu bisnis Anda kolaps, maka selain kehilangan bisnis Anda, Anda akan tetap menanggung sisa hutang dari bisnis Anda.

Poin paling penting yang ingin penulis sampaikan di titik ini adalah sebelum memutuskan untuk melakukan / menggunakan modal pinjaman, Anda harus benar – benar memahami untung rugi serta benefit dan cost yang akan Anda dapatkan / derita dari pinjaman tersebut.

Dalam hal ini, pinjaman yang Anda lakukan mungkin memang bisa membuat bisnis Anda bisa berkembang dengan lebih cepat, namun di sisi lain nya, jika tidak dimanage dan dikelola dengan baik, pinjaman tersebut juga berpotensi mengobrak – abrik bisnis Anda hingga kolaps.

 

Lantas Pilih yang Mana? Bisnis Besar Gampang Kolaps atau Bisnis Kecil yang Berkesinambungan?

Jika diajui pertanyaan ini, secara refleks, mayoritas pengusaha yang “Benar” pasti akan memilih opsi yang ke dua, yaitu bisnis kecil yang berkesinambungan.

Sayang nya, jawaban tersebut terkadang mulai dilupakan, ketika bisnis sudah mulai dirintis dan telah menunjukkan perkembangan yang cukup berarti. Di titik ini, biasa nya para pengusaha akan mulai over percaya diri, dan berpikir mengenai berbagai macam alternatif cara yang bisa digunakan untuk bisa menambah modal bisnis mereka.

Sifat dan perilaku seperti ini sejati nya wajar dan sah – sah saja, mengingat manusia diciptakan dengan nafsu yang tidak pernah ada puas nya. Namun perlu diingat, perkembangan yang pesat dalam bisnis memang penting dan akan terlihat sangat keren, namun jika perkembangan tersebut tidak berlangsung secara berkesinambungan, sia – sia juga toh?

Nah, menurut pendapat penulis, di titik ini, Anda yang berprofesi sebagai pebisnis wajib mengingat kembali jawaban Anda atas pertanyaan di atas, yaitu “lebih memilih bisnis kecil yang berkesinambungan”.

Mengapa? Karena menurut hemat pemikiran penulis, dibandingkan dengan bisnis besar yang berjalan dengan tidak normal dan seakan dipaksakan, bisnis kecil yang berkesinambungan jauh lebih aman, dan tentu nya juga lebih berpotensi untuk bisa sukses di masa mendatang.

Dalam hal ini, menambah dana modal dengan cara meminjam ke lembaga keuangan sejati nya boleh – boleh saja, asal semua nya telah diperhitungkan dengan matang dan jumlah modal pinjaman yang diambil juga sebanding dengan kemampuan bisnis Anda menghasilkan pendapatan / keuntungan.

 

Lantas, Apakah Modal Pinjaman Tidak Disarankan?

Seperti yang telah kami sebutkan di atas, menambah modal usaha dengan jalan meminjam ke lembaga keuangan sebenarnya sah – sah saja untuk dilakukan. Dalam kondisi tertentu hal ini bahkan bisa saja berubah menjadi wajib.

Namun, sebelum hal tersebut dilakukan, ada baik nya Anda mempertimbangkan beberapa hal berikut ini:

1. Menambah Modal Tidak Melulu Harus “Ngutang” ke Bank

Poin pertama sekaligus paling utama yang harus diingat ketika hendak meminjam dana ke Bank untuk memperluas skala usaha adalah “apakah pinjaman bank benar – benar solusi yang terbaik?”

Jika diperhatikan secara lebih intens, sebenarnya ada banyak alternatif yang bisa digunakan untuk menambah modal usaha Anda. Jika usaha Anda memang benar – benar prospektif, sebenarnya banyak kok investor yang mau menanamkan modal nya kepada Anda.

Atau, bila Anda berasal dari keluarga yang cukup “berada”, Anda juga bisa meminta bantuan keluarga Anda atau menawarkan keluarga Anda peluang investasi yang nanti nya akan bisa memberikan keuntungan berupa bagi hasil kepada mereka.

Bagaimana? Dua opsi di atas cenderung jauh lebih aman dari pinjaman dana ke Bank kan?

 2. Apa Bisnis Mu Memang Sudah Layak Mendapat Pinjaman

Perlu diketahui, kriteria “layak” versi perbankan dengan “layak” yang sebenarnya (Cuma Anda yang tahu) sejati nya merupakan dua hal yang berbeda.

Bisnis Dikatakan Layak Mengajukan PinjamanBerdasarkan hitung – hitungan forecasting dan neraca usaha yang Anda ajukan ke lembaga keuangan, mungkin usaha Anda bisa dikatakan layak untuk mendapatkan pinjaman. Keputusan yang diambil oleh perbankan mungkin memang benar (untuk pihak mereka).

Perlu diketahui, dalam transaksi kredit, perbankan sejati nya merupakan pihak yang lebih diuntungkan dan lebih berkuasa dibandingkan dengan pihak peminjam.

Dalam hal ini, perbankan seolah – olah memang memberikan bantuan berupa pinjaman dana, namun sejati nya mereka juga mendapatkan keuntungan dari biaya bunga yang wajib Anda bayar setiap bulan nya.

Oleh sebab itu, sebelum meminjam dana ke bank, pertimbangkan baik – baik terlebih dahulu. Apakah bisnis mu memang benar – benar layak dan “PERLU” mendapat pinjaman, atau masih belum layak / belum perlu?

Hal ini sangat penting untuk diperhatikan, supaya nanti nya Anda bisa menjalankan usaha Anda dengan lebih tenang, lebih gamblang dan, tentu nya tidak hanya sekedar menjadi “Pemberi Makan” perbankan.

3. Perhatikan Nominal Pinjaman Anda

Jika memang bisnis mu benar – benar sudah layak dan memang perlu mendapatkan pinjaman, sebelum memutuskan untuk mengambil dana pinjaman, perhitungkan baik – baik berapa besar dana pinjaman yang sebenarnya dibutuhkan.

Sangat penting untuk diingat, dana pinjaman yang besar mungkin akan menghasilkan manfaat yang besar untuk usaha Anda. Namun, di satu sisi, biaya bunga yang wajib Anda berikan ke bank juga akan semakin besar!

Maka dari itu, perhitungan mengenai jumlah nominal pinjaman ini benar – benar sangat penting untuk diperhatikan. Jangan sampai gara – gara jumlah nominal pinjaman yang terlalu besar, mayoritas pendapatan usaha Anda malah terkuras Cuma untuk “memberi makan” perbankan saja.

Nah, itulah sedikit tulisan yang bisa kami bagikan kepada Anda. Jadi setelah membaca tulisan ini, apakah Anda sudah menentukan pilihan Anda? Jika sudah, Anda mau pilih mana? Bisnis besar dengan modal pinjaman yang gampang kolaps, atau bisnis kecil dengan modal pribadi yang berkesinambungan? Semoga bermanfaat ya!


Pandu A.P
|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

0 comments

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon