#

Minggu, 27 November 2016

7 Alasan Pemuda Memilih Jomblo Ketika Sedang Merintis Bisnis

A: “Kapan nikah bro? Perasaan sampe sekarang masih jomblo aja nih?”

B: “Wah belum kepikiran bro, masih mau ngerintis bisnis dulu! Toh bukan nya jodoh udah ada yang ngatur ya? ^-^ ”

Di kesempatan kali ini tim penulis Ekspedisi Ilmu ingin berbagi sedikit pengalaman dan cerita mengenai 7 alasan pemuda memilih jomblo ketika sedang merintis bisnis. Seperti yang kita ketahui bersama, saat ini status jomblo sering kali dikait – kaitkan dengan hal yang memalukan. 

Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuh nya benar, terutama dalam dunia bisnis. Justru dengan status jomblo yang disandang, proses merintis bisnis akan bisa berjalan dengan lebih lancar. Tidak percaya? Berikut beberapa contoh pebisnis muda sukses meski jomblo:

Mengapa Pemuda Memilih Jomblo Saat Merintis Bisnis? Ini Jawabannya!

1. Merintis Bisnis Itu Harus Fokus!

Percaya atau tidak, yang nama nya merintis bisnis itu harus dilakukan dengan fokus dan serius. Jika tidak dilakukan dengan fokus dan serius, dapat dipastikan bisnis tidak akan berkembang dengan pesat, atau bahkan malah akan stuck dan berjalan di tempat.

Lantas apa hubungan nya sama urusan jomblo?

Nah, dengan berstatus sebagai seorang jomblo, pemuda yang sedang merintis bisnis tidak akan dibayang – bayangi oleh tetek bengek permasalahan yang sering terjadi dengan pacar nya. Dampak nya, ia akan lebih mudah fokus merintis bisnis nya tanpa harus dibayang – bayangi persoalan cinta yang sebenarnya tidak begitu penting.

What? Tidak begitu penting?

Fokus Berbisnis walau Harus Jomblo
Ya, bagi seorang pebisnis yang benar – benar serius dan tekun, persoalan pacaran biasanya dianggap tidak begitu penting. Sebab yang namanya pacaran itu sebenarnya belum apa – apa. Sama sekali tidak ada ikatan pasti yang terjalin di sana. Hal ini berbeda dengan ikatan pernikahan atau pun ikatan persaudaraan yang memang sudah disatukan dengan janji atau pun ikatan darah.

2. Merintis Bisnis Itu Butuh Banyak Waktu

Selain membutuhkan tingkat fokus dan serius yang tinggi, yang namanya merintis bisnis juga sangat menyita banyak waktu. Konon, sangking panjang nya jangka waktu yang dibutuhkan saat merintis bisnis, sampai ada lelucon yang mengatakan bahwa “seorang pebisnis adalah orang yang rela meninggalkan pekerjaan nyaman selama 8 jam per hari dengan bayaran yang pasti untuk bekerja selama 12 jam per hari dengan ketidakpastian yang sangat tinggi”.

Nah, jika dikait – kaitkan dengan status jomblo dan urusan pacaran, maka pasti sudah bisa ditebak kan seperti apa hubungan nya?

Ya, bener banget. Dengan berstatus jomblo, seorang pemuda yang sedang merintis bisnis akan memiliki lebih banyak waktu luang, sehingga ia akan bisa lebih fokus dan serius dalam upaya merintis bisnis nya.

3. Merintis Bisnis Itu Cukup Melelahkan dan Sering Menimbulkan Stress

Tidak hanya sekedar menyita waktu, yang nama nya merintis bisnis itu biasa nya juga sangat melelahkan dan sering menimbulkan stress. Ya, dibandingkan dengan aktivitas bekerja di kantor yang cenderung teratur, merintis bisnis waktu kerja nya cenderung sangat tidak teratur.

Penulis sendiri yang saat ini juga sedang merintis bisnis dapat dikatakan sangat – sangat kacau untuk urusan jam kerja. Hal ini terjadi bukan karena penulis tidak memiliki manajemen, namun lebih kepada tuntutan kerja yang memang harus seperti itu ada nya.

Contoh lain, pemilik blog ini yang saat ini juga sedang merintis bisnis kabar nya juga memiliki jam kerja yang luar biasa melelahkan. Konon, setiap hari nya ia wajib bergantian dengan sang kakak untuk menjaga server pulsa milik mereka hingga larut tengah malam.

Pertanyaan nya, apa hubungan nya dengan status jomblo?

Nah, dengan berstatus jomblo, pikiran pemuda yang sedang merintis bisnis tidak lagi dibebani dengan masalah – masalah yang terkait dengan aktivitas pacaran. Dengan begitu, rasa stress nya cukup di dunia bisnis saja, tidak perlu diperparah dengan permasalahan pacaran yang terkadang jauh lebih menyetreskan dibandingkan dengan urusan – urusan yang lain nya.

4. Bisnis Itu Butuh Partner, Bukan Pacar!

Yang nama nya pacar itu mungkin memang perlu, tapi di masa – masa merintis bisnis seperti nya yang dibutuhin bukan pacar deh, tapi PARTNER. Nah, itulah mengapa para pemuda yang sedang merintis bisnis cenderung lebih suka memilih menjadi jomblo.

Pasal nya, dengan status jomblo yang mereka sandang, mereka akan lebih bebas menjalin hubungan bisnis ke siapa saja tanpa ada yang curiga dan melarang. Entah itu menjalin hubungan bisnis ke cowok atau pun ke cewek semua nya bisa dilakukan dengan bebas tanpa ada yang merasa dicurangi atau pun disakiti.

5. Mempersiapkan Diri Itu Jauh Lebih Penting

Jika boleh berbagi, penulis memiliki satu prinsip yang mungkin juga dapat Anda terapkan yaitu, penulis selalu percaya bahwa “Jodoh itu cerminan diri kita sendiri”. Jadi, jika kita termasuk orang yang berkualitas, nanti jodoh kita juga akan berkualitas, namun bila kita biasa – biasa saja, ya nanti nya jodoh kita pun pasti juga akan biasa – biasa saja.

Nah, berkaca dari prinsip tersebut, sudah sepatutnya seorang pebisnis lebih memilih berstatus jomblo dibandingkan harus pacaran. Mengapa? Karena dengan berstatus jomblo saat merintis bisnis, ia akan lebih mudah berkembang menjadi pribadi yang lebih baik, sehingga ke depan nya pun kualitas jodoh nya juga akan menjadi lebih baik.

6. “Kalo Bisnis Udah Sukses, Ntar Jodoh Juga Datang Sendiri”

Nah, alasan klasik yang satu ini sangat cocok untuk para cowok jomblo yang saat ini sedang merintis bisnis. Percaya atau tidak, yang nama nya kaum wanita, terutama di era sekarang ini pasti cenderung jauh lebih realistis dibandingkan dengan wanita – wanita masa lalu.

Dengan berstatus jomblo saat sedang merintis bisnis, cowok sebenarnya malah lebih mendekatkan diri nya kepada jodoh yang lebih berkualitas. Mengapa? Kembali lagi seperti apa yang telah kami sebutkan di atas, wanita masa kini cenderung lebih realistis, yang mana mereka pasti lebih suka menikah dengan pria mapan dibandingkan dengan pria yang berpenghasilan pas – pasan.

Maka dari itu, status jomblo saat sedang merintis bisnis sama sekali tidak salah. Bahkan cenderung jauh lebih banyak benar nya. Karena dengan berstatus jomblo, aktivitas merintis bisnis akan bisa dijalani dengan lebih fokus, sehingga bisnis pun bisa berjalan dengan lebih baik. Dan pada akhir nya nanti, jodoh yang berkualitas pun akan menanti atau bahkan berebutan.

7. Toh, Bukan nya Jodoh Udah Ada yang Ngatur ya?

Nah, ini alasan yang paling tepat dan bener – bener masuk akal. Meski pun kalimat “Jodoh udah ada yang mengatur” terkesan agak klise dan cenderung mengarah ke arah pengelakan, namun jika dikaji – kaji kalimat ini sebenarnya memang terbukti.

Yang nama nya jodoh sebenarnya adalah urusan Tuhan. Khusus untuk yang beragama Islam bahkan telah dijelaskan bahwa “Wanita – wanita yang baik untuk laki – laki yang baik, dan wanita – wanita yang buruk untuk laki – laki yang buruk”.

Maka dari itu, berstatus jomblo saat sedang merintis bisnis bukan sebuah aib atau pun hal yang memalukan. Justru dengan berstatus jomblo berkualitas di saat sedang merintis bisnis, saat sudah sukses nanti kalian akan ditunggu oleh jodoh yang lebih berkualitas.

2 Contoh Pebisnis Muda Sukses Meski Jomblo

 

1. Hamzah Izzulhaq

Hamzah Izzulhaq Pengusaha Muda yang Sukses
Pemuda kelahiran kota Jakarta 24 tahun yang lalu ini pertama kali memulai karir bisnis nya di usia yang sangat belia. Konon, meski pun saat mulai merintis bisnis nya ia sering diejek karena berstatus jomblo, ia tetap bisa berhasil mendirikan kerajaan bisnis nya sendiri.

Konon, menurut informasi yang kami himpun dari situs yukbisnis.com, di Tahun 2013 yang lalu, omset perbulan yang berhasil dikumpulkan oleh pemuda asal Jakarta ini mencapai 360 juta dengan keuntungan bersih mencapai 50 persen dari omset.

2. Yasa Singgih

Berjibaku dengan dunia bisnis online sejak berusia belasan tahun, membuat   yang pada waktu itu berstatus jomblo seperti nya harus menjahit ulang kantong celana nya. Pasal nya, meski pun ia berstatus jomblo, omset bulanan yang dapat ia kumpulkan dari bisnis jualan kaos online nya sudah mencapai 30 juta rupiah.


Nah itulah sedikit tulisan yang membahas tentang alasan para pemuda lebih memilih jombol saat sedang merintis bisnis nya. Semoga bermanfaat ya!

Pandu A.P
|| Penulis : Pandu Agung P, Irta Putri, Rahmad S.Ik, Fajar M ||Ingin menghubungi pemilik Blog ? kirimkan pesan anda ke fajar.sos1@gmail.com atau melalui laman Contact

0 comments

- Berkomentar disarankan tidak out of topic
- Dianjurkan tidak menautkan link aktif
- Komentar tidak mengandung unsur SARA, dan konten dewasa
EmoticonEmoticon